Wednesday, August 21, 2019

Youth Agustus 2019 #4 - Menjadi Manusia Yang Konsisten



MENJADI MANUSIA YANG KONSISTEN & TEGUH PENDIRIAN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 3)

Bahan Bacaan
Ulangan 28 : 13-14, “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya”


Penjelasan Materi
Youthers, dalam bacaan kita di atas, Tuhan berjanji akan menjadikan kita “kepala” dan bukan “ekor” dan akan membuat kita semakin “naik” dan bukan “turun”, dengan satu syarat apabila kita mendengarkan perintah Tuhan dan berlaku setia serta tidak menyimpang dari kebenaranNya. Hal ini berbicara tentang konsistensi, kesetiaan dan kesungguhan hati kita di hadapan Tuhan.

Tuhan rindu agar kita memiliki karakter, pendirian dan sikap yang on the track, tidak menyimpang dari ajaran Firman Tuhan. Ia ingin agar kita menjadi pribadi yang setia dan konsisten dalam dalam kehidupan, serta memiliki iman yang kokoh meski mendapat tekanan. Jika Youthers, ingin menguji konsisten tidaknya seseorang, maka kita dapat melihat dari perkara sederhana dalam kehdiupan sehari-hari, misalnya bagaimana seseorang menghormati orang tuanya, gembalanya, atasannya, pasangannya. Ciri orang dengan pribadi yang konsisten, pastinya tidak akan berkompromi atau mengambil jalan pintas dalam segala sesuatu untuk membawa keuntungan bagi dirinya sendiri apalagi sampai “menabrak” kebenaran Firman Tuhan. Orang yang konsisten tidak berpindah-pindah arah, sekalipun banyak orang yang menggodanya untuk merubah arah.

Mari kita belajar dari kisah hidup Paulus, perhatikan dalam Galatia 6:14,“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, ……” Dari kehidupan Paulus, kita dapat menangkap adanya konsistensi yang kuat dan kokoh kepada Tuhan. Hal itu membuat, sekalipun hal tidak mengenakkan terjadi diluar dirinya  tetapi hal itu tidak menekannya, karena dia berakar kuat dalam kepercayaan pada Tuhan. Paulus mengajarkan kita untuk hidup bertumpu di landasan yang bersumber pada Tuhan saja, sudahkah kita melakukannya?


Bahan Diskusi :
Diskusikan pengalaman pribadi dan orang lain yang berubah dari pribadi konsisten menjadi tidak konsisten atau sebaliknya? Apa factor yang membuat orang tersebut berubah

Thursday, August 15, 2019

Youth Agustus 2019 #3 - Setiap Saat adalah Peperangan Rohani



SETIAP SAAT ADALAH PEPERANGAN ROHANI. BERJAGA-JAGALAH!
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 3)

Bahan Bacaan
1 Korintus 15:58, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Penjelasan Materi
Youthers, ketahuilah bahwa salah satu kesulitan yang sering kita alami pada saat melakukan kebenaran Firman Tuhan di tengah-tengah dunia ini, adalah keputusan untuk tetap konsisten menjalankan kebenaran itu. Tapi justru  inilah salah satu tantangannya, yaitu agar kita mampu membuktikan bahwa kita adalah pengikut Kristus yang hidup dengan tetap konsisten dengan apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan tanpa keluar dari jalur kebenaran Firman Tuhan.

Memang tidak mudah untuk menjadi pribadi yang konsisten, dalam kisah di Alkitab, kita tahu bagaimana murid-murid Yesus sebagai orang percaya justru memiliki ketidakkonsistenan dalam hal kesetiaannya kepada Yesus. Mengapa demikian? Youthers, ingatkah kisah dalam Injil Matius 26:30-35, tentang beberapa waktu sebelum Petrus menyangkal Yesus tiga kali? Pada saat itu Petrus dengan jelas berjanji akan selalu bersama-sama dengan Yesus dan tidak akan menyangkaNya. Tetapi pada kenyataannya Petrus justru menyangkal Yesus. Pun dengan murid-murid lainnya yang meninggalkan Yesus, sampai-sampai Ia harus berhadapan dengan imam besar, Herodes dan Pontius Pilatus dan sendirian dalam menghadapi penderitaan-Nya di kayu salib tanpa pendampingan dari para murid. Youthers, di sini kita dapat melihat bentuk lain dati ketidakkonsistenan murid-murid  Yesus pada waktu itu.

Youthers, mungkin kita berpikir, pada saat itu  Petrus bisa saja tidak bermaksud dan merencanakan hendak berkhianat dengan menyangkal Yesus. Sama halnya dengan kita ketika kita melanggar Firman Tuhan dengan berbuat dosa, mungkin awalnya kita sama sekali tidak berbuat dosa, akan tetapi, ketika kita tidak berjaga-jaga dan waspada dalam setiap pilihan dan tindakan, maka di situlah kita akan jatuh terjerumus.

Sadarilah Youthers, bahwa dalam kecerdikannya, Iblis menggiring banyak orang Kristen seperti yang dialami Petrus. Oleh karena itu, kia sebagai orang percaya harus menyadari bahwa setiap saat adalah peperangan rohani dan kita harus berjaga-jaga. Percayalah Youthers, jika kita semakin membaca, merenungkan, dan memperkatakan Firman Tuhan, maka ketika kita semakin mendekat kepada Tuhan dan hidup kita yang tidak konsisten dan jiwa kita yang mudah goyah akan semakin diubahkan menjadi pribadi yang konsisten dan teguh pendirian

Bahan Diskusi : Bagaimana usaha kita untuk menjadi pribadi yang konsisten?

Umum Agustus 2019 #3 - Jaga hati (3)


JAGA HATI #03

Minggu yang lalu kita sudah belajar tentang bagaimana dampak jika tidak menjaga hati. Minggu ini kita akan belajar tentang bagaimana bisa menjaga hati dan berkat apa yang akan diterima jika kita menjaga hati kita.

BAGAIMANA KITA BISA MENJAGA HATI?

1.  Dipenuhi/Dibaptis Roh Kudus

“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” (Yoh 7:37-39)
     
Dengan dibaptis Roh Kudus dan senantiasa dalam keadaan yang penuh Roh Kudus barulah dari hati kita mengalir aliran-aliran air hidup. Menjaga hati tidak bisa dilakukan hanya dengan kekuatan kita sendiri. Mungkin untuk satu masa tertentu bisa kita tahan, tapi lama-kelamaan mungkin saja emosi yang selama ini coba ditahan dan disimpan bisa ‘meledak’.
Mintalah pertolongan, kekuatan dan penghiburan dari Roh Kudus, TUHAN pasti mampukan dan kuatkan kita!

Jika ada anggota COOL yang belum dibaptis Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh, mintalah gembala COOL dan saudara-saudara rohani dalam COOL untuk mendoakan.

2. Bergaul dalam komunitas yang benar (COOL)

Pergaulan menentukan input yang masuk dalam pikiran dan hati kita. Pergaulan memiliki dampak yang sangat luar biasa. Itu sebabnya, jika kita ingin menjaga hati dengan baik, kita harus selektif dengan siapa kita bergaul, seperti yang Daud lakukan :

“Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu. Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.” (Mazmur 26:1-5)

Dimana kita bisa menemukan komunitas yang sehat dan membawa dampak positif bagi kita dalam menjaga hati? Tentu COOL (COmmunity Of Love). Datang, bertekun, setia dan alamilah pertumbuhan rohani dalam komunitas yang sehat di COOL!

MEREKA YANG MENJAGA HATINYA MURNI DAN BERSIH:

1.  Diperkenankan naik ke atas gunung TUHAN
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (Mazmur 24:3-4)

Gunung Kudus TUHAN berbicara tentang hadirat TUHAN, dimana kita mengalami perjumpaan dengan DIA. Tanpa hati yang murni, kita tidak dapat berjumpa dengan-Nya sebagaimana tertulis dalam Matius 5:8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

2. Menghadap Allah dengan keyakinan iman yang teguh
Tidak sedikit orang merasa terintimidasi, takut dan tidak berani menghadap Allah baik dalam doa, penyembahan maupun dalam ibadah, karena ada dakwaan, perasaan dalam hati yang membuat mereka merasa tidak layak berjumpa dengan Allah.

Hal seperti ini tidak akan kita alami jika kita mengalami apa yang TUHAN janjikan di Tahun Kelahiran Yang Baru :

“Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” -Yehezkiel 36:25-26.

“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” -Ibrani 10:22. (DL)

Tuesday, August 13, 2019

Youth Agustus 2019 #2 - Manusia Yang Tidak Konsisten



MANUSIA YANG TIDAK KONSISTEN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 2)

Bahan Bacaan
Kolose 3:23, “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Penjelasan Materi
Youthers, pada Minggu pertama kita sudah mengetahui bagaimana Yesus begitu konsisten terhadap segala hal yang melekat dalam diriNya. Berbeda dengan kita manusia, seringkali kita bersikap tidak konsisten dari apa yang kita pikirkan, kita katakan dan kita lakukan.

Bagaimana tidak? Youthers, mari sejenak bercermin, seberapa sering kita berjanji mungkin pada diri sendiri, orang lain, orangtua, teman, saudara atau bahkan kepada Tuhan sendiri, tapi kita tidak konsisten menepatinya? Atau mungkin pada awalnya kita adalah orang jujur, yang selalu menepati apa yang kita janjikan, namun seiring berjalannya waktu, kita terdesak oleh keadaan sehingga akhirnya kita mudah berbohong dan melakukan hal-hal negatif asal keinginan kita dapat tercapai. Untuk itu jangan heran ketika kita mendengar ada banyak karyawan dan pimpinan yang terlibat korupsi, juga orang-orang yang dengan mudah berganti keyakinan, orang yang ingkar janji dan tidak punya integritas. Di sinilah terlihat bahwa manusia terkesan “plantat-plintut” artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan kenyataan manusia suka berubah-ubah dan tidak bertanggung jawab atas apa yang menjadi komitmennya terdahulu.

Youthers, ketahuilah bawa ketika kita tidak bersikap konsisten sekalipun, Tuhan masih memberi kesempatan beberapa kali, Tuhan begitu sabar terhadap kita seperti yang dikatakan dalam Mazmur 103:8, “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia”. Akan tetapi, bukan berarti kita bebas terus menerus mempermainkan Tuhan dengan ketidakkonsistenan kita.

Ada beberapa faktor yang membuat manusia sering berubah-ubah baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan di antaranya yaitu karena waktu, cinta akan dunia dan kekecewaan. Seiring berjalanannya waktu manusia bisa berubah menjadi tidak baik, mungkin karena tuntutan ekonomi, pergaulan dan hal lainnya. Dan oleh karena lemahnya iman kepada Tuhan, membuat manusia menjadi cinta akan uang dan mengejar segala kenikmatan yang ditawarkan dunia. Juga karena beratnya beban hidup, doa yang belum terkabul, maka hal itu dapat menimbulkan rasa kecewa kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita Youthers?

Bahan Diskusi : Sebutkan hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi pribadi yang tidak konsisten?

Wednesday, August 7, 2019

COOL WBI Agustus 2019 - BERKAT TUHAN SELALU ADA UNTUKMU



BERKAT TUHAN SELALU ADA UNTUKMU

“Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi”

- Yosua 23:14b -

PENDAHULUAN

Tahun 2019 adalah tahun permulaan yang baru, tahun kelahiran yang baru terjadi dalam hidup wanita yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus dan yang selalu untuk memilih berjalan didalam kehendak Tuhan. (Bilangan 23:19) Allah selalu menepati janjiNya karena Tuhan bukanlah manusia sehingga Ia tidak berdusta.

ISI

Bagaimana supaya kita dapat menerima berkat Tuhan ?

1.  Miliki Tuhan Yesus Sebagai Tuhan dan Pengharapanmu (1 Timotius 4:10)

Hidup tanpa pengharapan pastilah tidak memiliki arah tujuan yang jelas tetapi jikalau kita memiliki Yesus dalam hidup kita pastilah kita memiliki hidup yang penuh dengan pengharapan, kehidupan kita terjamin dan kita memiliki hidup yang kekal.

2. Buang Dosa (Mazmur 107:17)

Dosa merupakan penghalang dan penghambat untuk kita tidak mendapat berkat, jadi jangan menyimpan sesuatu yang salah namun wanita harus segera menyelesaikan setiap dosa yang menjadi penghalang berkat kita (Yesaya 59:1-2) tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengarkan, tetapi yang menjadi pemisah antara kamu dan Tuhan ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri dari padamu ialah segala dosamu, ritual agamamu dan penyembahan yang berapi-api tidak menyenangkan Tuhan tetapi karaktermu perlu kamu perbaiki (Galatia 5:22-23) yaitu buah rohmu nyata dalam kehidupanmu, itulah yang menyenangkan hati Tuhan.

3. Sadari Bahwa Kau Berharga Di Mata Tuhan (Yesaya 43:4)

Walaupun banyak tantangan atau persoalan bukan berarti Tuhan tidak mengasihimu melainkan kamu berharga bagi Tuhan dan mulia, ingat seorang tokoh alkitab bernama Yusuf walau diproses melalui keluarganya tetap dia berjuang dan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan dan Yusuf tidak mengeluh ataupun menyalahkan keadaan, sebab Yusuf tahu kehidupannya sangat berharga dihadapan Tuhan dan Yusuf percaya semua persoalan itu terjadi atas seijin Tuhan, karena Yusuf taat atas setiap proses yang dilewatinya maka Tuhan mengangkat Yusuf menjadi seorang yang berpengaruh di Mesir.

PENUTUP

Wanita Allah, berkat Tuhan itu milik kita yang mau sungguh-sungguh percaya Yesus dan berkat itu sudah Tuhan sediakan, asalkan wanita mau miliki Yesus sebagai Tuhan dan pengaharapan dalam hidupmu, buang setiap dosa yang menghalangi sebab engkau sangat berharga dimata Tuhan.

Tuesday, August 6, 2019

COOL Umas Agustus 2019 - BERAPA USIAMU ?


BERAPA USIAMU ?

“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”
-Mazmur 23:6-

PENDAHULUAN
Umas yang dikasihi Tuhan berapa usia kita ? Kita akan menjawab dengan menyebutkan jumlah dari tahun usia kita. Ada sebagian orang yang masih muda usianya tetapi berpenampilan seperti orang yang sudah tua, sebaliknya ada juga walaupun sudah UMAS tetapi penampilannya seperti anak muda, namun itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah kita tetap terus berbuah, menjadi gemuk dan segar meskipun telah memasuki usia emas (Mazmur 92:15). Umas, ingat raja Daud berkata kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

ISI
Umas yang terpenting bukanlah berapa usia kita berdasarkan oleh waktu tetapi yang terpenting adalah apa yang telah kita lakukan dalam hidup ini, sebagai Umas dengan apakah kita dapat mengisi hidup yang telah Tuhan anugrahkan kepada kita ?

1.   Melakukan Kebenaran (Amsal 4:18)
Firman Tuhan adalah kebenaran oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk membaca Firman Tuhan dan melakukannya, karena jalan orang yang melakukan kebenaran Firman Tuhan seperti fajar semakin lama akan semakin bersinar terang, dan bertambah kuat ketika menghadapi masalah atau persoalan dalam hidup ini. Jalan hidupnya semakin hari semakin jelas arah dan tujuan hidupnya, kita dipenuhi hikmat sorgawi sehingga kita selalu mengerti kehendak Tuhan.

2.   Suka Memuji Tuhan (Mazmur 34:2)
Umas, orang yang suka memuji Tuhan pasti panjang umur, karena hatinya selalu bergembira. Pada waktu kita memuji Tuhan setiap organ-organ tubuh kita juga ikut bergerak mengikuti irama lagu sehingga badan menjadi lentur dan sehat.

3.   Menjadi Saksi Kristus (Matius 5:16)
Nyatakan segala kebaikan Tuhan didalam hidup kita melalui kehidupan kita sehari-hari. Alirkan kasih dan kebaikan Tuhan yang telah Umas terima dan bagikan kepada sekeliling kita agar merekapun memuliakan Tuhan, ingatlah janji Tuhan sebagai anak-anak Tuhan kita tidak hidup berdasarkan nasib tetapi apa yang kita tabur itulah yang kita tuai (Galatia 6:7-9)

PENUTUP
Umas yang dikasihi oleh Tuhan, apa yang kamu lakukan sekarang merupakan nilai tambah didalam kehidupanmu. Tetaplah melakukan kebenaran Firman Tuhan, memuji Tuhan, menjadi saksi Kristus, dengan demikian Umas semakin bijaksana, tetap berharap berjuang tetap setiap sampai Tuhan Yesus datang untuk menjemput kita.

Umum Agustus 2019 #2 - Jaga hati (2)



JAGA HATI #02
Masuk tahun Kelahiran Yang Baru, Gembala Jemaat Induk, Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo mendapatkan pesan Tuhan dalam Yehezkiel 36:25-26, "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Kita semua yang melangkah sesuai dengan tuntunan Tuhan pasti mengalami apa yang TUHAN janjikan ini.
Hati yang baru adalah hati yang bersih, hati yang jauh dari segala kenajisan, hati yang taat akan segala perintah TUHAN. Namun kita harus ingat bahwa hati yang baru tetap harus dijaga dengan baik. Siapa yang menjaganya? Tentu masing-masing kita dengan pertolongan dari Roh Kudus. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

APA DAMPAKNYA JIKA KITA TIDAK MENJAGA HATI? (lanjutan minggu lalu)

1.     Tidak bisa unity dengan yang lain
Unity atau kesatuan hati memerlukan kerendahan hati. Orang-orang yang tidak bisa menjaga hatinya, dalam konteks ini kerendahan hati, menjaga kegoisan dan mau mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi, tidak akan bisa unity dengan yang lain.
“Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:1-4)
Datang di COOL rajin, tapi tidak bisa unity dengan sesama anggota dan gembala COOL. Sama-sama terlibat dalam pelayanan, tapi tidak bisa unity dengan pengerja yang lain adalah indikasi kita harus membereskan hati kita.

2.   Mengeluarkan perkataan-perkataan yang tidak baik.
Tidak sedikit orang yang berdalih demikian : “saya mah mulutnya (perkataannya) saja yang jahat, hatinya mah baik…” Apakah benar demikian?
“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45)
Jika kita masih sulit untuk mendisiplinkan perkataan kita atau mengontrol agar perkataan kasar, kutuk, sumpah serapah tidak keluar dari mulut kita, itu berarti indikasi kita harus segera membereskan hati kita. karena jika hati kita jaga kesucian dan kemurniannya, pasti perkataan yang keluar dari mulut kita juga adalah perkataan-perkataan yang baik.

3.   Jatuh kedalam berbagai dosa
 “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:18-19)
Selama ini mungkin banyak yang berpikir bahwa apa yang terjadi dengan hati kita, apa yang kita simpan di hati kita adalah sebuah ranah privat yang tidak mengganggu orang lain. Padahal ternyata hati yang tidak dijaga, hati yang tidak beres, hati yang kotor dan najis adalah sumber segala pikiran jahat dan hawa nafsu. Sehingga dengan mudahnya bisa menjerat kita semua tanpa terkecuali jatuh kedalam dosa pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat yang jika kita tidak segera bertobat dan bereskan dapat membawa kita masuk neraka!
Buka hati dan jujur dengan TUHAN saat ini. Jika kita sulit untuk unity, seringkali perkataan yang tidak baik, perkataan yang kotor dan sumpah serapah masih sering terlontar dari mulut kita, dan kita jatuh dalam berbagai dosa, minta ampun dan bertobat. Minta TUHAN menjamah hati kita dan menyucikannya kembali. (DL)

Youth Agustus 2019 #1 - Yesus itu Sangat Konsisten



YESUS ITU SANGAT KONSISTEN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 1)                        

Bahan Bacaan
Ibrani 13:8, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya"

Penjelasan Materi
Youthers, konsistensi berasal dari kata konsisten, yang artinya tetap, tidak berubah, taat kepada prinsip, selalu selaras atau sesuai antara perbuatan dan perkataan. Bicara soal konsistensi manusia, tentunya setiap kita pernah menjadi pribadi yang tidak konsisten, plin-plan, suka berubah-ubah, yang tidak taat pada prinsip, yang tidak menepati janji, yang perbuatannya tidak selaras dengan perkataan kita sendiri. Berbeda dengan Yesus, Ia adalah panutan bagi kita untuk selalu bersikap konsisten, karena Ia selalu sama, dulu, sekarang dan selama-lamanya.

Youthers, pahami bahwasannya setiap kita adalah pemimpin atau mungkin juga seorang yang sedang dipersiapkan sebagai pemimpin bagi anak-anak muda. Yesus menghendaki kita untuk menjadi seorang pemimpin dengan karakter yang konsisten sepertiNya. Kita bisa lihat dalam Alkitab, bagaimana selama perjalanan kehidupan pelayanan Yesus mulai dari Ia lahir sampai disalibkan, penuh dengan sengsara, fitnah dan siksa, tetapi Yesus konsisten untuk menjalani itu semua untuk menggenapi rencana Bapa atasNya. Yesus juga konsisten terhadap apa yang diajarkanNya. Ketika Ia memberitakan kebenaran Firman Tuhan, Ia bukan sekedar berteori, melainkan menjadi pelaku Firman dan tidak pernah melanggarNya, apalagi berubah-ubah terhadap apa yang menjadi prinsipNya. Apa yang Yesus katakan dan pikirkan selaras dengan apa yang diperbuatNya yaitu untuk kemuliaan nama BapaNya yang di Sorga. 

Perhatikan Youthers, dari kehidupan Yesus itu kita bisa mengambil pelajaran penting tentang konsistensiNya akan kebenaran dan iman. Iman Yesus begitu kuat kepada BapaNya di Surga, walaupun begitu berat ancaman yang dihadapinya. Ia tidak pernah menyangkal BapaNya, tidak pernah lari dari tugas karya penyelamatan yang dirancang BapaNya atas umat manusia, tidak pernah lari dari panggilanNya, dan iman kepada BapaNya tetapi Ia  pegang teguh sampai akhir hidupNya.

Youthers, sikap konsisten Yesus ini seharusnya kita teladani dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. Ketika Ia mengambil langkah untuk memulai menjalankan rencana BapaNya, ia konsisten menjalaninya sampai pada kesudahanNya, ia tidak menyerah di tengah jalan, Ia tidak mundur sebelum berperang tetapi menyelesaikannya sampai tuntas. Bagaimana dengan kita?

Bahan Diskusi: Temukan kisah-kisah di Alkitab yang menunjukkam kmsistensi Yesus, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut?

Friday, August 2, 2019

Pastor's Message AGUSTUS 2019 Pdt DR Niko Nyotorahardjo

BUAH KELAHIRAN BARU - OTORITAS


BUAH KELAHIRAN BARU – OTORITAS

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Yoh. 1:12
“Sesungguhnya aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk untuk menahan kekuatan musuh sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” Luk. 10:19

Kedua ayat di atas memuat kata “kuasa” yang jika dilihat dalam bahasa Inggrisnya adalah “authorithy” atau “otoritas”. Dalam penggunaannya sehari-hari kata “otoritas” sering tertukar-tukar dengan kata “kuasa”. Sehingga arti kata “otoritas” menjadi samar. Jika dilihat dalam bahasa Yunaninya kata otoritas di sini diterjemahkan dari kata “exousia” yang mempunyai arti yaitu “memiliki hak untuk melakukan atau mengatur sesuatu dan harus ditaati”. Sementara kata “kuasa”, bahasa Inggrisnya “power” diterjemahkan dari bahasa Yunani yaitu “dunamis” yang artinya sebuah kekuatan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu yang diingini.

Jadi jelas bahwa yang dimaksudkan oleh Yesus mengenai kata kuasa dari kedua ayat di atas adalah “exousia” atau “otoritas”.

Otoritas diberikan oleh suatu yang lebih tinggi berdasarkan posisi dan hubungan khusus. Sifatnya situasional dan relational. Otoritas tidak bisa kita peroleh sendiri. Sementara sebuah kuasa bisa saja diperoleh seseorang dengan melakukan latihan-latihan tertentu. Seseorang bisa memiliki kuasa tanpa memiliki otoritas. Tetapi seseorang pasti mempunyai kuasa jika dia telah memiliki sebuah otoritas.


Sebagai contoh: seringkali kita mengendarai mobil melintas di persimpangan jalan dan di situ ada 2 atau 3 orang yang mengatur simpang siur nya kendaraan agar tidak mengalami kemacetan. Orang-orang tersebut kita panggil ‘Pak Ogah’ yang mengharapkan para pengendara memberi tip kepada mereka agar bisa diprioritaskan untuk melintas. 

Terkadang ada kendaraaan yang bersedia berhenti dan menunggu aba-aba dari para ‘Pak Ogah’ atau ada juga yang sengaja menerobos karena merasa ‘pak ogah’ tidak punya otoritas untuk mengatur jalanan ini. Sehingga tidak bisa dihindari kemacetan tetap terjadi. Para pengendara tidak mau mengalah.


Namun di sisi lain, saya pernah mengendarai mobil melintasi zebra cross penyeberangan di sebuah sekolah di Jakarta Timur. Tiba-tiba seorang siswa SD yang bertugas sebagai PKS (Patroli Keamanan Sekolah) dengan gagah mengangkat tanda STOP dan meniup panjang pluitnya. Serentak kendaraan saya dan semua kendaraan lainnya yang mau melintas di zebra cross tersebut berhenti untuk membiarkan siswa-siswa menyeberang jalan. Mengapa bisa demikian? Anak SD kecil petugas PKS tersebut, ketika dia bertugas dan memakai atribut berupa manset biru-putih dan baret putih nya, otomatis dia memiliki otoritas yang diberikan oleh kepolisian dan dilindungi oleh undang-undang untuk mengatur lalu-lintas. Semua kendaraan harus mentaati perintahnya. Bahkan truk trailer besar sekalipun harus berhenti jika distop oleh nya. Jika mereka melanggar, maka akan kena sanksi oleh Polisi.

Oleh karena sifatnya yang positional dan relational, otoritas yang diberikan oleh sebuah badan yang lebih tinggi itu bisa saja hilang jika siswa SD tersebut tidak lagi menjadi anggota badan PKS dan tidak lagi memakai atribut-atributnya. Dia tidak mempunyai otoritas untuk mengatur lalu lintas. Otoritas juga bisa tidak berfungsi dan tidak menghasilkan kuasa apapun jika siswa SD tersebut tidak mau bertindak menggunakan otoritas nya dengan freewill nya.

Alkitab mengatakan bahwa Yesus telah menerima segala otoritas (exousia) di sorga dan di bumi.

“Yesus mendekati mereka dan berkata: kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Mat 28:18

Orang yang telah percaya kepadanya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat maka orang tersebut dipindahkan posisinya dari zona dosa ke zona berkat. Di sini status kita berubah menjadi orang yang telah lahir baru. Kita telah menjadi anak-anak Alah, dan menerima otoritas untuk menggunakan nama Yesus. Setelah itu kita harus dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus agar mempunyai kuasa untuk melakukan kehendak Bapa dan mendatangkan kehidupan yang penuh kemenangan dan damai sejahtera. Alkitab katakan:

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kis 1:8

Selama Saudara berada dalam hubungan intim dengan Yesus dan mau melakukan perintah-perintah-Nya dengan ketaatan dan hati yang tulus, maka otoritas dan kuasa tersebut akan terus mengikuti kita. Otoritas akan tidak efektif tanpa ketaatan. Yesus bisa melakukan apa saja dengan otoritas-Nya dari Bapa oleh karena dia juga mempunyai ketaatan kepada Bapa yang luar biasa.

Tetapi sebaliknya yang terjadi, jika hidup kita sudah tidak sesuai lagi dengan Firman Tuhan, malas berdoa, malas baca Alkitab, maka rohani kita menjadi kering, dan akan menjadi orang Kristen yang mudah dikalahkan oleh situasi dan kondisi kehidupan kita. Mudah untuk dilemahkan oleh sakit penyakit, masalah keuangan, masalah keluarga, dan seterusnya. Sepertinya nama Yesus tidak mempunyai kuasa untuk mengalahkannya. 

Masalahnya adalah bukan pada nama Yesus nya. DIA tidak berubah dari dulu, sekarang dan selamanya. Masalahnya adalah kita tidak punya hubungan intim dengan Dia, sehingga cenderung lebih mengandalkan cara-cara dunia. Jika otoritas sudah tidak ada bagaimana mungkin mempunyai kuasa? Sama seperti cerita anak SD yang mengatur lalu lintas di sekolahnya itu, jika dia tidak mau memakai atribut-atribut PKS nya, maka dia tidak akan memiliki otoritas untuk memberhentikan mobil-mobil yang lewat bahkan sepeda motor pun dia tidak bisa berhentikan. Untuk dapat berjalan dari satu kemenangan kepada kemenangan lainnya, kita perlu mengetahui otoritas apa saja yang Tuhan Yesus berikan kepada orang-orang yang telah lahir baru dan menjadi anak-anak Alah.

Memenangkan Jiwa
Untuk menjadi ambassador-nya Tuhan kita harus melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus.

“Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Mat 28:19-20
Anak-anak Tuhan dengan otoritas ilahi memiliki kuasa untuk membebaskan jiwa-jiwa yang terikat oleh kuasa dosa. Doa atas orang-orang tersebut akan menggerakan Roh Kudus untuk bekerja dan menempelak mereka akan dosa-dosa mereka. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Upah dosa adalah maut. Kesaksian hidup kita akan membuat mereka mengerti bahwa tidak cukup hanya menjadi orang baik saja, tetapi butuh kasih karunia keselamatan dari Allah melalui Tuhan Yesus.

Menuntun Seseorang Kepada Baptisan Roh Kudus

“Lalu pergilah Ananias kesitu dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: Saulus saudaraku Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Kis 9:17
Otoritas yang kita miliki juga bisa digunakan untuk meminta Tuhan Yesus membaptis orang dengan baptisan Roh Kudus. Mereka akan dipenuhi dengan Roh Kudus dan berbahasa Roh.

Mengusir Setan
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-KU, mereka akan berbicara dengan bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.” Mrk 16:17
Kuasa gelap yang mengakibatkan ketakutan, kekhawatiran, perselisihan, dan dakwaan akan enyah atas perintah kita. Roh yang ada dalam diri kita yaitu Roh Kudus; lebih besar daripada roh-roh setan.

Menyembuhkan Penyakit
“Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka meminum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Mrk 16:18

Otoritas anak-anak Allah adalah memiliki kuasa mengalahkan segala kuasa-kuasa santet dan guna-guna dari Iblis. Peperangan rohani akan kita menangkan. Bahkan kita akan mempunyai kuasa mujizat kesembuhan. Kesembuhan yang sifatnya fisik maupun roh. Roh Kudus akan bekerja atas otoritas kita, sehingga firman Tuhan yang kita perkatakan tidak keluar dengan sia-sia, tetapi ada konfirmasinya dan kuasanya. (RL)

Thursday, August 1, 2019

Umum Agustus #1 - Jaga hati (1)

JAGA HATI #01
Masuk tahun Kelahiran Yang Baru, Gembala Jemaat Induk, Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo mendapatkan pesan Tuhan dalam Yehezkiel 36:25-26, "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Kita semua yang melangkah sesuai dengan tuntunan Tuhan pasti mengalami apa yang TUHAN janjikan ini.
Hati yang baru adalah hati yang bersih, hati yang jauh dari segala kenajisan, hati yang taat akan segala perintah TUHAN. Namun kita harus ingat bahwa hati yang baru tetap harus dijaga dengan baik. Siapa yang menjaganya? Tentu masing-masing kita dengan pertolongan dari Roh Kudus. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

APA DAMPAKNYA JIKA KITA TIDAK MENJAGA HATI?
1.  Menjadi Sombong
Kesombongan adalah salah satu dosa tertua. Diawali dengan pemberontakan Lucifer yang karena kesombongannya ingin menyamai TUHAN (Yesaya 14:11-15). Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, bukan sekedar karena buah tersebut menarik hati untuk dimakan, tetapi juga karena iming-iming (bujukan/rayuan) si ular bahwa mereka akan menjadi sama seperti Allah (Kejadian 3:5-6). Nimrod dan para pengikutnya yang membangun menara Babel (Kejadian 11:2-4). Nebukadnezar ketika semakin besar kekuasannya menjadi sombong dan direndahkan TUHAN (Daniel 4:28-33).
Jika kita tidak bisa menjaga hati, kita tidak akan siap saat dipakai Tuhan dengan dahsyat atau diberkati dengan luar biasa. Dengan mudahnya kita bisa jatuh kedalam kesombongan.
2. Motivasi yang tidak murni dalam melayani
Melayani seharusnya dilakukan dengan motivasi untuk mempermulikan Tuhan Yesus, memperluas Kerajaan-Nya di bumi serta menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Namun demikian tidak sedikit orang melayani dengan motivasi yang tidak murni. Ada yang demi popularitas diri sendiri atau sekedar memenuhi kebutuhan (motivasi uang/kekayaan). Orang-orang seperti ini tidak menjaga hati yang baru dan murni.
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.” (Roma 16:17-18)
Sangat berbeda jauh dengan apa yang dilakukan Rasul Paulus dalam pelayanannya. Mereka yang menjaga hati tetap dalam motivasi yang murni akan melayani tanpa pamrih dan siap menanggung beban dan penderitaan.
“dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;” (Kis 20:19-20)
3. Senantiasa menyimpan dendam/Tidak mau mengampuni.
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:12-13)
Orang yag tidak bisa menjaga hati cenderung sensitif, mudah tersinggung dan tidak mudah untuk mengampuni. Padahal Firman Tuhan mengungatkan kita agar kita mengampuni sebagaimana Kristus telah mengampuni kita.
Jika masih ada diantara anggota COOL yang mengalami ketiga hal diatas: Sombong, memiliki motivasi yang salah dalam melayani serta menyimpan dendam atau kepahitan dan sukar untuk mengampuni, ini adalah tanda agar Anda segera membereskan hati, segera lepaskan pengampunan saat ini juga, sehingga hati yang baru yang TUHAN berikan tetap kita jaga dengan baik. (DL)

Youth Juli 2019 #4, HIDUP DALAM KEBENARAN FIRMAN TUHAN

HIDUP DALAM KEBENARAN FIRMAN TUHAN
(TRUTHFULNESS VS DECEPTION  PART 4)

Bahan Bacaan
Efesus 4:25, “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota”

Penjelasan Materi
Youthers, dalam kehidupan sekita tentunya kita pernah menjumpai orang orang baik, yang suka membantu orang lain, peduli pada sesama dan hal apapun yang dapat menyenangkan hati orang lain,  sehingga banyak orang yang menyukainya. Di sisi lain, mungkin Youthers juga pernah menjumpai orang-orang yang mau hidup berpegang pada prinsip hidup yang benar sesuai Firman Tuhan, yang tidak mau mengenal kompromi terhadap hal-hal yang tidak benar yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Tipe orang seperti ini cenderung tegas dan berani mengambil resiko ketika melakukan prinsip kebenaran yang dipahami dan dijalaninya sekalipun akan mengalami benturan, hinaan, cibiran dan sikap tidak suka dari orang lain yang merasa bahwa kebenaran yang diyakininya itu tidak sesuai dengan kebiasaan atau ”trend” yang ada di masyarakat pada umumnya.

Pertanyaannya, mana yang Youthers pilih? Menjadi orang baik yang melakukan apa saja agar menyenangkan hati orang lai atau menjadi orang benar yang hidup sesuai Firman Tuhan sekalipun tidak disukai banyak orang? Ingat baik Youthers, bahwa orang baik bisa disukai banyak orang tapi belum tentu hidup benar, sebaliknya orang benar mungkin tidak disukai banyak orang, tapi selalu menghasilkan buah yang baik. Itu artinya, kita tidak bisa hanya hidup baik agar disukai banyak orang, tapi yang terpenting kita harus hidup benar di hadapan Tuhan.

Youthers, mungkin banyak di antara kita orang percaya yang  menginginkan hidup sebagai orang benar, namun terus mengalami kegagalan sehingga kita mulai berpikir bahwa menjadi orang benar yang senantiasa benar-benar hidup dalam kebenaran memang  tidaklah semudah mengatakannya. Akan tetapi kita jangan lah tawar hati Youthers.  Bagaimanakah supaya kita hidup benar pada hari ini, besok dan masa yang akan datang atau sampai pada akhirnya? Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Kiranya pandangan kita selalu berfokus kepada Yesus yang menjadi pemimpin hidup kita

Bahan Diskusi : Apa usaha yang kita lakukan untuk hidup benar di hadapan Tuhan?

Youth Juli 2019 #3, KETIKA KITA TERGODA UNTUK MELAKUKAN HAL TIDAK BENAR



KETIKA KITA TERGODA UNTUK MELAKUKAN HAL TIDAK BENAR
(TRUTHFULNESS VS DECEPTION  PART 3)

Bahan Bacaan

Efesus 6:11, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”

Penjelasan Materi

Youthers, Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:8 mengingatkan kita agar sadar dan berjaga-jaga karena lawan kita, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Ketahuilah Youthers, bahwa Iblis akan berusaha dengan segala kepalsuannya, membuat manusia melakukan dosa dan serangannya paling utama ada dalam pikiran. Maka dari itu seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita diperhadapkan pada pilihan untuk melakukan hal benar atau tidak benar, mungkin kita pernah berada pada kondisi bergumul keras untuk menentukan pilihan mana yang akan kita ambil. Terkadang kita tahu bahwa pilihan A adalah pilihan salah yang bertentangan dengan Firman Tuhan, sedangkan pilihan B adalah pilihan yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan, akan tetapi daging kita begitu lemah dan pikiran kita memengaruhi kita untuk mengambil keputusan yang keliru dan membawa kita pada dosa. Di sinilah Iblis akan memengaruhi pikiran kita sampai kita mau mengambil keputusan yang salah.

Youthers, setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk berbuat dosa, pencobaan itu bisa berasal dari luar maupun dari dalam pikiran kita sendiri, tetapi kita harus bisa berkuasa atasnya. Perhatikan Firman Tuhan dalam Kejadian 4:7, "…Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."  Firman Tuhan berkata dalam Markus 14:38, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mrk 14:38). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berdoa, bergantung pada pimpinan Roh Kudus, serta mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, sehingga kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Percayalah Youthers, ketika kita terus hidup dalam kekudusan, kebenaran, integritas, dan berdoa setiap hari meminta penyertaan Tuhan menutup bungkus tubuh, jiwa dan roh kita, maka kita pasti diluputkan dari segala dosa, pencobaan, dan segala sesuatu yang berasal dari si jahat yang menghancurkan hidup kita. Kita pun akan mendapat kekuatan untuk berdiri teguh dalam kebenaran firman-Nya, sehingga kita beroleh kemerdekaan dari dosa yang membawa kita kepada kehidupan yang berhasil dan berbuah.

Bahan Diskusi : Bagaimana cara kita lari dari dosa dan menghindari melakukan hal yang tidak benar

Umum Juli 2019 #3 - Yesus Tuhan Yang Meresponimu


YESUS TUHAN YANG MERESPONIMU

Lukas 7:1-10

"Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!""
Lukas 7:9

            Lukas banyak mencatat interaksi Yesus dengan bangsa-bangsa non-Yahudi.  Secara konsisten rasul ini mencatat berbagai interaksi Yesus dengan orang-orang yang menurut pandangan bangsa Yahudi tidak mungkin diselamatkan atau bertobat atau mendapat bagian merasakan mujizat dan kasih TUHAN.  Rasul Lukas mencatat banyak peristiwa mengenai hal ini dalam kitab injil Lukas maupun Kisah Para Rasul.  Ini menunjukkan bahwa kasih karunia TUHAN sejak dahulu bukan hanya kepada bangsa Yahudi, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain.  Puji TUHAN.  Demikian juga dalam kisah yang singkat namun luar biasa karena sampai Tuhan Yesus memberikan pernyataan yang luar biasa mengenai iman seorang non-Yahudi di ayat ke-9 yang telah kita baca diatas.

3 (tiga) hal yang dapat kita tarik dari teks yang kita baca hari ini:

1.       TUHAN Yesus meresponi permohonan minta tolong semua orang (2-3)

Perhatikanlah bahwa perwira yang meminta tolong kepada Tuhan Yesus adalah seorang non-Yahudi.  Tidak jelas apakah ia menjadi seorang penganut Yudaisme, tetapi yang jelas ia membangun hubungan yang baik dengan orang-orang Yahudi dan terlebih begitu menghormati Yesus.  Perwira ini memohon pertolongan kepada Yesus dan Ia meresponi permohonan itu.

Kita harus menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Allah atas semua orang. Ya, semua orang! Baik orang-orang yang percaya kepada-Nya maupun yang tidak.  Kasih-Nya, mujizat-Nya, kesembuhan-Nya tersedia bagi siapa saja yang memintanya kepada-Nya.  Ini harus kita pahami dengan baik.  Kemurahan Tuhan tersedia bagi semua orang; justru itulah yang akhirnya membuat orang mengikut Kristus dan percaya kepada-Nya.  Itulah yang menjadi pesan kita kepada semua orang yang sedang mengalami kesulitan, permasalahan dan kebuntuan dalam hidup mereka.  Siapapun boleh memanggil nama Tuhan Yesus, berseru kepada-Nya dan memperoleh jawaban dari-Nya.  Dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus meresponi semua orang, kita sedang melaksanakan Amanat Agung dari Tuhan Yesus itu sendiri (baca bersama-sama Matius 28:18-19).

Diskusi: pernahkah saudara memberitakan kasih Kristus kepada orang yang belum percaya?  Pernahkah saudara mendoakan orang yang belum percaya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus?

2.       TUHAN Yesus meresponi orang yang menunjukkan hormat kepada orang lain dan juga kepada diri-Nya (4)

Sangat menarik menurut kebiasaan orang-orang Yahudi pada waktu itu, untuk berinteraksi dengan orang-orang Romawi adalah suatu kenajisan.  Pada waktu itu ada dua bangsa yang demikian berseberangan dengan bangsa Yahudi: Romawi dan orang-orang Samaria.  Namun di ayat 4 jelas kita membaca bahwa sang perwira ini justru membangun hubungan yang baik dengan orang-orang Yahudi di Kapernaum.  Perwira ini memberi hormat kepada tua-tua Yahudi, menjadikan mereka sahabat dan bahkan ikut membantu pembangunan sinagoga.  Ia juga menghormati Yesus sebagai tokoh.  Salah satu buktinya adalah perwira ini tidak menemui langsung Yesus karena jika ia lakukan demikian, baik dirinya maupun Yesus akan dicemooh karena interaksi Yahudi-non Yahudi.  Dengan meminta kepada sahabat-sahabatnya (para tua-tua), ia sedang menjaga "image" Yesus sebagai guru besar.

Sebagai orang Kristen, demikianlah hidup kita juga; kita sepatutnya memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada semua orang, terlebih lagi kepada Tuhan.  Belajar dari perwira romawi ini, dia mengerti (a) sensitifitas kebiasaan lokal, (b) menjalin hubungan baik dengan semua orang, terutama pada "senior", (c) memperhatikan kaum yang lebih lemah --sekalipun Kapernamum adalah wilayah jajahannya.  Perwira Romawi ini juga memberikan kita pelajaran berharga bagaimana menghormati Tuhan Yesus: (a) sadar Ia lebih berkuasa daripada diri kita, (b) melihat dirinya tidak layak dihadapan Tuhan --malah akhirnya dilayakkan oleh-Nya, (c) menempatkan diri sebagai bawahan/prajurit Kristus.

Tuhan Yesus sangat meresponi orang-orang yang memiliki sikap hidup dan perilaku seperti sang perwira ini.


3.       TUHAN Yesus meresponi iman yang ditujukan kepada kepada-Nya (6-8)

Sangat menarik, perwira ini menempatkan Yesus sebagai "Tuan".  Dalam bahasa Yunani, kata ini adalah "kurios" yang juga bisa diterjemahkan sebagai "Lord" atau "Tuhan".  Perwira ini mengimani bahwa Yesus bukan sekedar nabi atau pengajar, tetapi Dia adalah Tuan diatas segala tuan, dan adalah TUHAN itu sendiri.  Inilah yang membuat Yesus menjadi heran (baca: terkesima) oleh karena pernyataan sikap yang ditunjukkan perwira Romawi ini tidak Ia temukan diantara bangsa pilihan-Nya sendiri.  Perwira Romawi ini tidak sekedar memberikan penghargaan kepada Yesus, tetapi ia juga percaya sepenuhnya akan kuasa Yesus yang melampaui waktu, jarak dan pikiran orang.  Inilah iman yang Tuhan cari diatas muka bumi ini.

Iman bukanlah suatu keyakinan pada sesuatu hal atau diri sendiri.  Seringkali orang salah mengartikan iman sebagai suatu keuletan, keyakinan pribadi atau self fullfiling prophecy.  Tidak demikian.  Iman kekristenan adalah suatu keyakinan yang disandarkan kepada kepercayaan bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara ajaib bagi kita.  Iman yang sejati adalah menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Kristus; karena siapa diri-Nya sebagai TUHAN.  Iman semacam inilah yang mendapatkan respon langsung dari TUHAN.

Peneguhan

            Kita dipanggil untuk menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus.  Disaat dunia sepertinya berkata "allahmu ya allahmu, allahku ya allahku" justru inilah waktunya kita memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas semua orang.  Dan satu hal yang sangat terbukti dari diri-Nya: Ia meresponi kita, Ia begitu mengasihi kita.  Nyatakanlah hal ini, hiduplah dengan perdamaian dengan semua orang, percaya penuh kepada-Nya, sehingga bukan hanya engkau yang akan terus mengalami kasih-Nya, tetapi semua orang yang percaya memiliki kesempatan untuk mengenal Dia. Amin. (CS)

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH