Wednesday, February 28, 2018

 A Doing UNUSUAL Things (Melakukan yang tidak biasa)

 A Doing UNUSUAL Things
Melakukan Yang TIDAK BIASA

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,
bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.”
(Yohanes 14:12)

Albert Einstein pernah berkata, “Hanya orang gila yang mengharapkan
hasil berbeda, namun selalu menerapkan cara-cara yang sama.” Ya, mustahil
mendapat hasil yang luar biasa, kalau Anda hanya terpaku pada cara-cara
bisnis yang biasa dari tahun ke tahun. Sayangnya, tidak sedikit orang yang
enggan beranjak kepada sesuatu yang baru, hanya nyaman dengan hal-hal
yang biasa ia lakukan. Sebab, memang melakukan hal yang belum pernah
dikerjakan, melakukan hal yang tidak biasa, yang tidak lazim, ini jelas berisiko.
Namun ingat, hal itu pula yang merupakan pintu menuju sebuah keberhasilan
yang lebih besar.
Lihatlah Elia, di musim kemarau ia malah melakukan hal yang ekstrem,
mempersembahkan air kepada Allah begitu limpahnya. Ya, ia tidak memberi
air dalam jumlah sekedarnya, namun jumlahnya benar-benar di luar nalar.

Satu buyung air itu sekitar 39,5 liter. Elia menyuruh orang memenuhi empat
buyung penuh dengan air bahkan dilakukan sampai tiga kali. Bisa Anda
bayangkan, bukan berapa uang yang ia habiskan untuk membeli air di zaman
kekeringan itu ? “Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan
air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!” Kemudian
katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat begitu
untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga
kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya.” (1 Raja-Raja
18:34). Hamba-Nya itu, melakukan hal yang tidak biasa, pada akhirnya ia
mengalami mujizat yang tak biasa pula.

Jika Anda rindu mengalami unusual miracles, inilah hal-hal yang perlu Anda
buat :
BERDOA Dengan Cara Yang TIDAK BIASA

Fiman Tuhan dalam I Tawarikh 4:10 berkata, ”Yabes berseru kepada Allah
Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah
dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan
melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa
aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.” Doa Yabes begitu
fenomenal. Tapi tahukah Anda bagaimana kondisi Yabes saat ia memanjatkan
doa yang luar biasa itu ? Apakah ia tengah dihujani oleh berkat-berkat ?
Kesehatannya prima ? Bisnisnya maju pesat ?
Tidak. Sebaliknya, hidupnya saat itu jauh dari kata makmur dan sehat.
Justru dalam tekanan, dalam kesakitan dan kesulitan, doa yang penuh
kuasa, doa yang tak lazim itu lahir. Ya, kala usaha mandeg, sepi, karir
seolah berjalan di tempat, naikkanlah doa, namun bukan doa yang bi￾asa tentunya. Masuklah dalam hadirat Tuhan, niscaya Roh Kudus akan
memimpin setiap kata demi kata sehingga Ia akan memampukan kita
mengucapkan doa yang profetik, yang penuh kuasa. “Doa orang yang
benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16B).

BEKERJA Dengan Cara yang TIDAK BIASA
Anda tahu dari mana mulanya bisnis Traveloka tercipta ? Ini karena
pemiliknya, Ferry Unardi mampu berpikir secara berbeda. Ya, sebagai
mahasiswa di Boston yang menjadi karyawan di Seattle dan sering pulang
ke kampung halamannya di Padang, Ferry merasa semakin jengkel
terhadap susahnya mem-booking pesawat untuk pulang karena ia selalu
mengalami kesulitan memperkirakan rutenya . Saat itulah, Ferry yang saat itu
berumur 23 tahun memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman
dan mulai berpikir untuk berbinis. “Jika tidak ada layanan yang menawarkan
apa yang Anda butuhkan, maka buatlah sendiri,” begitulah pikirnya.
Ya, banyak orang berhasil di dunia ini, bukan karena mereka lebih pandai,
lebih kaya, lebih berwawasan, namun mereka menuai hal tak biasa karena
lebih kreatif. Maka, semakin lekatkanlah diri kita kepada Sang Creator itu,
Tuhan, maka niscaya hidup kita tak akan pernah kering dari ide-ide sehingga
Anda dan saya akan selalu dimampukan untuk berpikir berbeda dari
kebanyakan orang, think out the box. “Karena TUHANlah yang memberikan
hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” (Amsal 2:6)

BERPIKIR Dengan Cara Yang TIDAK BIASA
Hal berikutnya yang perlu Anda lakukan untuk mengalami mujizat yang tidak
biasa adalah dengan melakukan hal-hal yang tidak biasa pula. Sayangnya, ada
saja orang yang berpikir konyol, mau mendapat hal berbeda, tetapi melakukan
hal yang sama. Menabur sama banyaknya di tahun kemarin, memiliki gaya
hidup yang tak jauh berbeda dari masa-masa yang lalu. Jika itu yang masih
kita kerjakan, jangan heran hasilnya akan tetap sama. Ya, jika Anda melakukan
apa yang biasa Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang biasa Anda
dapatkan. Dalam dunia startup, dikenal adanya istilah “pivot”, yang mengacu
pada perubahan arah dan strategi utama perusahaan secara radikal. Pivot
yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan besar di awal perjalanan mereka,
tak disangka mengantarkan mereka ke puncak kejayaan. Ada beberapa
perusahaan dengan kebijakan ‘banting stir’ alias pivot yang cukup
dramatis diantaranya adalah Youtube. Mulanya Youtube didesain sebagai
situs kencan online. Mitsubishi awalnya didirikan sebagai perusahaan
pengapalan. Kawasaki dulu adalah perusahaan yang bergerak di bidang
konstruksi. Mereka semua berinovasi dan Anda tahu hasilnya. Karena itu,
jangan ragu melakukan perubahan atau langkah-langkah secara radikal,
secara tak biasa sebab yang menyertai Anda adalah pribadi yang tak
terbatas. (Yohanes 3:34).
Bahkan dikatakan dalam Kisah Para Rasul 19:11-12, “Oleh Paulus Allah
mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, bahkan orang membawa
saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya
atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah
roh-roh jahat.” Ya, orang-orang percaya di zaman para rasul pun membuat
mujizat yang luar biasa dengan saputangan rasul Paulus, sebuah hal
yang tak lazim, sebuah metode yang belum pernah dipakai siapa pun
sebelumnya, namun oleh kuasa Tuhan, mujizat terjadi.

Membangun KEBIASAAN Yang TIDAK BIASA

Last but not least, bangunlah kebiasaan yang tidak biasa. Dulu John Wesley
sama sekali tidak peduli dengan orang. Namun sejak melihat pelayannya
hidup susah, sementara ia bergelimang harta, ia putuskan membangun
kebiasaan baru yakni memberi untuk sesama. Mula-mula, ia memberi 2
Poundsterling dari gajinya yang berjumlah 30 Poundsterling. Lama-lama,
gajinya meningkat menjadi 60 sampai 90 Poundsterling. Namun gaya
hidupnya tak berubah, ia tetap bertahan dengan 28 Poundstreling, sisanya
ia berikan untuk sesama. Hasilnya ? Pelayanannya berkembang dengan
pesatnya. “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang
menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (Amsal 11:24)
Pro & Biz, lakukanlah langkah-langkah di atas dan bersiaplah menerima
mujizat yang tak biasa di musim ini. (JSW/IS)

JIKA ANDA PUNYA TUHAN YANG LUAR BIASA MENGAPA ANDA HANYA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BIASA ?

YOUTH MINGGU KE 2 MARET 2018


Minggu 2
PENTINGNYA MENCETAK MURID

Bahan Bacaan
Matius 28:19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Penjelasan Materi
Youthers, pada Minggu 1 kita sudah memahami tentang apa dan bagaimana menjadi murid Kristus.  Tidak berhenti sampai menjadi murid Kristus, kita sebagai orang percaya juga harus mencetak murid, sampai murid yang kita cetak juga mampu mencetak murid kembali dan seterusnya, karena seorang murid juga diajar untuk bisa membagikan dan mengajar orang lain juga Hal ini seperti yang dikatakan Firman Tuhan dalam II Timotius 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

Mengapa kita harus mencetak murid? Karena inilah yang menjadi amanat Agung dari Tuhan kita Yesus Kristus untuk menjadikan semua bangsa menjadi muridNya, seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Matius 28:19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Untuk mencetak murid, dibutuhkan keteladanan dari kita. Sulit bagi kita untuk menjadikan orang lain murid Kristus, tetapi kita sendiri tidak memberikan keteladanan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita.  Untuk itu Youthers, apa yang menjadi tindak tanduk kita haruslah terus selaras dengan Firman Tuhan, karena seorang murid belajar bukan hanya dari mendengar tetapi juga melakukan seperti yang diajarkan gurunya. Jadi jika saat ini dalam pelayanan apapun, kita dipercayakan menggembalakan domba-domba kita, maka sebagai guru/kakak rohani kita harus menjadi contoh yang baik bagi murid/adik rohani kita.

Yang harus kita ingat dalam mencetak murid adalah menjadikan Kristus sebagai pusat segalanya. Ingat Youthers, bahwa kita bukan sedang mencari pengikut bagi diri kita, tetapi kita sedang mencetak orang untuk menjadi pengikut Kristus. Kita harus bisa mengajarkan kepada adik-adik rohani kita untuk memprioritaskan kasihnya kepada Kristus sebagai prioritas utama di atas segalanya

Bahan Diskusi
1. Apakah saat ini kita sudah mempunyai adik rohani?
2. Bagaimana cara kita mengajar, menggembalakan adik rohani kita? Sudahkah kita berusaha untuk menjadikan mereka murid Kristus?

YOUTH MINGGU 1 MARET 2018

Minggu 1
MENJADI MURID KRISTUS

Bahan Bacaan
Matius 16:24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Penjelasan Materi
Youthers, tentunya kita pernah menjadi seorang murid ketika kita duduk di bangku SD, SMP maupun SMA atau mungkin saat ini kita masih berstatus sebagai seorang pelajar. Tentunya ketika setiap hari pergi ke sekolah, kita siap untuk menerima setiap materi pelajaran dari Guru dan menerima setiap pengajaran yang diberikan. Tugas-tugas yang dibawa ke rumah, presentasi di depan kelas, ulangan harian/mingguan sampai ujian kenaikan kelas, kita harus melalui semua proses itu sebagai seorang murid. Ya ituah gambaran seorang murid sekolah. Tetapi kita berbeda dari sekedar murid di sekolah. Kita adalah murid Kristus.

Murid adalah seorang yang mau belajar dan bersedia diajar. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi murid Kristus yang sejati.  Jadi Youthers, kita haruslah menjadi orang-orang yang mau diajar dan belajar tentang kebenaran firman Tuhan dan mau mengikut serta mengabdikan diri kepada Tuhan. Jika sebagai murid Kristus kita tidak mau dibentuk sesuai Firman, tidak mau diajar tentang hidup benar sesuai ajaran kekeristenan dan menolak setiap pembentukan dari Tuhan, maka kita bukanlah murid yang sesungguhnya. Murid identik selalu bersama dengan gurunya juga selalu mau dengar apa yang disampaikan gurunya, untuk itu sebagai murid Kristus sudah seharusnya kita  berjalan bersama Tuhan sebagai Guru Sejati melalui FirmanNya yang kita baca, renungkan dan lakukan setiap harinya.

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan untuk menjadi seorang murid Kristus dalam Matius 16:24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”  Ya, syarat sebagai murid yaitu “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut”. Artinya, kita minta untuk dapat menaklukan diri kita sendiri untuk bisa mengesampingkan urusan pribadi kita dan menempatkan kehendak Tuhan pada prioritas yang utama, bersedia untuk menanggung segala kondisi bersama dengan Tuhan sekalipun prosesnya tidak mudah dan mengikutNya dengan sepenuh hati.

Youthers, menjadi murid yang sejati memang tidak lah mudah, karena dibutuhkan komitmen sungguh dan integritas yang kuat dalam melaksanakan kehendaknya. Sudahkah kita melakukannya?
Bahan Diskusi:
1. Apakah ketiga syarat menjadi murid Kristus sudah kita terapkan dalam diri kita?
2. Apa tantangan terbesar kita untuk mengikut Yesus dan menaati FirmanNya?


SUPLEMEN COOL WBI MARET 2018

MEMENANGKAN SUAMI TANPA PERKATAAN

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah  kepada suamimu,  supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya
1 Petrus 3 : 1-


PENDAHULUAN

Wanita, kita ditugaskan untuk menjadi alat Tuhan sesuai dengan visi WBI WOW yang ke-4 yaitu menjadi  pembawa kabar baik dan kesaksian. Wanita berfungsi untuk menyaksikan Tuhan bagi suami, anak-anak bahkan keluarga yang belum bertobat. Jangan pernah ragu-ragu dengan apa yang sudah kita alami yaitu keselamatan, bagikanlah kepada orang-orang yang kita kasihi, supaya mereka diselamatkan. Karena satu orang diselamatkan maka seisi rumah akan diselamatkan, imanilah hal itu. Dengan menjadi teladan dalam sikap dan tindakan maka tanpa perkataan pun seseorang dapat dimenangkan.

ISI
Ada beberapa sikap yang perlu kita lakukan untuk memenangkan suami / anak-anak / keluarga kita, yaitu :

1. Hidup Dipimpin Oleh Roh Kudus (Kisah 1 : 8)
Dipenuhi Roh Kudus berarti Dia bebas untuk menempati setiap bagian dari hidup kita, menuntun dan menguasai kita. KuasaNya dapat disalurkan melalui kita sehingga apa yang kita lakukan merupakan buah untuk Tuhan. Kepenuhan Roh Kudus bukan hanya berlaku untuk kelakuan belaka, namun juga untuk pikiran kita yang paling dalam dan motivasi dari perbuatan-perbuatan kita. Sehingga saat hidup kita dipenuhi Roh Kudus maka kita bisa jadi berkat, dan jadi Saksi yang hidup secara khusus bagi suami dan seluruh keluarga kita.

2. Tidak Hidup dalam Kekuatan Allah (2 Timotius 1:7)
Firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 berkata : “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Tuhan tidak pernah memberi kita roh ketakutan. Apabila kita hidup dalam ketakutan maka kita tidak percaya pada kebesaran kuasa Tuhan yang sanggup mengubahkan hidup kita bahkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebaliknya Ia memberikan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Wanita, mari lepaskan segala ketakutan kita, dan hiduplah dalam kekuatan Allah maka kita dapat memenangkan suami bahkan anak dan keluarga kita dengan kasih dan ketertiban. Bukan dengan paksaan, dengan kata-kata kasar, dengan marah-marah yang dapat menimbulkan pertengkaran dan kebisingan. Hidup dalam kekuatan Allah berarti kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya serta memiliki karakter yang terus menerus diperbaharui, agar kita tidak menggurui suami kita, namun justru kita harus merangkul dan mendoakan. Menjadi penolong yang baik untuknya bahkan untuk anak-anak dan semua keluarga kita. Dalam Efesus 5 : 24 dikatakan “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.” Taatlah pada Firman Tuhan, maka kita akan melihat buahnya yang manis.

3. Berani Bayar Harga dan Tidak Mementingkan Diri Sendiri (Ibrani 13:15-16)
Wanita, beranilah bayar harga dan tidak egois. jangan fokus pada diri sendiri tapi fokuslah pada Tuhan. Banyaklah berdoa, banyak bertindak dengan kasih, dengan kerendahan hati, dengan ketulusan. Walaupun masih belum kelihatan apa yang kita doakan, jangan pernah berhenti. Sebagai penolong, kita harus merelakan diri dan berperan sebagai penopang bagi suami dalam keadaan apapun, baik ataupun tidak baik. Memang kekuatan kita secara fisik terbatas tetapi kita diciptakan kuat, karena kita terbuat dari tulang, kita dimurnikan dua kali. Dimana pada penciptaan Adam yang pertama Tuhan membentuknya dari debu tanah, sedangkan wanita diambil dari tulang Adam, inilah maksudnya dimurnikan 2 kali, supaya lebih kuat dan cakap menanggung segala gelombang hidup ini. Ingatlah selalu, bersama Tuhan kita cakap melakukan perkara-perkara yang besar.

4. Menjadi Wanita Yang Bijaksana (1 Samuel 25 : 3b)
Wanita, mari  belajar dari Abigail. Abigail adalah istri Nabal. 1 Samuel 25:3b berkata : “Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya.” Abigail adalah wanita bijak dan cantik, sedangkan Nabal adalah seorang kaya namun kelakuannya jahat dan buruk. Kepintaran dan kepekaan Abigail menyelamatkan keluarganya dari ambang kehancuran (1 Samuel 25:34).  Wanita, mintalah hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan (Yakobus 1:5), maka hidup kita pun bisa berubah, dan kita bisa menjadi penolong bagi suami serta seisi rumah kita.

PENUTUP
Wanita  yang dikasihi Tuhan, mari milikilah yang pertama keberanian untuk menjadi penolong yang baik dengan tidak banyak berkata-kata tapi dengan tindakan kasih, dengan penundukkan diri dan kerendahan hati, kedua berani untuk bayar harga dan tidak mementingkan diri sendiri, dan yang ketiga milikilah hati yang taat pada kebenaran firman Tuhan. Tuhan akan mampukan dan berikan pertolonganNya, Ia akan memberi kita hikmat untuk melakukan kebenaranNya sehingga kita dapa memenangkan suami, anak bahkan keluarga besar kita bagi kemuliaanNya.

Tuhan Yesus Memberkati

KEGIATAN PAUD - TGL.28-02-18




















SUNTIK ORI PAUD GBI WARAKAS

























Suplemen Cool Umum, Minggu ketiga Maret 2018

BANTU DAN BIMBING SAUDARAMU YANG TERSESAT
(Galatia 6:1-10)


Salah satu bukti bahwa kita menjalankan Firman TUHAN adalah kita saling memperhatikan satu-sama lain sebagai sesama anggota keluarga kerajaan Allah. TUHAN mengingatkan melalui rasul Paulus dalam teks yang kita baca minggu ini, bahwa bentu perhatian itu bukan hanya secara fisik, misalnya membantu saudara kita saat dia sakit atau kesulitan secara keuangan, namun juga -terlebih- secara rohani.  Menjelang kedatangan Kristus kedua kali yang sudah sangat amat dekat, maka kita menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.  Salah satu tantangan itu adalah kemungkinan terjadinya pelanggaran Firman TUHAN oleh saudara kita.  Mungkin juga tidak sampai pada tahap dia berbuat dosa, namun ada suatu pandangan yang tidak Alkitabiah yang ia temukan atau bahkan mungkin sudah ia percayai.  Ketika berhadapan dengan hal ini, tentu kita sebagai saudara rohani-nya harus menolong agar ia tidak terombang-ambing pada ajaran non-alkitabiah.

Bagaimana caranya?

1. Membimbing saudara kita kembali kepada kebenaran Firman TUHAN.

Ada beberapa kemungkinan mengapa seorang percaya bisa terombang-ambing-kan oleh pandangan yang tidak sesuai Firman TUHAN, antara lain:

a. Adat-istiadat yang sudah begitu mengakar pada masa lalunya sehingga sulit untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua nilai kebudayaan itu alkitabiah.
b. Pandangan free-thinkers yang cenderung menyatakan semua pandangan manusia adalah sah-sah saja, bahkan menjadikan segala sesuatu relatif.
c. Ajaran-ajaran yang diklaim sebagai "kristen" namun sudah melenceng dari doktrin-doktrin dasar kekristenan.
d. Membaca dan percaya pada tulisan-tulisan yang diklaim sebagai "teks kuno" (misal: surat Barnabas) yang sebenarnya sudah dinyatakan oleh gereja beribu tahun lalu sebagai non-alkitabiah.
e. Melakukan dosa namun ingin mencari alasan pembenaran.

Galatia 6:1 jelas berkata bahwa kita hendaknya memimpin orang tersebut kembali ke jalan yang benar.  Apa itu "yang benar"?  Tidak lain adalah Alkitab!  Ketika seseorang berusaha untuk berargumentasi mengenai sesuatu yang tidak alkitabiah maka adalah penting untuk kita menunjukkan apa yang alkitab mengenai hal tersebut.  Misal: seseorang sangat percaya bahwa tidak mungkin TUHAN yang begitu mengasihi akan membiarkan ada orang ke neraka.  Itu adalah pandangan yang keliru mengenai karakter TUHAN.  Kita perlu juga menjelaskan bahwa betul bahwa TUHAN adalah kasih, tetapi Ia juga adalah adil.   Sesuatu yang terdengar atau terlihat "benar" belum tentu betul menurut Alkitab.

Ayat yang sama juga mengingatkan kita agar tidak terpengaruh ("jangan kena pencobaan")  pada argumentasi seseorang yang melakukan pelanggaran Firman TUHAN.  Kerap kali ketika seorang percaya melanggar Firman TUHAN, ia akan berusaha untuk mengajukan argumentasi sedemikian rupa, bahkan mungkin mengutip ayat-ayat alkitab secara serampangan, dengan maksud untuk membela dan membenarkan dirinya sendiri.  Bahkan argumentasinya mungkin dibungkus dengan status sosial, jabatan atau kekayaan (Galatia 6:3). Disini TUHAN melalui Paulus mengingatkan kita agar jangan sampai kita terjebak pada hal tersebut. Kita harus tetap teguh kepada kebenaran Firman TUHAN. Namun jangan malah jadi kita tidak mau menolong mereka yang "tersesat" karena takut jatuh dalam pencobaan (jadi setuju dengan pendapat salah mereka).  Itu adalah alasan yang salah, yang justru membuat kita tidak membantu saudara kita. Firman mengatakan kuncinya adalah kita menjaga diri kita.


2. Pergunakan pemahaman Firman dan pengalaman perjalanan hidup bersama TUHAN sebagai modal untuk membantu saudara kita yang "tersesat".

Dalam Galatia 6:6 TUHAN meminta agar kita untuk membantu saudara kita dengan menggunakan pemahaman Firman dan pengalaman perjalanan hidup bersama-Nya sebagai modal.  Semua ayat yang telah dibaca, semua khotbah yang sudah didengar, semua kelas KOM yang sudah diikuti, semua bahan sharing supplement COOL yang sudah dibahas, semua kesaksian dan semua aspek perjalanan hidup rohani kita, adalah modal-modal yang sangat berharga yang TUHAN berikan kepada kita.  Semua itu bukan hanya untuk kebaikan dan pertumbuhan rohani kita semata, tetapi juga agar kita mampu untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan bimbingan rohani.  Kita perlu mengingatkan saudara-saudara kita yang sedang "menjauh" agar mereka tidak kembali kepada kehidupan lama mereka, termasuk cara-cara pandang yang tidak alkitabiah (Galatia 6:8).  Kita perlu mengingatkan bahwa setiap orang pada akhirnya bertanggung-jawab masing-masing atas gaya hidup dan keputusan yang diambilnya (Galatia 6:7).  Itulah sebabnya dikatakan, selagi ada kesempatan baiklah kita menolong saudara-saudara kita yang seiman yang sedang tersesat atau melakukan pelanggaran (lihat hubungan erat dari Galatia 6:1 dengan 6:10).




Biarlah ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, kita yang saudara-bersaudara ditemukan hidup memenuhi apa yang Ia kehendaki (Galatia 6:3). (CS)

Suplemen Cool Umum, Minggu kedua Maret 2018

BERDOA UNTUK PENUAIAN DI SEKITAR KITA

Berdoa adalah nafas hidup orang percaya, berdoa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan TUHAN. Melalui doa kita membangun hubungan yang akrab/intim dengan TUHAN. Namun doa juga adalah salah satu dari selengkap senjata ALLAH yang kita gunakan dalam peperangan rohani.
Melalui doa kita bukan hanya meminta apa yang menjadi kebutuhan kita kepada TUHAN, tetapi juga kita minta tuaian jiwa besar-besaran di era penuaian jiwa terbesar dan terakhir sebelum kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali. Apa saja yang perlu kita doakan berkaitan dengan penuaian jiwa-jiwa?

1. Berdoa syafaat untuk keselamatan jiwa-jiwa
“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Timotius 2:1-4)
Doa kita haruslah dinaikan untuk semua orang, sebab TUHAN YESUS menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Buatlah VIP List, yakni daftar nama-nama orang (misal 10 nama) yang ada disekitar kita yang belum percaya untuk kita doakan setiap hari secara rutin agar TUHAN melawat mereka dan membuka pintu anugerah untuk mereka.
Kita bisa berdoa di rumah, di meja kerja, atau bahkan sambil berjalan keliling sekolah, kampus, kantor atau tempat usaha kita.

2. Berdoa minta para pekerja/penuai jiwa
“Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2)
Tuaian jiwa-jiwa kedepan ini akan sangat luar biasa, diperlukan banyak penuai-penuai, bukan hanya mereka yang melayani sebagai pendeta, pengkhotbah, penginjil atau fulltimer gereja saja, melainkan semua orang percaya dipakai TUHAN untuk menjadi pasukan penuai. Untuk itu doakanlah agar setiap orang percaya diberikan hati dan beban ilahi oleh Roh Kudus untuk dipakai TUHAN menjadi alat di Tangan-Nya.
Jangan lupa, saat kita berdoa minta penuai tentu TUHAN berbicara kepada kita lebih dahulu untuk menyerahkan diri kita dipakai sebagai penuai jiwa.

3. Berdoa untuk hamba-hamba TUHAN yang bekerja di ladang penuaian
“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,” (2 Tes 3:1)
Tentu kita harus berdoa secara khusus bagi mereka, para hamba TUHAN yang bekerja sepenuh hati melayani di ladang TUHAN. Agar melalui mereka pemberitaan Firman TUHAN makin tersebar dengan luas, banyak jiwa diberkati dan diperlengkapi serta dimenangkan bagi kemuliaan TUHAN YESUS.
Dalam Kisah Para Rasul 4:29-31, kita melihat bagaimana orang percaya berdoa:
“Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

Dari ayat diatas kita ketahui juga bahwa saat orang percaya berdoa untuk para Rasul dalam pemberitaan injil, mereka sendiri juga dipenuhi dengan kuasa ALLAH dan memberitakan firman ALLAH dengan berani.
Berdoalah untuk penuaian jiwa-jiwa dan persiapkan diri Anda!

Suplemen Cool Umum, Minggu pertama Maret 2018

STRATEGI IBLIS DALAM MENCOBAI
(MATIUS 4:1-11)

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.”
Kita seringkali meminta dan senantiasa berpikir  ROH KUDUS akan membawa kita ke tempat yang tinggi, tempat dimana  hadirat dan kemuliaan TUHAN kita rasakan dengan luar biasa. namun, pernahkan kita berpikir bahwa ROH membawa kita ke ‘padang gurun’ untuk dicobai iblis, seperti halnya yang dialami oleh TUHAN YESUS. Pencobaan YESUS oleh iblis adalah usaha utuk membelokkan YESUS dari jalan ketaatan yang sempurna kepada kehendak ALLAH.
Strategi iblis adalah mencobai Yesus dalam 3 (tiga) bidang:

1. Kebutuhan yang mendasar dan mendesak
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:2-3)
Iblis tahu bahwa YESUS dalam keadaan lapar setelah berpuasa 40 hari, 40 malam. Dalam  keadaan demikian iblis mencobai YESUS agar membuktikan keilahiannya dengan mengubah batu menjadi roti.
Bukankah demikian juga yang sering kita alami. Ketika kita diperhadapkan dalam situasi yang mendesak, apalagi berkaitan dengan kebutuhan primer manusia, atau kebutuhan akan biaya, kita terpancing untuk meragukan kasih dan kuasa TUHAN YESUS dalam hidup kita. Misalnya, ketika dalam keadaan yang mendesak, dalam doa kita sampaikan : “TUHAN YESUS, jika engkau memang TUHAN dan berkuasa atas hidup saya… saya mohon nyatakan mujizat-MU..”

2. Mencobai ALLAH untuk memuaskan keinginan sendiri
“lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (Mat 4:6)
Bukti penyertaan, penjagaan, kasih dan kuasa TUHAN yang sempurna dalam hidup kita bukan untuk dibuat main-main, atau membutuhkan pengujian dari manusia. Misalnya mencoba berjalan diatas air seperti halnya Petrus, atau mencoba minum racun maut untuk menguji kebenaran Markus 16:18.
Dalam keseharian kita sebagai orang percaya, mungkin iblis mencobai dengan menaruh perkataan ini dalam pikiran kita “Kalau memang TUHAN YESUS penuh kasih dan pengampunan, gak apa-apa berbuat dosa…sekali-sekali korupsi atau berzinah. Bukankah ada ayat dalam 1 Yoh 1:9 yang mengatakan bahwa Dia pasti mengampuni?”
Jika hal-hal tersebut itu muncul dalam pikiran kita, kita harus bisa menjawab seperti yang ditegaskan oleh TUHAN YESUS dalam ayat 7, "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" ingatlah : “jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.”

3. Menyembah berhala yang menjanjikan kekuasaan di dunia ini.
“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Mat 4:8-9)
Langkah terakhir yang dilakukan iblis adalah menawarkan semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, yang merupakan hasrat terbesar bagi banyak orang. Tawaran itu diberikan dengan syarat sujud menyembah kepada iblis.
Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit orang yang mengejar kerajaan dunia dengan keinginan mejadi orang terkenal, artis tersohor, orang terkaya, dll. dan mereka mengejarnya melalui jalan pintas, menyembah kepada iblis.

Perhatikanlah bahwa dalam setiap pencobaan, YESUS tunduk kepada kekuasaan Firman Allah dan bukan kepada keinginan iblis (Mat 4:4,7,10). Bagaimana cara TUHAN YESUS menghadapi pencobaan si iblis? Kuasa ROH KUDUS dan Firman ALLAH. Untuk itu kita harus senantiasa dalam kondisi yang penuh dengan ROH KUDUS dan membaca, merenungkan serta mempraktekkan Firman TUHAN. Bahkan sangat baik sekali jika kita belajar menghafalkan ayat-ayat Firman TUHAN yang dapat kita pergunakan sebagai senjata dalam peperangan rohani.

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH