Thursday, August 1, 2019

Umum Agustus #1 - Jaga hati (1)

JAGA HATI #01
Masuk tahun Kelahiran Yang Baru, Gembala Jemaat Induk, Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo mendapatkan pesan Tuhan dalam Yehezkiel 36:25-26, "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Kita semua yang melangkah sesuai dengan tuntunan Tuhan pasti mengalami apa yang TUHAN janjikan ini.
Hati yang baru adalah hati yang bersih, hati yang jauh dari segala kenajisan, hati yang taat akan segala perintah TUHAN. Namun kita harus ingat bahwa hati yang baru tetap harus dijaga dengan baik. Siapa yang menjaganya? Tentu masing-masing kita dengan pertolongan dari Roh Kudus. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

APA DAMPAKNYA JIKA KITA TIDAK MENJAGA HATI?
1.  Menjadi Sombong
Kesombongan adalah salah satu dosa tertua. Diawali dengan pemberontakan Lucifer yang karena kesombongannya ingin menyamai TUHAN (Yesaya 14:11-15). Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, bukan sekedar karena buah tersebut menarik hati untuk dimakan, tetapi juga karena iming-iming (bujukan/rayuan) si ular bahwa mereka akan menjadi sama seperti Allah (Kejadian 3:5-6). Nimrod dan para pengikutnya yang membangun menara Babel (Kejadian 11:2-4). Nebukadnezar ketika semakin besar kekuasannya menjadi sombong dan direndahkan TUHAN (Daniel 4:28-33).
Jika kita tidak bisa menjaga hati, kita tidak akan siap saat dipakai Tuhan dengan dahsyat atau diberkati dengan luar biasa. Dengan mudahnya kita bisa jatuh kedalam kesombongan.
2. Motivasi yang tidak murni dalam melayani
Melayani seharusnya dilakukan dengan motivasi untuk mempermulikan Tuhan Yesus, memperluas Kerajaan-Nya di bumi serta menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Namun demikian tidak sedikit orang melayani dengan motivasi yang tidak murni. Ada yang demi popularitas diri sendiri atau sekedar memenuhi kebutuhan (motivasi uang/kekayaan). Orang-orang seperti ini tidak menjaga hati yang baru dan murni.
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.” (Roma 16:17-18)
Sangat berbeda jauh dengan apa yang dilakukan Rasul Paulus dalam pelayanannya. Mereka yang menjaga hati tetap dalam motivasi yang murni akan melayani tanpa pamrih dan siap menanggung beban dan penderitaan.
“dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;” (Kis 20:19-20)
3. Senantiasa menyimpan dendam/Tidak mau mengampuni.
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:12-13)
Orang yag tidak bisa menjaga hati cenderung sensitif, mudah tersinggung dan tidak mudah untuk mengampuni. Padahal Firman Tuhan mengungatkan kita agar kita mengampuni sebagaimana Kristus telah mengampuni kita.
Jika masih ada diantara anggota COOL yang mengalami ketiga hal diatas: Sombong, memiliki motivasi yang salah dalam melayani serta menyimpan dendam atau kepahitan dan sukar untuk mengampuni, ini adalah tanda agar Anda segera membereskan hati, segera lepaskan pengampunan saat ini juga, sehingga hati yang baru yang TUHAN berikan tetap kita jaga dengan baik. (DL)

Youth Juli 2019 #4, HIDUP DALAM KEBENARAN FIRMAN TUHAN

HIDUP DALAM KEBENARAN FIRMAN TUHAN
(TRUTHFULNESS VS DECEPTION  PART 4)

Bahan Bacaan
Efesus 4:25, “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota”

Penjelasan Materi
Youthers, dalam kehidupan sekita tentunya kita pernah menjumpai orang orang baik, yang suka membantu orang lain, peduli pada sesama dan hal apapun yang dapat menyenangkan hati orang lain,  sehingga banyak orang yang menyukainya. Di sisi lain, mungkin Youthers juga pernah menjumpai orang-orang yang mau hidup berpegang pada prinsip hidup yang benar sesuai Firman Tuhan, yang tidak mau mengenal kompromi terhadap hal-hal yang tidak benar yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Tipe orang seperti ini cenderung tegas dan berani mengambil resiko ketika melakukan prinsip kebenaran yang dipahami dan dijalaninya sekalipun akan mengalami benturan, hinaan, cibiran dan sikap tidak suka dari orang lain yang merasa bahwa kebenaran yang diyakininya itu tidak sesuai dengan kebiasaan atau ”trend” yang ada di masyarakat pada umumnya.

Pertanyaannya, mana yang Youthers pilih? Menjadi orang baik yang melakukan apa saja agar menyenangkan hati orang lai atau menjadi orang benar yang hidup sesuai Firman Tuhan sekalipun tidak disukai banyak orang? Ingat baik Youthers, bahwa orang baik bisa disukai banyak orang tapi belum tentu hidup benar, sebaliknya orang benar mungkin tidak disukai banyak orang, tapi selalu menghasilkan buah yang baik. Itu artinya, kita tidak bisa hanya hidup baik agar disukai banyak orang, tapi yang terpenting kita harus hidup benar di hadapan Tuhan.

Youthers, mungkin banyak di antara kita orang percaya yang  menginginkan hidup sebagai orang benar, namun terus mengalami kegagalan sehingga kita mulai berpikir bahwa menjadi orang benar yang senantiasa benar-benar hidup dalam kebenaran memang  tidaklah semudah mengatakannya. Akan tetapi kita jangan lah tawar hati Youthers.  Bagaimanakah supaya kita hidup benar pada hari ini, besok dan masa yang akan datang atau sampai pada akhirnya? Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Kiranya pandangan kita selalu berfokus kepada Yesus yang menjadi pemimpin hidup kita

Bahan Diskusi : Apa usaha yang kita lakukan untuk hidup benar di hadapan Tuhan?

Youth Juli 2019 #3, KETIKA KITA TERGODA UNTUK MELAKUKAN HAL TIDAK BENAR



KETIKA KITA TERGODA UNTUK MELAKUKAN HAL TIDAK BENAR
(TRUTHFULNESS VS DECEPTION  PART 3)

Bahan Bacaan

Efesus 6:11, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”

Penjelasan Materi

Youthers, Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:8 mengingatkan kita agar sadar dan berjaga-jaga karena lawan kita, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Ketahuilah Youthers, bahwa Iblis akan berusaha dengan segala kepalsuannya, membuat manusia melakukan dosa dan serangannya paling utama ada dalam pikiran. Maka dari itu seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita diperhadapkan pada pilihan untuk melakukan hal benar atau tidak benar, mungkin kita pernah berada pada kondisi bergumul keras untuk menentukan pilihan mana yang akan kita ambil. Terkadang kita tahu bahwa pilihan A adalah pilihan salah yang bertentangan dengan Firman Tuhan, sedangkan pilihan B adalah pilihan yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan, akan tetapi daging kita begitu lemah dan pikiran kita memengaruhi kita untuk mengambil keputusan yang keliru dan membawa kita pada dosa. Di sinilah Iblis akan memengaruhi pikiran kita sampai kita mau mengambil keputusan yang salah.

Youthers, setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk berbuat dosa, pencobaan itu bisa berasal dari luar maupun dari dalam pikiran kita sendiri, tetapi kita harus bisa berkuasa atasnya. Perhatikan Firman Tuhan dalam Kejadian 4:7, "…Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."  Firman Tuhan berkata dalam Markus 14:38, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mrk 14:38). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berdoa, bergantung pada pimpinan Roh Kudus, serta mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, sehingga kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Percayalah Youthers, ketika kita terus hidup dalam kekudusan, kebenaran, integritas, dan berdoa setiap hari meminta penyertaan Tuhan menutup bungkus tubuh, jiwa dan roh kita, maka kita pasti diluputkan dari segala dosa, pencobaan, dan segala sesuatu yang berasal dari si jahat yang menghancurkan hidup kita. Kita pun akan mendapat kekuatan untuk berdiri teguh dalam kebenaran firman-Nya, sehingga kita beroleh kemerdekaan dari dosa yang membawa kita kepada kehidupan yang berhasil dan berbuah.

Bahan Diskusi : Bagaimana cara kita lari dari dosa dan menghindari melakukan hal yang tidak benar

Umum Juli 2019 #3 - Yesus Tuhan Yang Meresponimu


YESUS TUHAN YANG MERESPONIMU

Lukas 7:1-10

"Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!""
Lukas 7:9

            Lukas banyak mencatat interaksi Yesus dengan bangsa-bangsa non-Yahudi.  Secara konsisten rasul ini mencatat berbagai interaksi Yesus dengan orang-orang yang menurut pandangan bangsa Yahudi tidak mungkin diselamatkan atau bertobat atau mendapat bagian merasakan mujizat dan kasih TUHAN.  Rasul Lukas mencatat banyak peristiwa mengenai hal ini dalam kitab injil Lukas maupun Kisah Para Rasul.  Ini menunjukkan bahwa kasih karunia TUHAN sejak dahulu bukan hanya kepada bangsa Yahudi, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain.  Puji TUHAN.  Demikian juga dalam kisah yang singkat namun luar biasa karena sampai Tuhan Yesus memberikan pernyataan yang luar biasa mengenai iman seorang non-Yahudi di ayat ke-9 yang telah kita baca diatas.

3 (tiga) hal yang dapat kita tarik dari teks yang kita baca hari ini:

1.       TUHAN Yesus meresponi permohonan minta tolong semua orang (2-3)

Perhatikanlah bahwa perwira yang meminta tolong kepada Tuhan Yesus adalah seorang non-Yahudi.  Tidak jelas apakah ia menjadi seorang penganut Yudaisme, tetapi yang jelas ia membangun hubungan yang baik dengan orang-orang Yahudi dan terlebih begitu menghormati Yesus.  Perwira ini memohon pertolongan kepada Yesus dan Ia meresponi permohonan itu.

Kita harus menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Allah atas semua orang. Ya, semua orang! Baik orang-orang yang percaya kepada-Nya maupun yang tidak.  Kasih-Nya, mujizat-Nya, kesembuhan-Nya tersedia bagi siapa saja yang memintanya kepada-Nya.  Ini harus kita pahami dengan baik.  Kemurahan Tuhan tersedia bagi semua orang; justru itulah yang akhirnya membuat orang mengikut Kristus dan percaya kepada-Nya.  Itulah yang menjadi pesan kita kepada semua orang yang sedang mengalami kesulitan, permasalahan dan kebuntuan dalam hidup mereka.  Siapapun boleh memanggil nama Tuhan Yesus, berseru kepada-Nya dan memperoleh jawaban dari-Nya.  Dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus meresponi semua orang, kita sedang melaksanakan Amanat Agung dari Tuhan Yesus itu sendiri (baca bersama-sama Matius 28:18-19).

Diskusi: pernahkah saudara memberitakan kasih Kristus kepada orang yang belum percaya?  Pernahkah saudara mendoakan orang yang belum percaya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus?

2.       TUHAN Yesus meresponi orang yang menunjukkan hormat kepada orang lain dan juga kepada diri-Nya (4)

Sangat menarik menurut kebiasaan orang-orang Yahudi pada waktu itu, untuk berinteraksi dengan orang-orang Romawi adalah suatu kenajisan.  Pada waktu itu ada dua bangsa yang demikian berseberangan dengan bangsa Yahudi: Romawi dan orang-orang Samaria.  Namun di ayat 4 jelas kita membaca bahwa sang perwira ini justru membangun hubungan yang baik dengan orang-orang Yahudi di Kapernaum.  Perwira ini memberi hormat kepada tua-tua Yahudi, menjadikan mereka sahabat dan bahkan ikut membantu pembangunan sinagoga.  Ia juga menghormati Yesus sebagai tokoh.  Salah satu buktinya adalah perwira ini tidak menemui langsung Yesus karena jika ia lakukan demikian, baik dirinya maupun Yesus akan dicemooh karena interaksi Yahudi-non Yahudi.  Dengan meminta kepada sahabat-sahabatnya (para tua-tua), ia sedang menjaga "image" Yesus sebagai guru besar.

Sebagai orang Kristen, demikianlah hidup kita juga; kita sepatutnya memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada semua orang, terlebih lagi kepada Tuhan.  Belajar dari perwira romawi ini, dia mengerti (a) sensitifitas kebiasaan lokal, (b) menjalin hubungan baik dengan semua orang, terutama pada "senior", (c) memperhatikan kaum yang lebih lemah --sekalipun Kapernamum adalah wilayah jajahannya.  Perwira Romawi ini juga memberikan kita pelajaran berharga bagaimana menghormati Tuhan Yesus: (a) sadar Ia lebih berkuasa daripada diri kita, (b) melihat dirinya tidak layak dihadapan Tuhan --malah akhirnya dilayakkan oleh-Nya, (c) menempatkan diri sebagai bawahan/prajurit Kristus.

Tuhan Yesus sangat meresponi orang-orang yang memiliki sikap hidup dan perilaku seperti sang perwira ini.


3.       TUHAN Yesus meresponi iman yang ditujukan kepada kepada-Nya (6-8)

Sangat menarik, perwira ini menempatkan Yesus sebagai "Tuan".  Dalam bahasa Yunani, kata ini adalah "kurios" yang juga bisa diterjemahkan sebagai "Lord" atau "Tuhan".  Perwira ini mengimani bahwa Yesus bukan sekedar nabi atau pengajar, tetapi Dia adalah Tuan diatas segala tuan, dan adalah TUHAN itu sendiri.  Inilah yang membuat Yesus menjadi heran (baca: terkesima) oleh karena pernyataan sikap yang ditunjukkan perwira Romawi ini tidak Ia temukan diantara bangsa pilihan-Nya sendiri.  Perwira Romawi ini tidak sekedar memberikan penghargaan kepada Yesus, tetapi ia juga percaya sepenuhnya akan kuasa Yesus yang melampaui waktu, jarak dan pikiran orang.  Inilah iman yang Tuhan cari diatas muka bumi ini.

Iman bukanlah suatu keyakinan pada sesuatu hal atau diri sendiri.  Seringkali orang salah mengartikan iman sebagai suatu keuletan, keyakinan pribadi atau self fullfiling prophecy.  Tidak demikian.  Iman kekristenan adalah suatu keyakinan yang disandarkan kepada kepercayaan bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara ajaib bagi kita.  Iman yang sejati adalah menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Kristus; karena siapa diri-Nya sebagai TUHAN.  Iman semacam inilah yang mendapatkan respon langsung dari TUHAN.

Peneguhan

            Kita dipanggil untuk menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus.  Disaat dunia sepertinya berkata "allahmu ya allahmu, allahku ya allahku" justru inilah waktunya kita memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas semua orang.  Dan satu hal yang sangat terbukti dari diri-Nya: Ia meresponi kita, Ia begitu mengasihi kita.  Nyatakanlah hal ini, hiduplah dengan perdamaian dengan semua orang, percaya penuh kepada-Nya, sehingga bukan hanya engkau yang akan terus mengalami kasih-Nya, tetapi semua orang yang percaya memiliki kesempatan untuk mengenal Dia. Amin. (CS)

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH