Tuesday, October 30, 2018

Youth November Minggu 1, 2018 - TUJUAN TUHAN MELALUI PEKERJAANMU



TUJUAN TUHAN MELALUI PEKERJAANMU

Bahan Bacaan
Filipi 1:22a,: "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."

Penjelasan Materi
Youthers, tidak ada satupun segala tercipta tanpa suatu maksud, segala  sesuatu yang Tuhan ciptakan di dunia ini memiliki tujuannya tersendiri.  Pun dalam kehidupan kita sehari-hari, segala hal yang terjadi dalam studi kita, pekerjaan kita, keluarga kita, pertemanan kita, hubungan kita dengan sesama, semuanya memiliki maksud dan tujuan  dari Tuhan bagi kita.


Pada Minggu ke-1 di Bulan ini, kita akan sama-sama belajar menemukan maksud dan tujuan Tuhan khususnya dalam pekerjaan yang sedang kita geluti saat ini.

Dari sejak di taman Eden, manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk bekerja. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu (Kej. 2:15 ITB). Kerja bukanlah akibat dosa. Kerja adalah natur manusia, seturut rencana Allah ketika mencipta manusia. Tuhan mencipta manusia untuk bisa bekerja menggenapkan mandat yang Ia telah siapkan.

Youthers, mungkin masih banyak di antara kita yang merasa bahwa pekerjaan yang sedang kita tekuni sekarang tidak membawa sukacita dalam hidup kita, tetapi justru malah membebani hidup sehingga kita merasa lelah, frustasi, gabut, tidak betah,tidak nyaman, tertekan  dan ingin segera resign dari pekerjaan kita saat ini. Apakah Youthers adalah salah satu orang yang merasakan demikian?  Jika memang ya, telaah baik pernyataan ini bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki rencana atas pekerjaan kita saat ini.

Dalam keadaan seperti itu, solusi terbaik yang harus kita lakukan bukanlah segera resign dan melarikan diri dari masalah, tetapi kita harus berdiam diri dan bertanya pada Tuhan, “Apa sebenarnya yang Tuhan mau untuk aku lakukan di kantor/pekerjaan ini?” Jika kita mendapat konfirmasi  jawaban yang jelas dari Tuhan baik itu melalui FirmanNya,mimpi, kejadian sehari-hari, dari pembimbing/sahabat rohani kita,  hamba Tuhan atau melalui hal apa saja, maka kita akan memahami alasan yang menjadi tujuan Tuhan mengapa kita bekerja di tempat tersebut.  Kitapun akan lebih mudah menentukan prioritas dan sasaran serta tujuan dari Tuhan yang ingin dicapai.

Youthers, memang benar kita bekerja untuk menerima uang guna membiayai hidup kita sehari-hari. Tetapi jangan sampai paradigma kita dalam memandang tujuan bekerja semata-mata hanya karena uang. Setiap orang memiliki panggilan berbeda-beda dalam pekerjaannya, pun Tuhan memiliki cara berbeda untuik setiap kita dalam menggenapi tujuannya atas pekerjaan kita.

Bisa jadi Tuhan ingin memakai kita untuk menjadi saksi iman bagi mereka yang belum percaya Kristus, atau melalui hidup kita, rekan sekerja kita dapat merasakan kasih dan pengenalan akan Kristus dan masih banyak lagi tujuan Tuhan bagi kita melalui pekerjaan yang sedang kita jalankan saat ini. Tugas kita adalah bertanya padaNya, temukan tujuanNya dan lakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan dalam pekerjaan ini.

Bahan Diskusi
Ceritakan bagaimana pekerjaanmu saat ini? Apa yang kita rasakan ketika kita melakukan pekerjaan itu? Apakah kita sudah menemukan tujuan Tuhan dalam pekerjaan itu?

Umum November 2018 #1 - Bejana Tanah Liat


BEJANA TANAH LIAT

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”
(2 Kor 4:7)

Terkait dengan tahun Ayin Tet (5779), dimana salah satu makna dari Tet (angka 9 – abjad kesembilan dalam sistem alphabet Ibrani) adalah bejana, Gembala Sidang/Pembina diingatkan Tuhan tentang bejana tanah liat seperti dalam ayat bacaan diatas. Bukan tanpa alasan jika rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menyatakan bahwa diri mereka adalah bejana tanah liat. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kej 2:7). Kata “debu tanah” disana dalam terjemahan bahasa Ibrani-nya berasal dari kata yang memiliki arti clay (tanah liat), earth, mud: - ashes, dust, earth, ground, morter, powder, rubbish. Namun demikian, tentu ada maksud lainnya yang ingin disampaikan oleh rasul Paulus, yakni :

1.  Menyatakan betapa rentannya hidup manusia dan betapa kuatnya kuasa Allah dalam hidup manusia.
Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan memberikan catatan yang patut kita renungkan terkait hal ini:
Orang Kristen adalah "bejana-bejana tanah liat" yang kadang-kadang mengalami kesedihan, air mata, kesusahan, kebingungan, kelemahan, dan ketakutan (bd. 2Kor 1:4,8-9; 7:5). Namun, oleh karena "harta" sorgawi yang dalam diri mereka, maka mereka tidak dikalahkan. Kekristenan bukan hal menyingkirkan kelemahan, bukan juga semata-mata manifestasi kuasa ilahi. Tetapi, kekristenan adalah manifestasi kuasa ilahi melalui kelemahan manusia (2Kor 12:9). Ini berarti bahwa:
a. Dalam setiap penderitaan, kita bisa menjadi lebih daripada pemenang oleh karena kuasa dan kasih Allah (Rom 8:37).
b. Kelemahan, kesusahan, dan penderitaan kita membuka peluang untuk menerima kasih karunia Kristus yang berlimpah-limpah dan mengizinkan kehidupan-Nya dinyatakan dalam tubuh kita (ayat 2Kor 4:8-11; bd. 2Kor 12:7-10).

2. Menyatakan bahwa yang berharga bukanlah bejana yang membawa, melainkan harta yang terdapat didalamnya.
Dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dituliskan : “Tetapi harta rohani yang indah itu kami bawa pada diri kami yang tidak berharga ini yang dibuat dari tanah. Dengan demikian nyatalah bahwa kebesaran kuasa itu terletak pada Allah dan bukan pada kami.”

Dari sinilah kita dapat merenungkan mengapa kita perlu memiliki kerendahan hati. Jika pelayanan kita berhasil dan banyak orang diberkati, itu bukan karena kita, melainkan karena harta rohani yang ada dalam kita. Apa itu harta rohani yang ada dalam kita? Injil yang adalah hidup Kristus itu sendiri. Biarlah melalui hidup kita, orang dapat melihat terang Injil dan kehidupan Yesus yang bercahaya. Untuk hal itu dapat terjadi, Gembala Sidang/Pembina menyampaikan sebagaimana prinsip pasukan elit Gideon yang membawa obor dalam bejana, dimana bejana harus dipecahkan sehingga terang dari obor dapat bercayaha, dilihat orang dan menerangi lingkungan sekitar, demikian juga dalam hidup kita. kita harus ‘menghancurkan’ kedagingan serta keakuan, sehingga Kristus dan Injil nampak dalam hidup kita.

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH