Wednesday, July 11, 2018

Wanita JULI 2018 - MENJADI PEMBERITA INJIL


MENJADI PEMBERITA INJIL

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
-Yohanes 4 : 28 -30-

Pendahuluan
Setiap orang yang sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus pasti hidupnya berubah. Kehidupannya pindah dari gelap kepada terang Tuhan Yesus yang ajaib. Wanita, Saat kita berjumpa dengan Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat maka hidup kita pasti akan terjadi pertobatan serta kehidupan kita akan berbalik 180°. Maka  kita pun akan mempunyai hidup yang bersukacita, punya hati yang menggebu-gebu untuk menyampaikan kabar baik yang dialami dalam hidup. Dan akan mulai bersaksi serta memiliki kerinduan agar semua orang dapat mengalami hidup yang dipulihkan. Siapakah dia? Dia adalah perempuan Samaria itu, seorang perempuan yang berdosa yang diselamatkan oleh Tuhan. Demikianlah juga hidup setiap kita.

Isi
Wanita, bagaimana caranya agar kita dapat dapat menjadi pemberita Injil kerajaan Allah? Ada beberapa cara agar kita dapat menjadi pemberita Injil, yaitu :

1.  Belajar Untuk Memulai Percakapan Dengan Orang Lain (Yohanes 4:28)
     Untuk menjadi pemberita Injil maka kita perlu menanggalkan segala kepentingan pribadi. Seperti perempuan Samaria, dia rela meninggalkan tempayannya yang berarti ia rela meninggalkan segala urusan pribadinya dan mulai pergi untuk memberitakan Injil Kristus.

2.  Bersaksi Saja, Tidak Perlu Berkotbah (Yohanes 4:29)
     Wanita, mulailah menceritakan pengalaman hidupmu saat bertemu dengan Tuhan Yesus. Saat kita mengalami hidup yang berkemenangan, jawaban doa yang dijawab oleh Tuhan, saat kita mengalami kesembuhan, keluarga yang dipulihkan dan banyak hal lainnya. Ceritakan masa-masa saat kita belum sungguh-sungguh sampai kita mulai sungguh-sungguh dengan Tuhan. Perubahan apa saja yang terjadi dalam hidup kita. Jadilah surat-surat yang dibaca oleh semua orang (2 Korintus 3: 2-3).

3.  Mulai Mengajak Mengikuti Ibadah COOL atau Bahkan ke Ibadah di Gereja (Yohanes 4:30)
     Wanita, Setelah teman atau keluarga sudah mulai bertobat ajaklah agar dapat mengisi hidup dengan kebenaran firman Tuhan dalam sebuah komunitas yang dapat membimbing, menuntun hidup mereka agar tetap kuat dalam Tuhan dan kebenaranNya. Komunitas (COOL) atau Gereja mempunyai dampak yang baik dalam pertumbuhan rohani seseorang yang sedang kita bimbing.

PENUTUP
Wanita, Tuhan sudah mencurahkan Roh KudusNya atas setiap kita, oleh sebab itu jadilah saksi di Yerusalem yaitu keluarga kita, di seluruh Yudea yaitu orang-orang disekitar kita dan Samaria yaitu orang-orang yang belum mengenal Kristus bahkan sampai ke ujung bumi (Kisah Rasul 1:8). Mulailah belajar untuk memulai percakapan dengan orang lain, Saksikan kehidupan kita, bukan berkotbah dan ajaklah mereka masuk dalam COOL, komunitas dan persekutuan yang dapat saling membangun dan mendoakan. Ladang sudah menguning, oleh sebab itu bawalah jiwa sebanyak mungkin, Tuhan Yesus Segera datang.

Wanita Bangkitlah dan Jadilah Pasukan Pembawa Kabar Baik!

UMAS JULI 2018 - BESAR IMANMU


BESAR IMANMU
“Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
(Matius 15 : 28)
PENDAHULUAN
Shalom Umas, seringkali kita mendengar tentang ibadah kesembuhan di gereja atau melalui media Televisi dan Radio. Dan setelah kita menyaksikan atau mendengarkan, biasanya kita bisa menceritakan kembali kepada orang-orang disekitar kita dengan antusias sekali bukan. Namun, apakah Bapak/Ibu Umas sudah pernah mengalami kuasa kasih Tuhan secara pribadi? Nah, Saat ini kita akan belajar dari seorang perempuan Kanaan yang mengalami kuasa kasih Tuhan dalam hidupnya dan anaknya. Saat Tuhan Yesus menyingkir ke daerah Sidon dan Tirus, datang seorang perempuan Kanaan yang mengalami kesusahan karena anaknya kerasukan setan dan sangat menderita (Matisu 15:22) namun melalui proses yang ia hadapi, Tuhan menyatakan kasih dan kuasaNya sehingga anak perempuan Kanaan itu beroleh kesembuhan.

ISI
Apakah yang dilakukan perempuan Kanaan itu sehingga Tuhan menyatakan kuasaNya? Ada beberapa hal yang dilakukan perempuan Kanaan sehingga Tuhan menyatakan kuasaNya, yaitu sebagai berikut :

1.   Berseru Kepada Tuhan (Matius 15:22)
   Perempuan Kanaan mengalami kuasa Tuhan karena ia mulai berseru kepada Tuhan Yesus, bukan kepada yang lain. Ia mengimani bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dan memulihkan, dan wujud imannya terlihat saat ia mulai berseru memanggil nama Tuhan. Mari Umas, Apapun yang sedang kita alami, imanilah bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara ajaib dalam hidup kita dan kemudian berserulah hanya kepada Tuhan (Yeremia 33:33)

2.   Mendekat dan Menyembah Tuhan (Matius 15:25)
    Mendekat dan menyembah merupakan tindakan iman seorang perempuan Kanaan ini. Mengapa? karena dengan mendekat ia mulai mengenal pribadi yang ia percayai yaitu Tuhan Yesus. Dan saat ia menyembah maka ia mulai menundukkan dirinya dibawah kuasa dan otoritas Tuhan sehingga Tuhan pun dapat berdaulat menolong hidupnya. Umas yang dikasihi Tuhan, mari bawalah hidup kita mendekat dan menyembah Tuhan selalu, sebagai tanda kasih dan penyerahan diri kita kepadaNya. Maka kuasaNya pun berdaulat menolong hidup kita sepenuhnya.

3.   Iman Yang Besar (Matius 15:27-28)
      Umas, orang Kanaan atau bahasa lainnya orang kafir merupakan orang yang tidak bergaul dengan orang Israel begitu sebaliknya. Namun, perempuan Kanaan ini percaya kepada Tuhan Yesus. Saat Tuhan berkata bahwa Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15 : 24) Perempuan Kanaan ini tetap beriman, dan meminta pertolongan dari Tuhan , sampai Tuhan ibaratkan mereka dengan anjing, wanita ini tetap mendesak pertolongan Tuhan karena kepercayaannya. (Matius 15:26-28). Umas, mari belajar dari perempuan Kanaan ini, walau ia bagian dari orang kafir atau orang tidak percaya namun ia sudah memilih untuk menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tindakan imannya kepada Tuhan membuahkan hasil, anaknya disembuhkan. Apapun yang terjadi, tetaplah percaya kepada janji-janji firman Tuhan. Milikilah Iman yang Besar.

PENUTUP
Umas, marilah berserulah kepada Tuhan, mendekat dan sembahlah Tuhan serta milikilah Iman yang besar untuk menghadapi persoalan demi persoalan yang engkau hadapi. Percayalah kepada Tuhan dan alamilah kuasa kasihNya.



PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH