Saturday, February 15, 2020

COOL UMAS # PEB 2020 - UMAS DAPAT MELAKUKANNYA


UMAS DAPAT MELAKUKANNYA
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa”
-Yohanes 14:12-

PENDAHULUAN
Umas ! perlu diingat bahwa kita sebagai orang percaya Tuhan memberi kemampuan untuk melakukan perbuatan yang besar dan ajaib. Umas dipakai dengan dahsyat, karena umas juga alat Tuhan dalam pentakosta ke 3 ini untuk menyelesaikan amanat agung karena ini perintah Tuhan (Matius 28:19-20) umas tetap semangat, sebab Tuhan tidak melihat usiamu fisikmu, tetapi Tuhan melihat hatimu yang percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga umas dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan lakukan bahkan lebih besar dari pada itu.

ISI
Umas ! Yang penting adalah memiliki kerinduan agar dapat melakukan perkara-perkara seperti yang Tuhan Yesus lakukan.


1. Percaya (Markus 11:22)
Agar dapat mengalami mujizat Tuhan kita harus percaya kepada Tuhan. Sikap percaya yang seperti apa yang harus kita miliki ? percaya yang didasari oleh keyakinan pada Firman Tuhan bukan karena perasaan atau pikiran manusia Roma 9:6a, ingatlah Firman Tuhan tidak pernah gagal.

2. Iman (Markus 11:23)
Perkataan iman harus diucapkan. Perkataan iman ini akan memanifestasikan kuasaNya yang dahsyat. Umas jangan bimbang hatimu, tetapi harus percaya bahwa Firman Tuhan yang sungguh-sungguh diperkatakan dengan iman pasti terjadi Roma 5:1

3. Mengampuni (Markus 11:25-26)
Umas, dalam hidup ini mungkin dengan sengaja ataupun tanpa disengaja ada hal-hal yang membuat hati kita tersakiti, mungkin karena sikap suami atau siapapun, namun ingatlah tidak boleh menyimpan sakit hati karena hal itu akan berdampak bagi kesehatan jasmani maupun rohani kita. Sakit hati yang disimpan-simpan bisa menjadi penyakit yang menggerogoti tubuh kita, hal ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Umas, kalau ada yang belum kamu selesaikan segeralah bereskan dihadapan Tuhan, lepaskan pengampunan buka hati dan berkatilah orang yang bersalah kepada kita. Jadilah orang benar, karena doa orang benar sangat besar kuasaNya (Yakobus 5:16)

PENUTUP
Umas ! maukah kita mengalami dan melakukan mujizat bersama Tuhan Yesus ? Lakukan 3 hal diatas dan percayalah bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Matius 17:20)

Cool WBI # Peb 2020 - DIMENSI YANG BARU


DIMENSI YANG BARU
“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia”
-Ulangan 28:13-14-

PENDAHULUAN
Memasuki Tahun yang baru tepat pada tanggal 1 Januari 2020 banyak kota di Indonesia yang mengalami kebanjiran dikarenakan curah hujan yang deras. Salah satu yang menjadi dampak kebanjiran adalah ibu kota Jakarta, banyak rumah yang terendam banjir, mobil yang terbawa hanyut, akses jalan yang tertutup sehingga para warga tidak dapat melakukan aktifitas, hal tersebut memberikan kerugian bagi setiap orang yang mengalaminya. Di tahun yang baru Tuhan memberikan visi kepada kita yaitu Dimensi yang baru, artinya Tuhan memberikan suatu peningkatan secara finansial dalam pekerjaan, takaran yang besar dalam hidup yang membuat kita terpesona dan menakjubkan. Semua itu dapat kita terima, ketika kehidupan kita mau dibaharui dengan cara Tuhan.

ISI
Bagaimana sikap hidup kita dalam memasuki Dimensi yang baru ini.

1. Pegang perintah Tuhan (Imamat 26:3-6)
Hiduplah dengan berpegang pada Firman Tuhan dan melakukannya, karena dengan demikian hidup kita tenang dan terjamin. Berkat dalam pekerjaanmu meningkat, pelipatgandaan terjadi dan tidak ada kekurangan, makanan dirumah berlimpah, keamanan dijaga tenteram.

2. Merenungkan Firman Tuhan (Yosua 1:8)
Membaca Firman Tuhan setiap hari, karena Firman itulah yang merubah kehidupan sehingga kita semakin berhasil dan beruntung. Firman Tuhan harus dengan rutin dibaca teratur. Wanita, tetapkan hatimu, jangan malas supaya hidupmu bersama keluarga diberkati. Firman itu kompas hidup Mazmur 119:105, firmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

3. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati (Ulangan 11:13-14)
Jika kita mengasihi Tuhan berarti ada hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, kita tahu apa yang Tuhan mau, kita selalu berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa. Utarakan apa yang sedang kamu alami, apa yang menjadi kebutuhanmu kepada Tuhan dalam doa, percayalah pasti segala keperluanmu dijawab oleh Tuhan. Ulangan 14, Tuhan akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan akhir sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu, minyakmu, artinya kehidupanmu terjamin.



PENUTUP
Wanita, dimensi yang baru pasti terjadi dalam kehidupanmu ketika Engkau melakukan ketiga hal ini : pegang perintah Tuhan, merenungkan Firman Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan sungguh. Wanita, melalui ini semua pasti kita memiliki gairah dan pasti punya kerinduan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang sehingga mereka bertobat terima Tuhan Yesus.

Umum Februari 2020 #2 - MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN


MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN

Kita sekarang ini berada di tahun 2020 dengan tema yang TUHAN berikan adalah Tahun Dimensi Yang Baru. Menurut kalender Ibrani, kita juga sedang berada di tahun 5780, atau singkatnya disebut tahun Pey (80) yang digambarkan dengan sebuah mulut. Pesan TUHAN yang kuat yang disampaikan oelh Gembala Sidang/Gembala Pembina, memasuki tahun 2020 kita harus mengajar jemaat untuk banyak memperkatakan Firman Tuhan karena percaya.

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)

Jika kita mendalami ayat tersebut diatas, memperkatakan Firman Tuhan membawa dampak yang sangat luar biasa bagi kita, yakni:

1. Memperkatakan Firman memicu kita untuk merenungkannya.
Memperkatakan Firman Tuhan dengan suara yang keluar dari mulut kita memicu kita untuk merenungkannya, demikian juga seharusnya, sambil merenungkan Firman Tuhan kita memperkatakannya melalui suara yang keluar dari mulut kita. Jika kita analogikan dengan istilah biologi, inilah yang disebut dengan ‘mencerna’ Firman. Memperkatakan, merenungkan, menangkap rhema, memikirkan aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Memperkatakan Firman memiliki dua makna, yakni memperkatakan, melafalkan ayat-ayat Alkitab dengan bersuara untuk kita secara pribadi, maupun membacakannya untuk didengar secara bersama (misalnya dalam kelompok COOL).
Jangan lupa, sambil memperkatakan, merenungkan, juga berdoa agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pengertian akan Firman-Nya, sehingga Firman itu berbicara secara pribadi (menjadi rhema) untuk kita lakukan.

2. Memperkatakan Firman memicu kita bertindak hati-hati
Firman Tuhan yang kita perkatakan, kita renungkan dan menjadi rhema bagi kita tentunya menjadi panduan bagi kita untuk melangkah dalam kehidupan, dalam pengambilan keputusan, dalam menentukan pilihan hidup, bahkan menjadi mercu suar yang memandu langkah kita disaat pikiran kita ‘gelap’ dan ‘buntu’, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Dengan demikian kita dapat bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis dalam Firman.
Misal, seorang pebisnis yang diajak bergabung dalam sebuah usaha baru, disatu sisi ini merupakan sebuah kesempatan yang baik mengingat bisnis sedang sepi dimana jika kesempatan ini tidak diambil kemungkinan besar dia terpaksa harus menutup usahanya. Tapi disisi lain, dia mengetahui kalau rekan bisnisnya suka kompromi, melakukan kecurangan dan tidak menjalankan bisnis secara bersih. Ini merupakan sebuah contoh situasi yang sering terjadi dalam kehidupan kita dimana kita perlu bertindak hati-hati, bertindak karena Firman dan bukan didorong oleh keinginan atau nafsu semata.

3. Memperkatakan Firman menghasilkan perjalanan yang berhasil dan beruntung.
Sekalipun orang yang belum percaya menyangsikan apa mungkin hanya dengan memperkatakan Firman perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung? Percaya atau tidak, ini adalah janji TUHAN. “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” (Mazmur 12:7).
Untuk sampai pada tahapan ini tentu sesuai urutan no.1 dan no.2 diatas. Tidak bisa langsung melompati prosesnya, yakni: Memperkatakan Firman, Bertindak hati-hati sesuai dengan Firman baru bisa mengalami janji TUHAN ini.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:22-25).

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH