Thursday, October 31, 2019

Youth Oktober 2019 #4 - TIPS AGAR KITA MAMPU MENGENDALIKAN DIRI


TIPS AGAR KITA MAMPU MENGENDALIKAN DIRI
(SELF CONTROL VS SELF INDULGENCE  PART 4)        
                
Bahan Bacaan
2 Petrus 1:6  dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

Penjelasan Materi
Youthers, perlu kita ketahui salah satu karakteristik dari sikap kekanan-kanakan adalah tidak adanya penguasaan diri. Penguasaan diri bukanlah sesuatu yang kita dibawa sejak lahir, tetapi sesuatu yang harus dilatih dan dipelajari dalam proses pendewasaan diri. Karena itu, salah satu tanda menuju kedewasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri.

Mungkin mudah bagi kita Youthers, dalam mengendalikan beberapa hal yang kita kuasai yang ada di sekitarnya, namun pasti sulit bagi kita untuk mengendalikan diri kita sendiri. Perhatikan baik Youthers, bahwasannya kita tidak dapat menundukkan atau mengontrol sesuatu ataupun seseorang kalau kita tidak mampu mengontrol diri sendiri. Karena itu banyak kegagalan yang disebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol diri sendiri, bahkan suatu bangsa bisa hancur jika penguasanya tidak bisa untuk mengontrol dirinya sendiri.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari untuk dapat mengendalikan diri Youthers, yaitu:
1.   Miliki Target (1 Kor. 9:26)
Ketika kita memiliki tujuan dan target yang jelas akan sesuatu hal yang sedang kita kerjakan, maka jika ada gangguan dari pihak luar dalam bentuk apapun itu, kita akan fokus dan tidak ter-district dengan gangguan yang ada. Dengan begitu kita akan lebih mudah mengendalikan diri kita terhadap situasi apapun
2.   Latih diri (1 Kor 9 : 24-25)
Seperti yang sudah disinggung pada awal pembahasan, kita tidak dilahirkan dengan kemampuan untuk menguasai diri, maka kita harus berlatih terus menerus untuk mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatan kita hari demi hari
3.   Disiplin (1 Kor 9:26-27)
Ketika kita sedang melatih diri kita untuk mengendalikan diri dan hati kita, maka kita juga memerlukan kedisiplinan dan komitmen yang kuat. Jadi ketika kita gagal, kita tidak mudah menyerah begitu saja, melainkan terus mencoba lagi dikemudian hari
4.   Minta Bimbingan Kakak Rohani
Cari orang yang bisa melatih, menuntun dan memperhatikan kita agar kita bisa sampai pada tujuan yang kita inginkan.

Youthers, pengendalian diri adalah sebuah sikap tegas tidak mau dikuasai oleh keinginan-keinginan duniawi, atau tidak berkompromi terhadap segala hal yang berlawanan dengan kebenaran. 

Pengendalian diri berkenaan dengan komitmen seseorang untuk hidup benar, membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik disertai tekad untuk meninggalkan, membuang, dan menghancurkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang membawa seseorang makin jauh dari jalan Tuhan. 

Memiliki pengendalian diri berarti berani berkata tidak terhadap segala hal yang berbau dosa  dan keduniawian seperti tertulis dalam Titus 2:12 :  "Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini," 

Untuk bisa mengendalikan diri dibutuhkan kemauan, tekad, semangat dan kerja keras, karena  "...roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41). 

Pengendalian diri penting sekali bagi orang percaya karena merupakan syarat utama mengikut Yesus.  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."  (Matius 16:24). 

Mampu mengendalikan diri berarti  "...menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"  (2 Korintus 10:5).

Youth Oktober 2019 #3 - MENGENDALIKAN DIRI ATAU MEMUASKAN DIRI, PILIH MANA?


MENGENDALIKAN DIRI ATAU MEMUASKAN DIRI, PILIH MANA?
(SELF CONTROL VS SELF INDULGENCE  PART 3)        

Amsal 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.

Penjelasan Materi
Youthers, dalam bahan bacaan kita di Amsal 16:32 dikatakakan bahwa orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. Artinya bahwa penguasaan atau pengendalian diri merupakan syarat menjadi orang yang berkemenangan. Merebut kota artinya menjadi pemenang. Mengendalikan diri berarti lebih dari pemenang. Tuhan rindu setiap kita mampu menjadi pemenang atas setiap ujian, tantangan dan hambatan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah ita sadari Youthers,  bahwa seringkali kita jumpai ada banyak orang Kristen yang hidupnya menjadi  'batu sandungan'  bagi orang lain karena memiliki tabiat yang kurang terpuji, mudah marah, ucapan penuh dengan hal negatif, suka menjelekkan orang lain, menghakimi, menggosip, meremehkan dan hal buruk lainnya. Itu menandakan bahwasannya mereka tidak mampu mengendalikan diri. Apakah kita justru termasuk orang-orang yang suka melakukan demikian?

Youthers, dalam hidup ini, kita akan selalu diperhadapkan dengan dua pilihan. Mau jadi orang baik atau jahat? Mau memperkatakan hal membangun atau menjatuhkan? Mau memaafkan atau membalas dendam? Mau mengendalikan diri atau mau memuaskan diri dengan melakukan apa yang kita sukai sekalipun itu bertentangan dengan Firman Tuhan? Jika kita memilih pilihan yang sesuai dengan Firman Tuhan, mungkin kita dianggap orang lain kalah, menyerah, tidak berani, dan sebagainya, tetapi ingat, ada hal yang jauh lebih berharga yang kita dapatkan yaitu damai sejahera yang dari Tuhan. Sebaliknya, jika kita memilih memuaskan keinginan daging kita dengan marah, membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan pula, mungkin kita akan dianggap pemberani oleh orang lain, dianggap hebat dan tidak lemah, tapi kita kehilangan damai sejahtera Tuhan dalam hati kita.


Bahan Diskusi :
Ketika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, di tengah situasi sulit dan menghadapi orang-orang yang terkadang diijinkan Tuhan untuk membentuk dan menguji kita, mampukan kita menunjukkan sikap pengendalian diri dan tetap memegang teguh nilai-nilai iman dan kebenaran Firman Tuhan?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH