Friday, April 20, 2018

MEMBANGUN INTEGRITAS & MENGEDEPANKAN ANDA

MEMBANGUN INTEGRITAS & MENGEDEPANKAN ANDA

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” (I Korintus 4:2)

INTEGRITAS menurut KAMUS adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan, kesesuaian yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Ya, INTEGRITAS seringkali dikaitkan dengan sikap, perilaku dan ucapan seseorang, apakah antara perkataan dan perbuatannya sama, atau sebaliknya bertentangan. Misalnya, Anda mengatakan kejujuran tapi perilaku Anda malah korupsi, curang, menipu, dan belat belit. Atau, Anda memperkatakan kedisiplinan tetapi Anda sendiri tidak pernah on-time.

Anda memperkatakan jangan sombong, tetapi sikap dan gestur Anda mengekspresikan kesombongan selangit. Firman Tuhan dalam ayat di atas, mengatakan bahwa akhirnya yang dituntut dari para pelayan Tuhan adalah kita dapat dipercayai. Tapi bagaimana bisa dipercayai kalau antara yang dikatakan berbeda dengan yang dilakukan ? Bagaimana dapat dipercaya kalau bekerja hanya karena dilihat, diawasi,  diperhatikan, sementara jika tidak ada ‘mandor’nya, Anda cenderung bebas, berbuat seenaknya ?

Integrity is doing the right, even when no one is watching. INTEGRITAS juga berarti melakukan yang benar, sekalipun tak ada yang melihat.

Baru-baru ini, dunia kehilangan seorang pahlawan iman, Billy Graham. Sepanjang hidupnya, ia bukan saja terkenal akan jabatan-jabatan tinggi yang berhasil didudukinya, namun hamba Tuhan ini juga dikenang, bahkan mendapat respek yang luar biasa dari orang-orang, karena ia mampu menjaga hidupnya, menjaga INTEGRITAS sampai akhir. Pahamilah bahwa INTEGRITAS tak bisa dipisahkan dari kesuksesan yang bertahan lama. Tidak mungkin seseorang menuai sukses jangka panjang, memanen keberhasilan dan kemenangan tanpa menjaga tangannya tetap bersih. (Mazmur 24:3-4).

Bila Anda mau membangun INTEGRITAS yang kuat, agar karir, keluarga dan kehidupan pribadi Anda berjalan maksimal, inilah hal-hal yang perlu Anda lakukan :

Membangun dan mengedepankan SIKAP Takut akan TUHAN.
Amsal 8:13 berkata, “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” Dari mana orang bisa membenci kejahatan ? Dari mana INTEGRITAS sejati dibangun ? Semua bermula karena sikap yang takut akan Tuhan. Dan bukan dibangun hanya karena orang mengikuti seminar motivasi atau muncul karena tekad kekuatan manusiawi saja. Melainkan, semuanya ada karena kekuatan Ilahi, karena Anda dan saya memahami firman-Nya. Namun bila kita jarang atau tidak pernah merenungkan itu, bagaimana kita bisa tahu, apalagi mengerjakannya?

Steve Reinemund yang pernah menjabat sebagai CEO Pepsi memilih untuk mengawali harinya dengan berdoa dan merenungkan firman. Menurutnya, pikirannya bisa menjadi lebih terbuka dengan banyak hal yang terjadi di sekitarnya usai berserah diri. Dan setelahnya, Reinemund pun melanjutkan aktivitasnya dengan lari pagi, lalu sarapan sambil berbincang dengan istri dan anaknya. Semua kebenaran yang ia serap setiap hari, pada akhirnya terpancar lewat kehidupan sehari-hari. Bahkan buahnya terlihat dari hasil kerja, dari prestasi, dari kedudukan dan jabatan yang ia peroleh. Maka, pastikan setiap hari kita menyerap hal-hal yang benar dari Tuhan. Percayalah jika inputnya baik, outputnya otomatis juga akan sama baiknya.

Membangun dan Mengedepankan MENTALITAS Membayar HARGA

Jika Anda rindu membangun INTEGRITAS, hal berikutnya yang perlu Anda pahami adalah bahwa tanpa mental bayar harga, INTEGRITAS tak bakal terwujud. Mengapa hari ini banyak orang tidak memiliki INTEGRITAS ? Mengapa mereka tidak dapat mengekspresikan perkataan dan perbuatan dalam satu pribadi ? Karena mereka mengerti secara teori, namun tidak mau membayar harga untuk menjadikannya nyata melalui perilaku mereka. Lihatlah tokoh-tokoh di Alkitab, saat mereka mau memperlihatkan INTEGRITASnya, mau menunjukkan bahwa hidup mereka bersih, maka ada harga yang dibayar. Yusuf rela di penjara, agar tubuhnya tidak tercemar oleh ketidakkudusan. Sadrakh, Mesakh dan Abednego rela dimasukkan dalam perapian, supaya hidupnya tetap taat pada Allah yang hidup. Anda bisa menambah daftarnya dengan menyebut nama-nama yang lain.

Mazda, merek mobil asal Jepang pernah mengambil keputusan besar. Mereka putuskan memusnahkan sekitar 4.703 mobilnya yang masih tergolong baru. Ini terjadi karena kapal kargo yang mengangkut mobilmobil tersebut mengalami kecelakaan. Sebenarnya, mobil-mobil itu tidak mengalami kerusakan apa-apa karena sistem penyimpanan yang sangat aman. Akan tetapi, pihak perusahaan tak mau mengambil risiko. Mereka menilai kalau sampai ada konsumen yang mengeluhkan mobilnya, maka selain divisi garansi akan kewalahan, nama Mazda sendiri akan rusak di mata orang. Lihatlah mereka berani bayar harga mahal untuk menjaga INTEGRITAS dan reputasi perusahaannya agar tetap bersih. Apakah perusahaan Anda juga berani melakukannya ?

If you pay peanuts, you get monkeys. Maka, jangan takut bayar harga. Semakin mahal harganya, semakin yang Anda dapat adalah sesuatu yang memukau, yang berkelas. (Filipi 2:8).

Membangun dan Mengedepankan KONSISTENSI Sampai Akhir
Setelah kita bertekad melakukan firman Tuhan dan membayar harga untuk segala sesuatunya, ini waktunya bagi Anda dan saya melakukan kebenaran itu setiap saat, secara konsisten, berkesinambungan, bukan hanya sesekali, bukan hanya kalau sedang diperhatikan, bukan cuma karena situasinya cocok. Ya, ada kalimat bijak yang mengatakan
Membangun dan Mengedepankan MENTALITAS Membayar HARGA
Membangun dan Mengedepankan KONSISTENSI Sampai Akhir
bahwa untuk membangun INTEGRITAS, Anda perlu melakukannya ribua hari, tapi untuk menghancurkannya Anda cukup memerlukan satu hari saja. 

Semua orang mengenal Billy Graham, tapi bagaimana jika saya menyebut nama Chuck Templeton dan Bron Clifford ? Anda mungkin kurang familiar, namun sebenarnya 2 tokoh itu pun sama hebatnya dengan Billy Graham. Templeton adalah seorang pengkotbah brilian, ia bahkan pernah menginjili Babe Ruth, seorang pemain baseball terkenal. Clifford pun sama, ia seorang penginjil berbakat. Banyak orang mengantre berjam-jam hanya untuk mendengar kotbahnya. Sayang, tahun 1950 Templeton meninggalkan pelayanan demi mengejar karir di dunia hiburan. Ironisnya, sekian tahun berkecimpung di radio dan TV, ia lalu menyatakan tidak percaya lagi pada Yesus. Cliffrod, pada tahun 1954 kehilangan keluarga, pelayanan dan kesehatannya. Ia stress, putus asa, kecanduan alkohol, dan meninggalkan istrinya. Pengkotbah yang pernah terkenal di zamannya itu, kemudian meninggal karena penyakit hati di usia 35 tahun. 

Sementara itu, Billy Graham pun semasa pelayanannya diserang oleh banyak tantangan, namun ia memilih setia sampai akhir. Ia membangun konsistensi sampai selesai.  “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (Kolose 3:9-10). Kata ‘terus-menerus diperbaharui’ ini bisa berbicara tentang hal yang terus dilakukan, sehingga mutunya makin hari makin oke, kualitasnya makin excellent. Sebab itu, berpeganglah pada INTEGRITAS setiap waktu, di mana saja, bagi siapa saja. 

Pro & Biz, menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat mari makin perhatikan hidup kita. “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus  3:14). Ia mau kita tak bercacat cela. Ia ingin kita menjaga INTEGRITAS sampai akhir. (JSW/IS)


WHEN WEALTH IS LOST, NOTHING IS LOST WHEN HEALTH IS LOST, SOMETHING IS LOST WHEN CHARACTER IS LOST, ALL IS LOST -Billy Graham

SHARING COOL SUPLEMENT - Week 3

“TEACHING HIS DISCIPLES TO ACT”
EXPERIENCING UNUSUAL MIRACLES : Learning from the Miracle of the Five Loaves and Two Fish
Part 3 of 3

“Then He took the five loaves and the two fish, and looking up to heaven, He blessed and broke them, and gave them to the disciples to set before the multitude.” (Luke 9:16, NKJV)

After giving thanks (say a blessing), the Lord Jesus broke the loaves and gave them to His disciples to set before the multitude.
Look how amazing our Lord Jesus is. HE involved His disciples in revealing His miracle. The Lord Jesus was teaching His disciples to take action!

From this incident, there are two important things in order for us to experience unusual miracles, namely:

1. Obey without Doubt
When the Lord broke the loaves and gave them to His disciples to set before the multitude, there was not even one disciple who protested or questioned or made an argument against the Lord’s command. They didn’t say: “Lord, are You kidding? You ask us to distribute this few loaves to the multitude?” Instead, they obeyed without doubt and began to distribute the loaves to the multitude, which numbered about 5,000 men, not counting women and children.

2. Take Action by Faith
The disciples took action by faith; not based on logic. Because logically, it was definitely impossible. When they began to take action by faith, they saw the miracle took place with their own eyes.

The same thing also happened to the servants that served at the wedding in Cana (John 2:6-9), logically they knew that the water jars were filled with water, and when they drew some out and took it to the master of the banquet, it was water, but when the master of the banquet drank it, Jesus turned the water into the best wine.
Unusual miracles demand unusual act of faith! The Lord desires us to act by faith based on our trust in Him, not on human logic.
Action:
Don’t doubt and question God when HE asks us to act by faith, because HE wants to perform unusual miracles in and through our lives.

SHARING COOL SUPLEMENT - Week 2


“GIVING THANKS”
EXPERIENCING UNUSUAL MIRACLES: Learning from the Miracle of the Five Loaves and Two Fish
Part 2 of 3

After receiving the five loaves and two fish from the boy that would be used to feed the multitude who followed HIM, what did Jesus do?

“And Jesus took the loaves, and when He had given thanks He distributed them to the disciples, and the disciples to those sitting down; and likewise of the fish, as much as they wanted.” (John 6:11, NKJV)

There are 2 valuable lessons that we can learn through this incident:

1. No matter how much we have, give thanks to God.
Jesus teaches us to have the right response for all the blessings that come from God. Though Andrew said, “What are the five loaves and two fish among so many?” In fact, Jesus with all that was, took the loaves and fish, gave thanks, and then He distributed them.

Sometimes we think, ‘Lord, my income is so little! What is it compared to my great need? Let’s respond correctly! Don’t grumble; instead, give thanks often. When we give thanks for all the blessings that HE gives us, we will be amazed to see how HE multiplies and supplies our needs, even abundantly.

“In everything give thanks; for this is the will of God in Christ Jesus for you.” (1 Thessalonians 5:18, NKJV)

2. Hope in God with thanksgiving.
Giving thanks to God is one of the evidences that we surrender our lives to Him; it is the evidence that we hope in God alone.

Psalms 42:5, NIV: “Why, my soul, are you downcast? Why so disturbed within me? Put your hope in God, for I will yet praise Him, my Savior and my God.”
When we begin to experience the pressure of needs, problems, struggles, put our hope in God by giving thanks to Him. Because He is our Savior and our God.

“Be anxious for nothing, but in everything by prayer and supplication, with thanksgiving, let your requests be made known to God; and the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and minds through Christ Jesus.” (Philippians 4:6-7, NKJV)

Action:
Do you want to experience unusual miracles? Give thanks! Stop grumbling and complaining; instead, hope and depend on the LORD, our Savior and our God.

SHARING COOL SUPLEMENT - Week 1

“BECOME AS LITTLE CHILDREN”
EXPERIENCING UNUSUAL MIRACLES: Learning from the Miracle of the Five Loaves and Two Fish
Part 1 of 3

“There is a lad here who has five barley loaves and two small fish,
but what are they among so many?” (John 6:9, NKJV)

            After the healing at the pool of Bethesda, the LORD JESUS went over the Sea of Galilee and a great multitude followed JESUS. The issue they faced later on was how could they feed such many people?
Philip said according to his logic that even two hundred denarii worth of bread would not be sufficient, that every one of them may have a little. Even Andrew, Simon Peter’s brother, underestimated the gift that the boy offered. But the Lord turned what they took so lightly into an amazing tool to reveal His miracle. There was no one else, but the boy, who had and gave away his lunch to JESUS.

In one occasion, JESUS taught His disciples:
“And said, ‘Assuredly, I say to you, unless you are converted and become as little children, you will by no means enter the kingdom of heaven.” (Matthew 18:3-4, NKJV)

There are 6 characteristics of little children that we ought to have as well:
1. Love to Cry
Crying meant here is not crying because you have problems or you are being bullied, but because you feel the presence of God, you feel the touch of God. Let’s examine ourselves, when was the last time we cried due to experiencing the touch or visitation of God? Lest your heart be hardened due to bitterness, disappointment, and sin. Repent immediately, ask for God’s forgiveness and return to your first love.

2. Keep No Record of Wrongs
Little children often fight with their friends, but they are quick to forgive and forget; and they can play with the friends that fight with them again. What about us? Keep no record of wrongs, forgive and forget, just as we have been forgiven by God and our wrongdoings have been forgotten by the Lord (Matthew 6:12; Mark 11:25-26)

3. Do not Like to Lie
Little children are honest, sincere, and they say things for what they are. Have we been honest in our words and actions?

4. Always want to be close to his parents
Little children feel safe and secure because they feel the love and protection that their parents provide. Do we have the longing to always be close to the Lord Jesus? (Psalms 62:1; 73:28)

5. Be led by their parents
Parents will surely lead and instruct their children, just as the Lord desires to lead us. Do we want to be led by the Lord as His children? If you want to be led by God, we should fix our eye on God (Psalms 123:2).
6. Trust his parents
To trust means to hold fast to something and have no doubt at all. As His children, we must trust the Lord (Psalms 37:5, Romans 4:19-24).

Action:
Take off your “mask”, put aside hypocrisy and live as children of God that have the characteristics of little children that we have discussed in our sharing tonight.

COOL WBI APRIL MINGGU 2

DARAH YESUS YANG MAHAL

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus  dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah  yang mahal, yaitu darah Kristus  yang sama seperti darah anak domba  yang tak bernoda dan tak bercacat.
(1 Petrus 1 : 18 – 19)


PENDAHULUAN

Wanita, setiap tahun kita akan merayakan Paskah yaitu hari kematian Tuhan Yesus Kristus. DarahNya tercurah untuk menyelamatkan hidup kita. Dimana seharusnya kita yang dihukum dan binasa namun Dia menggantikan diriNya yang rela disalibkan dan dengan darahNya yang mahal Allah menjadikan kita manusia yang sangat berarti (Lukas 22:41). Yesus sendiri ketakutan ketika Dia sendiri bergumul dengan BapaNya di taman Getsemani, “Ya Bapa Ku, jikalau Engkau mau ambillah cawan ini daripadaku, tetapi bukanlah kehendakku melainkan kehendakMulah yang terjadi. Yesus sebagai manusia takut untuk menanggung dosa-dosa manusia, sungguh besar kasihNya, Dia rela berkorban, peluhnya menjadi seperti titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44).

ISI
Wanita, Darah Tuhan Yesus yang tercurah bagi setiap kita itu mahal, karena ada kuasa yang dinyatakan melaui darahNya, yaitu :

1.   Darah Yesus menyembuhkan (Yes 53 : 4 – 5)
Wanita, Tuhan telah menanggung segala sakit penyakit kita, dengan darahNya kita disembuhkan. Ini adalah anugerah Tuhan yang besar. Darahnya tercurah bagi kita dan menyembuhkan segala sakit penyakit rohani maupun jasmani kita. Dalam segi apapun penyakit yang kita alami, Ia sanggup menyembuhkan. Kuasa darahNya dahsyat dan luarbiasa. oleh sebab itu, imanilah dan alami kuasa darahNya yang mahal.

2.   Darah Yesus menundukkan kehendak kita kepada kehendak Tuhan (Yohanes 6:38)
Manusia cenderung menundukkan diri pada kehendaknya sendiri bukan kehendak Tuhan, dan itulah yang seringkali membuat manusia gagal dan hidup dalam kesengsaraan dosa. wanita, ingatlah selalu bahwa kehendak manusia akan selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mari belajarlah seperti Tuhan Yesus dalam Yohanes 6:38: Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” Tuhan Yesus berkorban, mencurahkan darahNya karena Ia mau melakukan kehendak Bapa dalam hidupNya. Oleh sebab itu, mari wanita yang dikasihi Tuhan lakukanlah kehendak Bapa kita di Surga.

3.   Darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa (1 Yohanes 1:7)
Kuasa Darah Tuhan Yesus sangat luar biasa. DarahNya membersihkan kita dari segala dosa dan kejahatan kita. Yesaya 1: 18  berkata : “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Oleh kuasa darahNya kita beroleh keselamatan dari maut kepada hidup yang kekal.  Semua adalah kemurahan Tuhan.

4.   DarahNya tercurah dari kepala yang Ditancap Dengan Mahkota Duri (Markus 15:17)
Artinya Tuhan Yesus menebus kita dari segala kemelaratan dan kemiskinan. Kehendak Allah untuk setiap manusia itu sempurna. Tidak ada yang binasa melainkan diselamatkan masuk Sorga. Dalam 2 Kor 8 : 9 dikatakan “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin,  sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya  oleh karena kemiskinan-Nya”.

5.   Tangan dan kakiNya berlubang paku (Yohanes 20:27)
Tangan Tuhan berlubang paku agar setiap kita ditebus sehingga dapat memiliki otoritas dalam hidup untuk melawan kuasa-kuasa kegelapan, penghulu-penghulu di udara. Lukas 10 : 19 berkata : Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular  dan kalajengking  dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”

PENUTUP
Mari para Wanita, renungkan sejenak pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, dan darahNya yang mahal tercurah dan telah diberikan sebagai penebusan dosa bagi setiap  kita. Mari alamilah kuasa darah Tuhan Yesus yang mahal itu dalam kehidupan kita.

COOL WBI APRIL MINGGU 1


BAHAGIA YANG SEJATI

“Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.”

-Mazmur 119 : 2-


PENDAHULUAN

Bahagia itu banyak sekali dicari oleh orang-orang. Kalau bahagia bisa dibeli maka orang-orang kaya atau yang punya uang akan berlimpah bahagianya. Namun, pada kenyataannya bahagia itu tidak bisa dibeli dengan uang. Dan ternyata tidak semua orang yang punya banyak uang atau yang hidup dalam kemewahan berbahagia. Justru lebih banyak yang hidup dalam keputusasaan, hidup dalam kehampaan, dan tidak sedikit yang bunuh diri. Tetapi sebaliknya, terkadang ada juga yang orang yang hidupnya berkekurangan namun bisa memiliki kebahagiaan dalam hatinya.

Wanita, terkadang dunia bersusah payah mencari rasa bahagia, berupaya melakukan segala hal agar bisa mengisi hatinya dengan Bahagia. Namun, bahagia itu ternyata adalah pilihan hidup kita. Bahagia itu adalah Tuhan Yesus. Saat kita memutuskan untuk menjadi anakNya, menjadi muridNya, menjadi sahabatNya, maka saat itu pun kita sedangkan memutuskan bahwa Tuhan Yesuslah sumber dari kebahagiaan kita. Hanya Ia yang sanggup memberikan kebahagiaan yang sejati.

ISI
Wanita, apakah engkau sudah memiliki kebahagiaan yang sejati? inilah beberapa cara agar kita dapat memiliki kebahagiaan yang sejati, yaitu :

1. Memiliki Hidup Yang Tidak Bercela (Mazmur 119:1)
Wanita, hidup yang tidak bercela artinya mempunyai hidup yang seturut dengan kehendak Tuhan. Hidup yang tidak menjadi batu sandungan, namun hidup yang bisa menjadi berkat. Saat ada Kristus dalam hidup kita, maka dalam setiap perilaku kita akan menjadi dampak yang baik. Kita telah memiliki kebahagiaan yang sejati yaitu Kristus, maka dengan itu pun kita akan mereflesikan Kristus dengan memiliki hidup yang tidak bercela.

2. Memegang Peringatan-peringatanNya (Mazmur 119:2a)
Memegang peringatan-peringatanNya itu berarti saat kita melewati hari-hari dalam hidup, entah itu kesulitan atau perjalanan hidup yang menyenangkan kita terus mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Inilah yang membuat kita dapat terus memiliki kebahagiaan yang sejati. Mazmur 34 : 6 berkata : “Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.” Muka yang berseri-seri menandakan hati yang gembira.


3. Mencari Tuhan Dengan Segenap Hati (Mazmur 119:2b)
Wanita, dunia mencari kebahagiaan yang semu, mereka bekerja keras, berusaha sampai lelah tak henti, mereka berusaha sungguh-sungguh agar dapat menikmati hidup dan memiliki kebahagiaan dengan apa yang mereka usahakan. Namun berbeda dengan kita. Mazmur 127:2 berkata “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” Tuhan memberikan yang terbaik bagi setiap anak-anakNya. Oleh sebab itu, carilah Tuhan dengan segenap hati kita. Hiduplah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, Ialah kebahagiaan sejati kita.

4. Tidak Melakukan Kejahatan (Mazmur 119:3)
Orang yang memiliki kebahagiaan dalam hatinya, pasti menularkan hal yang baik juga terhadap orang lain. Oleh sebab itu, saat hati kita dipenuhi oleh kasih Kristus, maka kita akan menjaga diri kita untuk tidak melakukan sesuatu yang jahat terhadap orang lain. Wanita, perbuatan serta sikap hati kita akan tercermin saat kita benar-benar memiliki kebahagiaan yang sejati yaitu Kristus yang tinggal dalam hidup setiap kita.

PENUTUP
Wanita, apabila kita mau memiliki kebahagiaan yang sejati maka kita harus pastikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita secara pribadi. Dengan itu maka kita bisa hidup tidak bercela, kita akn terus memegang peringatan-peringatanNya, kita akan mencari Tuhan dengan segenap hati dan kita tidak akan melakukan kejahatan.

Orang yang berbahagia adalah orang yang terkaya di dunia, sebutlah namamu.

Tuhan Yesus Memberkati

COOL UMAS - APRIL 2018 - MATA TUHAN TERTUJU KEPADAMU


MATA TUHAN TERTUJU KEPADAMU

“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
(Mazmur 32 : 8)

PENDAHULUAN

Umas, Mata Tuhan selalu tertuju kepada kita, oleh sebab itu apa yang akan kita lakukan Tuhan sangat mengetahuinya. Apapun keadaan hidup kita, entah itu kesehatan, keuangan, keluarga Tuhan melihat dan memperhatikannya. Oleh sebab itu, kita tidak perlu kuatir,  karena ada Bapa di Sorga yang akan selalu menuntun, memberikan nasihat, kekuatan serta penghiburanNya.

ISI
Apa yang perlu kita lakukan agar mata Tuhan tertuju kepada kita? Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, yaitu :

1.       Mau Diajar Oleh Tuhan (Yohanes  6: 45)
       Belajar dari Tuhan merupakan kehormatan bagi kita. Ia adalah guru dan teladan setiap kita. Saat kita mendengar dan mau diajar olehNya, maka kita akan mendapatkan pengalaman yang luarbiasa bersama denganNya. Semakin mengerti isi hatiNya dan semakin tahu tujuan hidup kita. Yesaya 50 : 4 berkata Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

       Umas, Tuhan memberikan kita lidah seorang murid dan mempertajam pendengaran kita agar dapat mendengar sepeti seorang murid. Hal ini menandakan bahwa Mata Tuhan tertuju kepada setiap orang yang memberi diri menjadi murid yang mau diajar olehNya.

2.       Hidup Takut Akan Tuhan (Mazmur 25:12)
     Mazmur 25:12 berkata : Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” Umas, Tuhan sangat memperhatikan setiap kita. Ia rindu agar setiap kita memiliki hidup yang takut akan Dia, sehingga Ia dapat menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita lewati. Saat hati kita terpaut kepadaNya, hidup seturut kehendakNya maka kehidupan kita akan selalu dituntun olehNya.

3.       Mendengar Nasihat Tuhan (Mazmur 16:7)
       Seorang bapa akan selalu rindu memberikan nasihat kepada setiap anak-anaknya agar mereka memilih jalan yang benar, hidupnya berhasil, ada ide atau masukan yang membuat ia dapat maju dalam segala yang diperbuatnya. Demikian juga hidup kita dengan Bapa di Surga, Ia selalu rindu memberikan nasihat kepada setiap kita. Ia rindu hidup kita berhasil sampai masuk dalam garis akhir dan mendapatkan mahkota kehidupan. Mazmur 16:7 berkata : “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.”  Umas, saat engaku mau agar mata Tuhan tertuju pada kita, maka dengarlah nasihat-nasihat firmanNya. lakukanlah dan bersyukurlah, karena segala firman yang Tuhan sampaikan pada setiap kita akan terjadi sesuai iman kita, dan tidak akan kembali sia-sia (Yesaya 55:11).


PENUTUP

Umas, hidup ini sangat singkat sebab kita sudah berada di akhir zaman, namun Tuhan sangat memperhatikan setiap kita, MataNya selalu tertuju kepada setiap orang yang mengasihiNya. Oleh sebab itu, marilah beri diri kita mau diajar oleh Tuhan, hiduplah takut akan Tuhan dan berilah diri untuk mendengar nasihat dari padaNya, maka hidup kita akan semakin dipersiapkan, dilengkapi, dituntun, dikuatkan olehNya untuk menghadapi zaman yang tidak semakin baik ini. Jadilah mempelai-mempelai Kristus yang siap menyongsong kedatangan Tuhan kedua kalinya.


PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH