Tuesday, May 22, 2018

COOL WBI MEI 2018 (1) - KUASA KEBANGKITANNYA


KUASA KEBANGKITANNYA

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
-Filipi 3 :10-11-

Introduksi
Wanita Allah, setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, Ia menampakkan diri berulang-ulang kali untuk membuktikan Yesus hidup (Kisah Rasul 1:3). Yesus menyatakan bahwa kematian tidak perlu ditakutkan sebab kematian adalah sesuatu yang harus terjadi sebelum datangnya kebangkitan. Kita semua harus mengenal kuasa kebangkitanNya dan cara mendapatkannya.

Isi
Setiap orang percaya harus mengalami kuasa kebangkitan Kristus dan mengerti cara mendapatkannya. Ada 3 hal perlu kita lakukan agar kita mengalami kuasa kebangkitan Kristus, yaitu  :

1.      Mati terhadap dosa (Roma 6 : 10)
      Dosa adalah suatu kebiasaan buruk yang membawa kita kepada kesengsaraan. Apakah diantara kita masih mempunyai kebiasaan buruk (dendam, amarah, malas, pemalu, iri hati, tidak percaya, sulit mengampuni, pelit, berselingkuh dan lain-lain). Dosa yang sering kita lakukan, akan menjadi kebiasaan bagi diri kita sehingga kita tidak mempermasalahkannya lagi, dan hal ini sangat berbahaya.

      Wanita, ingatlah bahwa dosa adalah penghambat berkat Tuhan, jadi hari ini kita harus menyelesaikan dosa-dosa kita (Yesaya 59 : 1 – 2). Matilah terhadap dosa sehingga kita bisa hidup bagi Kristus Yesus (Roma 6 : 11-14).

2.      Mati terhadap dunia (Roma 12 : 2)
      Wanita, dunia akan banyak menawarkan kita banyak hal. Kesenangan, kebahagiaan, fasilitas, dan banyak hal lainnya, namun ingatlah seua yang diberikan dunia adala semu (Baca Galatia 5:19-21). Tidak bisa membuat kita hidup dalam kebangkitan Kristus, justru akan buat kita terpuruk mati dalam dosa dan tidak mendapatkan bagian keselamatan yang kekal. Oleh sebab itu, kita harus mati terhadap dunia artinya tidak boleh sama serta mengikuti keinginan  dunia ini.

      Roma 12:2 berkata : Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Wanita, siapa yang rindu mengalami kuasa kebangkitan Kristus? pastinya setiap kita bukan. Oleh sebab itu, mari jangan biarkan diri kita serupa dengan dunia ini, alami pembaharuan budi kita dengan pertolongan Roh Kudus sehingga kita dapat membedakan mana kehendak Allah yang berkenan dan yang sempurna sehingga bisa mati terhadap dunia dan bangkit bersama-sama dengan Kristus.

3.      Mati terhadap diri sendiri (Filipi 2:5-8)
      Mati terhadap diri sendiri aritnya bahwa kita harus mengosongkan diri kita dan berkata bukan kehendakku melainkan hanya kehendak Tuhan. Sebab bukan lagi kita yang hidup tetapi Tuhan Yesus yang hidup di dalam kita (Galatia 2:20). Tidak mudah mati terhadap diri sendiri, oleh sebab itu kita harus dekat dan intim dengan Roh Kudus serta firmanNya, sehingga Ia akan memampukan kita, dan kita dapat mati terhadap diri kita sendiri.

Penerapan :
Sebab Tuhan Yesus bangkit dan membuktikan Dia hidup. Ia menghapus segala keraguan dan ketidak mengertian kita akan arti kematian dan kebangkitanNya. Alami kuasa kebangkitanNya dengan mati terhadap dosa, mati terhadap dunia dan mati terhadap diri kita sendiri.

Tuhan Yesus Memberkati.

COOL UMAS MEI 2018 - TUJUAN HIDUP UMAS


TUJUAN HIDUP UMAS

“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
(Mazmur 32 : 8)

PENDAHULUAN

Shalom Umas, baru saja kita merayakan Paskah yaitu hari kebangkitan Tuhan Yesus. Kita percaya bahwa sukacita yang besar itu melimpah di dalam hati setiap kita. Saat Tuhan mengorbankan diriNya hal itu merupakan tujuan terbesar Tuhan agar manusia yang Ia kasihi dapat diselamatkan dan kembali kepada rancangan yang semula. Tuhan saja punya tujuan apalagi setiap kita. Namun terkadang, permasalahan, persoalan serta tantangan dalam hidup membuat kita lupa dan tidak fokus pada tujuan hidup. apapun tujuan hidup kita, pastinya hal tersebut akan membawa kita untuk menggenapi seluruh kehendak Tuhan.

ISI
Bagaimana agar Umas dapat tetap bertahan untuk mencpai tujuan hidupnya? Ada beberapa cara agar dapat tetap bertahan serta fokus untuk mencapai tujuan hidup, yaitu :

1.       Intim Dengan Tuhan
Yohanes 15:7 berkata : “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Intim dengan Tuhan berarti kita tinggal di dalam firmanNya dan firmanNya tinggal di dalam kita. Tidak seminggu sekali namun setiap saat, setiap waktu kita merenungkan firman Tuhan. Kebenaran firman Tuhan akan membuat kita fokus pada tujuan hidup kita.

2.       Mau Dinasihati Tuhan
     Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”
       Umas, mata Tuhan itu tertuju kepada kita, oleh sebab itu berilah diri untuk         belajar mendengar yaitu untuk dinasihati ataupun ditegor. Kenapa? karena             Tuhanlah yang paling tahu jalan kita ini lurus atau belok-belok atau saat ini            kita sedang diam saja dan tidak bergerak. Makanya perlu sekali memberi diri   dan membiarkan Tuhan berbicara menasihati kita supaya kita kembali        kepada tujuan hidup kita yang semula yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

3.       Percaya Kepada  Rancangan Tuhan
       Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Umas, Tuhan paling tahu rancangan yang terbaik bagi setiap kita, oleh sebab itu baiklah setiap kita percaya penuh kepada setiap rancangan dan rencana Tuhan. Berikan diri untuk tunduk dan taat pada setiap rancangan Tuhan, maka hidup kita pun akan mencapai tujuannya.


PENUTUP
Umas, mari penuhilah tujuan dan panggilan Tuhan dalam hidupmu. Bangunlah keintiman denganNya, berilah diri untuk mau dinasihati, dan percayalah pada setiap rancangan yang Ia buat. Saat kita melakukan ketiga hal ini, maka hidup kita pun akan terus bergerak maju sampai setiap kita memenuhi kehendak Tuhan yang mulia.

YOUTH Minggu 2 Mei 2018 - MENGGUNAKAN TEKHNOLOGI UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

MENGGUNAKAN TEKHNOLOGI UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

Bahan Bacaan
Roma 10:14, “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”

Penjelasan Materi
Youthers, mari kita renungkan Firman Tuhan dalam Roma 10:14 dari bahan bacaan di atas. Masihkah dalam hati kita memiliki kerinduan agar teman-teman, sahabat, keluarga, ataupun siapapun menerima keselamatan? Atau malah kita sudah tidak peduli akan hal itu lagi karena menganggap itu bukanlah tugas dan tanggung jawab kita? Atau mungkin, kita masih memiliki kerindun itu tetapi kita tidak pernah bergerak untuk memberitakan keselamatan itu? Jika begitu, maka sia-sialah kerinduan itu.

Sebagian dari Youthers mungkin telah terus-menerus mendoakan orang-orang yang belum menerima kabar keselamatan, akan tetapi jika kita tidak melakukan tindakan nyata, lalu bagaimana orang yang kita doakan dapat menerima keselamatan? Bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Maka dari itu, haruslah ada orang-orang yang mau memberitakannya, siapa orangnya? Jawabannya tak lain adalah diri kita sendiri, anak-anak mudanya Tuhan.

Mungkin kita bertanya, “Tapi bagaimana aku dapat memberitakan Firman Tuhan? Aku kan bukan Pendeta?” Ketahuilah, memberitakan Firman Tuhan bukanlah hanya tugas seorang Pendeta saja, tapi ini adalah tanggung jawab kita semua. Kita tidak perlu mengkotbahi satu persatu orang yang kita temui, tapi pakailah cara praktis untuk dapat memberi kesaksian tentang Tuhan, salah satunya melalui media apapun yang sering digunakan anak muda. Misalnya saja di jejaring sosial yang kita miliki, kita dapat meng-update segala hal yang dapat memberkati banyak orang, bersaksi melalui status-status dan gambar-gambar yang berdampak baik terhadap pengenalan akan Tuhan. Kita juga bisa menulis artikel-artikel yang membangun di blog pribadi atau blog komunitas yang kita miliki, sehingga ketika orang membacanya, maka ia menjadi sangat diberkati dan melihat kemuliaan Tuhan dari tulisan kita itu. Kita juga bisa menulis status di instant messenger atau media sosial lainya dengan kata-kata positif, sehingga darinya nama Tuhan dipermuliakan.

Youthers, mulailah memberikan konten-konten yang memberkati orang-orang yang membacanya. Sehingga mereka dapat mengenal Tuhan yang penuh kasih dari media yang kita gunakan.

Bahan Diskusi
1.  Konten apa yang biasa di update dalam media sosial kita?
2. Sudahkah kita menggunakan media apapun di sekitar kita, mungkin itu  Facebook, Twitter, BBM, email, Path, blog, Intasgram dll untuk memberitakan sesuatu hal yang baik  dengan prinsip kebenaran Firman Tuhan? 
3. Mana yang lebih banyak kita update dalam media sosial ? Hal yang berbau positif atau negative?

YOUTH Minggu 1 MEI 2018 - JANGAN JADI ORANG KRISTEN YANG “GAPTEK”

JANGAN JADI ORANG KRISTEN YANG “GAPTEK”

Bahan Bacaan
Amsal 1:5, “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan”

Penjelasan Materi
Youthers, dunia ini selalu berubah dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Mungkin kita bertanya, bagaimana posisi kita sebagai anak muda Kristen dalam meresponi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin hari semakin maju ?

Harus kita pahami Youthers, bahwa Perkembangan teknologi memang tak mungkin kita tolak. Jika kita tolak, yang ada kita malah bisa tertinggal, akan kesulitan sendiri bahkan akan mengalami kemunduran, sedangkan banyak orang yang bisa maju dan sukses karena memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Misalnya saja:

Ø  Penggunaan uang elektronik  dalam pembayaran tol, kereta dll. Kita harus mau mengikuti perubahan peraturan dari pemerintah ini, jika tidak mau maka kita sendiri yang akan kesulitan dan menjadi repot
Ø  Menjamurnya toko online yang menawarkan harga jauh lebih murah dibandingkan toko retail, yang membuat konsumen dengan budget terbatas akan beralih ke toko online.
Ø  Pembayaran/transaksi apapun yang dilakukan dengan e-banking/ m-banking sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk ke Bank
Ø  Berkembangnya akun media sosial. Hal ini membuat banyak orang, entah rekan pelayanan kita, adik rohani kita, keluarga kita dan teman kita yang lebih mengumbar kesehariannya, menceritakan kegiatannya mengutarakan masalahnya dan meng-update segala hal yang terjadi dalam hidupnya di akun mereka masing-masing daripada komunikasi secara langsung kepada kita.

Contoh-contoh di atas membuat kita tidak bisa hanya diam di tempat ketika jaman bergegas berlari menuju sebuah perubahan yang lebih baik, melainkan membuat kita mau tidak mau harus menyesuaikan, mengikuti perkembangan zaman, dan tidak bersikap terlalu kaku dan tabu terhadapnya.

Perhatikan bahan bacaan kita hari ini dalam  Amsal 1:5, “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan”  Dari ayat ini kita bisa lihat bahwa Tuhan sebenarnya menghendaki kita manusia untuk terus mengembangkan diri, menambah ilmu dan pengertian. Kita sebagai orang Kristen tetap menerima segala kemajuan IPTEK yang ada dengan dasar Iman Kristen, yaitu takut akan Tuhan. Hal ini berarti bahwa kita tidak perlu menjauhi IPTEK tapi justru terus mengembangkannya menjadi lebih baik lagi. Jadi kita  jangan jadi anak muda yang gaptek tetapi jadilah anak muda yang melek teknologi.

Akan tetapi Youthers, satu hal yang harus kita sadari betul, memang banyak hal positif dari kemajuan teknologi yang memudahkan kita, namun tidak sedikit pula dampak negatif darinya. Kita harus tetap bijak dalam menyikapinya dengan berpegang pada Firman Tuhan sebagai rambunya. Mengenai bahaya teknologi, kita akan membahas bahaya teknolgi pada Minggu ke-3.

Bahan Diskusi
1.  Teknologi dan kemajuan zaman apa saja yang sudah kita ikuti sampai detik ini?
2.  Ceritakan dampak negatif dan positif dari pertanyaan no. 1? Mana yang lebih banyak?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH