Wednesday, August 21, 2019

Youth Agustus 2019 #4 - Menjadi Manusia Yang Konsisten



MENJADI MANUSIA YANG KONSISTEN & TEGUH PENDIRIAN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 3)

Bahan Bacaan
Ulangan 28 : 13-14, “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya”


Penjelasan Materi
Youthers, dalam bacaan kita di atas, Tuhan berjanji akan menjadikan kita “kepala” dan bukan “ekor” dan akan membuat kita semakin “naik” dan bukan “turun”, dengan satu syarat apabila kita mendengarkan perintah Tuhan dan berlaku setia serta tidak menyimpang dari kebenaranNya. Hal ini berbicara tentang konsistensi, kesetiaan dan kesungguhan hati kita di hadapan Tuhan.

Tuhan rindu agar kita memiliki karakter, pendirian dan sikap yang on the track, tidak menyimpang dari ajaran Firman Tuhan. Ia ingin agar kita menjadi pribadi yang setia dan konsisten dalam dalam kehidupan, serta memiliki iman yang kokoh meski mendapat tekanan. Jika Youthers, ingin menguji konsisten tidaknya seseorang, maka kita dapat melihat dari perkara sederhana dalam kehdiupan sehari-hari, misalnya bagaimana seseorang menghormati orang tuanya, gembalanya, atasannya, pasangannya. Ciri orang dengan pribadi yang konsisten, pastinya tidak akan berkompromi atau mengambil jalan pintas dalam segala sesuatu untuk membawa keuntungan bagi dirinya sendiri apalagi sampai “menabrak” kebenaran Firman Tuhan. Orang yang konsisten tidak berpindah-pindah arah, sekalipun banyak orang yang menggodanya untuk merubah arah.

Mari kita belajar dari kisah hidup Paulus, perhatikan dalam Galatia 6:14,“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, ……” Dari kehidupan Paulus, kita dapat menangkap adanya konsistensi yang kuat dan kokoh kepada Tuhan. Hal itu membuat, sekalipun hal tidak mengenakkan terjadi diluar dirinya  tetapi hal itu tidak menekannya, karena dia berakar kuat dalam kepercayaan pada Tuhan. Paulus mengajarkan kita untuk hidup bertumpu di landasan yang bersumber pada Tuhan saja, sudahkah kita melakukannya?


Bahan Diskusi :
Diskusikan pengalaman pribadi dan orang lain yang berubah dari pribadi konsisten menjadi tidak konsisten atau sebaliknya? Apa factor yang membuat orang tersebut berubah

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH