Tuesday, August 13, 2019

Youth Agustus 2019 #2 - Manusia Yang Tidak Konsisten



MANUSIA YANG TIDAK KONSISTEN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 2)

Bahan Bacaan
Kolose 3:23, “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Penjelasan Materi
Youthers, pada Minggu pertama kita sudah mengetahui bagaimana Yesus begitu konsisten terhadap segala hal yang melekat dalam diriNya. Berbeda dengan kita manusia, seringkali kita bersikap tidak konsisten dari apa yang kita pikirkan, kita katakan dan kita lakukan.

Bagaimana tidak? Youthers, mari sejenak bercermin, seberapa sering kita berjanji mungkin pada diri sendiri, orang lain, orangtua, teman, saudara atau bahkan kepada Tuhan sendiri, tapi kita tidak konsisten menepatinya? Atau mungkin pada awalnya kita adalah orang jujur, yang selalu menepati apa yang kita janjikan, namun seiring berjalannya waktu, kita terdesak oleh keadaan sehingga akhirnya kita mudah berbohong dan melakukan hal-hal negatif asal keinginan kita dapat tercapai. Untuk itu jangan heran ketika kita mendengar ada banyak karyawan dan pimpinan yang terlibat korupsi, juga orang-orang yang dengan mudah berganti keyakinan, orang yang ingkar janji dan tidak punya integritas. Di sinilah terlihat bahwa manusia terkesan “plantat-plintut” artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan kenyataan manusia suka berubah-ubah dan tidak bertanggung jawab atas apa yang menjadi komitmennya terdahulu.

Youthers, ketahuilah bawa ketika kita tidak bersikap konsisten sekalipun, Tuhan masih memberi kesempatan beberapa kali, Tuhan begitu sabar terhadap kita seperti yang dikatakan dalam Mazmur 103:8, “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia”. Akan tetapi, bukan berarti kita bebas terus menerus mempermainkan Tuhan dengan ketidakkonsistenan kita.

Ada beberapa faktor yang membuat manusia sering berubah-ubah baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan di antaranya yaitu karena waktu, cinta akan dunia dan kekecewaan. Seiring berjalanannya waktu manusia bisa berubah menjadi tidak baik, mungkin karena tuntutan ekonomi, pergaulan dan hal lainnya. Dan oleh karena lemahnya iman kepada Tuhan, membuat manusia menjadi cinta akan uang dan mengejar segala kenikmatan yang ditawarkan dunia. Juga karena beratnya beban hidup, doa yang belum terkabul, maka hal itu dapat menimbulkan rasa kecewa kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita Youthers?

Bahan Diskusi : Sebutkan hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi pribadi yang tidak konsisten?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH