Monday, August 20, 2018

MANDAT DEWA


Sepuluh Hukum diawali dengan firman Allah: “Hai Israel, Akulah Tuhan Allahmu, yang membawamu keluar dari tanah Mesir, tempatmu diperbudak selama ratusan tahun.

Sekarang, dengarlah hukum-hukum yang Kuberikan padamu”

Introduksi yang sangat jelas bagi umat, yang Dia bebaskan dari belenggu dan kutukan dosa. Selama 430 tahun, Tuhan seperti tak mengingat akan janji-Nya pada Abraham, Ishak, dan Yakub, dengan tidak mengulurkan tanganNya menolong mereka.

Sesungguhnya tidak! Saat Tuhan bungkam, pasti ada makna yang dalam, karena Tuhan yang kekal dan yang hidup itu tak meninggalkan umat-Nya terus berada di dalam kesulitan.

Yusuf pernah menjadi Perdana Menteri di Mesir, Kerajaan terbesar di masa itu, tetapi ketika firaun-firaun yang tak mengenal dia bangkit, mereka tak membiarkan bangsa Israel. Bangsa asing itu semakin berkembang. Mereka khawatir Israel akan mendominasi, menjadi ancaman buat mereka.

Itulah fakta, saat jumlah dan ekonomi pendatang mulai dominan di masyarakat, penduduk asli mulai merasa iri, takut, dan muncullah penganiayaan, penindasan, diskriminasi, merampas hak asasinya. Perlakuan yang keterlaluan pada pendatang memang sering dilakukan oleh keturunan Adam.

Jadi, perlu ada hukum yang menjamin hak asasi manusia pendatang. Itu sebabnya, Sepuluh Hukum Tuhan berikan setelah orang Israel diperbudak 430 tahun oleh para firaun yang menganggap dirinya mendapat mandat dewa yang tertinggi, punya hak mutlak atas hidup atau matinya orang lain.

Sehingga orang Israel tidak boleh menjadi sebuah bangsa yang hukumnya mendapat MANDAT DEWA, tapi HUKUM TAURAT.

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH