Saturday, June 9, 2018

SENI MENGEMBANGKAN PERGAULAN ANDA.

RELATIONSHIP
The Art of RELATIONSHIP - Seni Mengembangkan PERGAULAN Anda.

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” ( Amsal 13:20 )

Pergaulan merupakan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam jangka panjang sehingga terjadi saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Ya, manusia tidak dirancang hidup sendirian, melainkan hidup sosial, saling berinteraksi, saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.

Bahkan saat Yesus datang ke dunia ini, Ia pun tidak eksklusif, namun berbaur, Ia senang berada di tengah-tengah orang banyak. “Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.” (Matius 13:2).

Bahkan di zaman now ini, pencapaian, karir, keberhasilan seseorang seringkali dilihat atau diukur dari luasnya pergaulannya. Berapa ribu jumlah followersnya di Instagram ? Berapa banyak kontak teman yang ia punya dihandphonenya ? Seberapa sering ia keluar hang out bersama teman-temannya ? Semakin banyak jumlah teman, semakin mudah seseorang meraih sukses. Semakin ia memiliki banyak pengikut, atau semakin ia disukai orang, maka semakin namanya dikenal. “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52).

Di Jemaat mula-mula pun sama, mengapa pengaruh mereka begitu besar ? Karena mereka disukai semua orang. “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 2:47).
Ya, jelas saja orang lebih senang berada dekat dengan mereka yang smart, yang wawasannya luas. Sementara yang kuper, yang kudet atau kurang update, tak pelak akan ketinggalan. Ya, selain ia kurang disenangi orang, ia sendiri karena miskin informasi, tidak meng-upgrade diri dengan berita dan pengetahuan baru, maka akan kesulitan dalam meraih berbagai pencapaian dalam hidup.

Orang demikian ibarat katak dalam tempurung. Cara pandangnya sempit, temannya sedikit, otomatis outpun yang diterima pun hanya itu-itu saja.   Jika kita mengerti bahwa dampak dari pergaulan, komunitas atau network begitu dahsyat, mari kembangkanlah pergaulan Anda.

Inilah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan pergaulan Anda :

MEMPERLUAS Lingkup Pergaulan Anda
Seorang pengusaha pernah menganjurkan agar orang yang ingin memiliki banyak teman agar lebih sering menghabiskan waktu untuk membaca buku-buku atau bacaan dari segala bidang, hukum, kesehatan, film, seni, teknologi, otomotif, olahraga, finansial, dan yang lainnya. Jadi, jika ia misalnya sedang makan siang dengan orang-orang yang baru pertama kali dikenal, ia punya bahan untuk bercerita. Bahkan ia bisa segera ‘nyambung’ dengan mereka, karena ia tahu apa yang sedang diperbincangkan. Jika Anda dan orang baru itu sudah ‘klik’, otomatis ia bisa menjadi teman baru Anda. Anda jadi dapat berbicara, berdiskusi lebih dalam, bahkan bisa menjalin kerja sama atau menggarap proyek bersama, mungkin.

Bandingkan, jika kita tidak tahu apa-apa, orang bicara ini, kita tidak mengerti, orang bicara itu, kita tidak paham, orang biasanya jadi enggan untuk menjalin relasi yang lebih dalam. Amsal 14:20 berkata, “Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.” Miskin bukan saja bicara tentang uang, materi, harta. Kaya pun sama, tidak melulu bicara tentang aset, finansial tapi juga bicara tentang pengetahuan, pengalaman, wawasan, kecerdasan.

So, mari memperkaya diri dengan hikmat, dengan kepintaran sehingga kita memiliki sahabat yang banyak. Anda juga dapat lebih memperluas pergaulan Anda dengan bergaul dengan berbagai kalangan, dan mengaktifkan media sosial Anda.

MENINGKATKAN Mutu Pergaulan Anda
Seiring Anda eksis di komunitas Anda, lalu Anda punya banyak teman, followers di Instagram, Facebook, pelanggan, Anda perlu juga meningkatkan mutu pergaulan Anda. Misalnya, Anda mulai peka dengan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan mereka dan Anda mulai menanamkan influence, pengaruh positif dalam hidup, dalam karir mereka. Ya, kedekatan, kepedulian, akan menjadi jembatan bagi Anda untuk menyeberangkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Lebih dari itu, Anda pun juga dapat menimba hal-hal baru dari mereka.

Suatu kali, juru minum dan juru roti yang dipenjara bersama Yusuf, bermimpi. Mereka bingung karena tidak mengerti artinya. Yusuf lalu melihat keduanya tampak gelisah. Ia sekedar melihat dan cuek ? Ia hanya memandang wajah mereka kemudian segera berlalu ? Yusuf tidak mau tahu karena lebih peduli dengan pekerjaannya yang menggunung, yang menunggu dikerjakan ? Tidak ! Anak muda itu mendekati kedua orang itu lalu bertanya, “Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?” (Kejadian 40:7).

Meningkatkan mutu pergaulan, tidak bisa tidak, kita membutuhkan yang namanya perhatian, hati untuk melihat, untuk mendengar keluhan, masalah orang, bahkan dibutuhkan kesediaan untuk mengesampingkan ego, atau kepentingan sendiri. Tak pelak, sebagai orang yang membantu kepala penjara, tugas dan tanggung jawab Yusuf pasti banyak. Jadwalnya padat. Kegiatannya full hari itu. Namun demikian, Yusuf menyingkirkan semuanya dulu, lalu mulai memperhatikan kebutuhan juru minum dan juru roti. Lalu ia mulai membagi imannya, kepercayaan bahwa yang bisa mengartikan mimpi hanya Allah.

Dari kejadian itu, Yusuf sendiri beroleh benefit, ia akhirnya bisa diperkenalkan kepada Firaun lewat kesaksian juru minum raja. Mari tingkatkan mutu pergaulan dari sekedar teman menjadi relasi yang lebih berkualitas. 

MEMELIHARA Hubungan Pergaulan Anda
Setelah Anda punya banyak teman, koneksi luas, Anda berjejaring luas, membuka cabang di mana-mana, customers melimpah, eksistensi Anda diakui di organisasi, di kantor, di mana pun, Anda pun perlu memelihara hubungan itu.

Suatu ketika, pemilik perusahaan Mercedez Benz memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi rumahnya. Mengikuti rekomendasi temannya, maka Benz menghubungi seorang tukang ledeng dan disepakati ia akan datang 2 hari lagi. Si tukang ledeng cukup sibuk dan ia tidak tahu kalau si penelpon adalah pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Tapi mengejutkan, ia menelpon Benz dan menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi. Hari berikutnya si tukang ledeng datang dan segera mengutak-atik kran sampai selesai.

Beberapa hari kemudian, ia menghubungi tuan Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres ? Mr. Benz begitu terkesan dengan cara kerjanya sehingga ia merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Dia adalah Christopher L. Jr. dan diminta menjadi General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!

Kadang-kadang mudah mendapatkan teman, namun perlu sekuat tenaga untuk menjaga, dan memeliharanya agar terus langgeng. Peliharalah pergaulan Anda, jika itu tentang hubungan dengan pelanggan, Anda bisa memakai istilah 8 C,:
  v  Correct (ketepatan),
  v  Complete (kelengkapan),
  v  Concise (kecepatan),
  v  Clean (penampilan yang bersih),
  v  Careful (memberi perhatian),
  v  Charming (sikap yang mempesona),
  v  Cheers (menyambut dengan gembira), dan yang terakhir
  v  Chummy (keakraban).
Pendek kata, pakailah kasih untuk melakukan semuanya itu. (Lukas 10:27).

MEMBERDAYAKAN Potensi Pergaulan Anda
Apa kesamaan Google, Microsoft, Apple, dan Twitter ? Sama-sama perusahaan teknologi, ya. Sama-sama merupakan perusahaan bergengsi, ya. Namun lebih dari itu, perusahaan-perusahaan papan atas ini sama-sama didirikan lewat kerja sama antar sahabat. Pergaulan mereka jelas sudah tidak di permukaan lagi, tidak sekedar di kulit, tidak hanya tahu tentang pekerjaan saja, namun lebih dari itu. Makanya timbullah trust, kepercayaan yang kuat sehingga mereka memilih untuk menjalin bisnis yang saling menguntungkan.

Untuk sampai di tahap itu, Anda tentu perlu menyaring teman-teman Anda. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (I Korintus 15:33). Persahabatan, pergaulan juga perlu diuji, tidak hanya bisa melewati masa-masa senang, akan tetapi juga bisa bertahan dalam kesukaran dan kesulitan. Sergey Bin dan Larry Page bertemu pertama kali tahun 1995. Relasi mereka terus terjalin, mutunya makin baik, karena terus dipelihara, sampai akhirnya keduanya memutuskan memberdayakan potensi masing-masing dan menyatukannya lewat kerja sama. Mari, kembangkanlah pergaulan Anda karena dampaknya sungguh besar dalam karir dan kehidupan Anda. (JSW)

Youth Juni Minggu 4 2018 - KESABARAN

KESABARAN

Bahan Bacaan 
Amsal 16:32, “Orang  yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Penjelasan Materi
Youthers, tentunya kita pernah dengar istilah “Kesabaran itu ada batasnya”. Pertanyaannya, bagaimana posisi kita sebagai orang percaya perihal kesabaran, apakah kita yang adalah manusia biasa juga punya batas kesabaran, atau karena kita sudah menjadi pengikut Kristus maka seharusnya kita memiliki sikap panjang sabar yang tidak terbatas?

Youthers, perlu kita pahami bahwa kesabaran adalah sebuah kemampuan untuk kita dapat menahan diri untuk tidak gegabah terhadap sesuatu hal/kondisi/seseorang yang membuat kita kesal/marah/tidak suka, untuk tidak membalas sesuatu dengan cara yang salah, untuk tidak terburu-buru bertindak terhadap sesuatu belum jelas duduk permasalahannya, untuk menerima sesuatu hal yang mengecewakan diri kita dengan prinsip Firman Tuhan, untuk memiliki jiwa besar menerima situasi yang tidak kita inginkan namun sudah terjadi tanpa marah tanpa bersungut tanpa menyalahkan Tuhan. Mungkin bagi sebagian besar orang, sangatlah sulit menjalankan hal-hal tersebut karena kegeoisan, kesombongan dan gaya hidup instan yang sudah menjamur dalam kehidupan manusia di mana semua ingin serba cepat tanpa harus menunggu lama.  Apakah sikap itu benar dihadapan Tuhan? Mari kita lihat jawabannya sesuai dengan Firman Tuhan

Firman Tuhan dalam Roma 12:12 mengatakan, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”  Youthers, hal ini menegaskan kita bahwa kesabaran harus kita miliki karena ini adalah mandat dari Tuhan sendiri. Tuhan memberi pengajaran untuk kita bersabar dalam masa kesesakan/ masa sulit dalam kehidupan ini, karena manusia seringkali mengeluh saat sedang masa sulit, menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan. Jika kita mau mengerti, sebenarnya Tuhan memberi kesesakan dalam hidup kita supaya dalam hidup kita mampu bersabar untuk suatu perubahan yang lebih baik nantinya.

Youthers, maka dari itu, berdoalah untuk meminta Roh Kudus membantu kita untuk bisa bersabar.  Dengan memintanya pasti Roh Kudus akan memberikan kesabaran pada kita Tuntutlah diri kita untuk menjadi seorang yang bertumbuh dewasa dalam Tuhan dan milikilah keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali dan walaupun keadaan yang kita alami begitu menekan kita, tetap bertahan.

Bahan Diskusi :
Apa yang menjadi tantangan terbesar kita dalam menerapkan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari?

Youth Juni Minggu 3 2018, DAMAI SEJAHTERA

DAMAI SEJAHTERA

Bahan Bacaan
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu”

Penjelasan Materi
Youthers, mengawali bahan Minggu ini, mari kita mulai dengan pertanyaan untuk diri kita sendiri. Pernahkah kita merasa kehilangan damai sejahtera dalam hati kita? Entah ketika kita melihat seseorang yang tingkah perkataan dan lakunya menyebalkan, entah ketika kita sedang mendapat teguran dari atasan, Guru, dosen atau orangtua, ketika kita lagi bertengkar dengan orang lain atau ketika situasi yang kita hadapi  membuat kita marah-marah sehingga kita mengatakan, “Aku sedang tidak damai sejahtra nih!”  Tentunya kita pernah mengalami kondisi seperti ini di mana hati kita kehilangan damai sejahtera.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI), damai adalah tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, aman, tenteram, tenang, keadaan tidak bermusuhan, rukun.

Youthers, mungkin ada banyak orang berusaha mengembalikan damai dalam hatinya dengan bepergian, travelling ke luar kota atau ke luar negri, hang out bersama teman-teman, belanja, makan banyak, menyibukan diri dengan aktivitas apapun, keinginan mendapatkan ketenangan dengan menyendiri atau bentuk apapun yang sekiranya dapat membuat hatinya kembali bahagia. Akan tetapi semuanya itu sia-sia, jika berhasil, sifatnya hanya sementara. Mengapa? Karena sesungguhnya damai sejahtera yang sejati tidak dapat kita cari di manapun, sebab kita dapat menemukan damai sejahtera sejati itu hanya dalam Yesus Kristus.

Ketika kita datang ke hadirat Tuhan Sang Sumber damai sejahtera itu sendiri dengan penuh kerinduan dan kehausan, maka Tuhan akan mencurahkan Roh KudusNya dalam hati kita dan Ia akan  memberi kita ketenangan didalam hidup. Pribadi Roh Kudus yang lembut akan menyentuh hati kita dan seketika kita merasakan damai sejahtera dan kesejukan dalam hati yang tidak bisa di ungkapkan  dengan kata-kata.

Youthers, firman Tuhan Yohanes 14:27 mengatakan, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” Ya, jika kita membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari dan melakukan FirmanNya, maka hati kita akan selalu limpah dengan damai, sekalipun keadaan yang kita alami terkadang sulit dan tidak kondusif.  Percayalah jika kita menikmati hidup dengan damai sejahtera, maka hari-hari kita akan lebih berarti

Bahan Diskusi
Hal apa saja yang membuat damai sejahtera di hati kita hilang?

Youth Juni Minggu 2 - 2018 - SUKACITA

SUKACITA

Bahan Bacaan
Filipi 4:4, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" 

Penjelasan Materi
Youthers, mengawali bahan ini mari kita renungkan dalam hati masing-masing, dalam keadaan bagaimanakah kita lebih sering merasakan sukacita, apakah dalam keadaan senang? Atau dalam keadaan sedih? Tentunya sebagian besar orang akan menjawab dalam keadaan senang, diberkati berlimpah-limpah mereka lebih dapat merasakan sukacita, lebih mudah bersyukur dan terasa bahagia, karena jika dalam keadaan sedih, susah, kesulitan ekonomi dan ditimpa kemalangan, kebanyakan orang akan bersungut-sungut, kehilangan sukacita dan jauh dari rasa syukur? Mungkin kita bertanya, lalu bagaimana posisi kita sebagai anak Tuhan dalam menyikapi perihal sukacita? Apakah anak Tuhan tidak boleh bersedih? Bukankah wajar jika manusia mengalami kesedihan?

Youthers, jika kita meletakkan sumber sukacita hanya dari materi dan situasi yang mendukung, maka sukacita yang kita rasakan tidak akan bertahan lama, karena itu hanya sukacita sementara. Berbeda jika kita meletakkan Tuhan sebagai sumber sukacita yang sejati, maka sukacita yang kita rasakan akan bersifat permanen karena sukacita dari Tuhan adalah sukacita di segala situasi, yang tidak dipengaruhi keadaan, tidak dipengaruhi oleh orang lain, melainkan bersumber Roh Kudus yang bekerja di dalam kita.

Firman Tuhan dalam Filipi 4:4 mengingatkan kita untuk senantiasa bersukacita, apapun yang terjadi kita harus terus bersukacita. Tuhan menginginkan kita untuk selalu bersukacita didalam-Nya, skalipun keadaan yang kita alami sedang sulit dan proses yang kita alami berat. Mungkin Youthers bertanya, bagaimana mungkin aku bisa bersukacita jika keadaanku sulit? Bisa! Jika kita memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, hidup seturut FirmanNya dan kita undang Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, maka kita akan dimampukan untuk memiliki sukacita Ilahi

Jika sukacita ada dalam hidup kita maka berkat Tuhan pasti akan tercurah bagi kita. Sukacita juga erat kaitannya dengan bersyukur. Dengan rasa sukacita yang Tuhan beri maka kita dapat lebih mengerti hidup kita dan mensyukurinya.

Bahan Diskusi
Apa yang membuat  orang Kristen gagal untuk bersukacita dan bersyukur dalam keadaan sulit?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH