Thursday, April 11, 2019

Umum 2019 #2 - Pemberitaan Injil Di Era Pentakosta Ketiga



PEMBERITAAN INJIL DI ERA PENTAKOSTA KETIGA
Sejak dideklarasikan pada 17-20 Juli 2018 yang lalu pada saat Empowered 21 Asia - Global di SICC, kita memasuki suatu era baru yang disebut sebagai Era Pentakosta Ketiga.

Sebagaimana dijabarkan oleh Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina kita Bpk. Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Pentakosta Ketiga adalah :
a. Pencurahan Roh Kudus yang luar biasa pada jaman now yang akan membuat terjadinya penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir  sebelum kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua.
b. Masa penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus.
c. Dimulai dengan gerakan anak-anak muda di Indonesia, menyebar ke seluruh dunia dan akhirnya kembali ke Yerusalem.

Terkait dengan masa penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus, Amanat Agung dengan jelas dinyatakan dalam :
Matius 28:18-20

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Markus 16:15-18

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Jika kita mempelajari dua bagian ayat tersebut diatas, ada 2 aspek penting sehubungan dengan Amanat Agung:

1. Amanat Agung adalah Pengutusan Murid-Murid Yesus untuk Memberitakan Injil.
"...pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28:19)
"...Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil..." (Markus 16:15)
Kata "pergilah" yang tercantum dalam kedua ayat tersebut diatas adalah kata kerja aktif. Kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus harus melakukan ini, artinya secara aktif, siapapun kita (bukan hanya penginjil yang berkarunia menginjil saja) yang disebut sebagai orang percaya, murid-murid Kristus harus memberitakan injil, minimal kepada orang-orang yang ada disekitar tempat tinggal, tempat usaha, sekolah/kampus/kantor kita.

Mereka yang hatinya 'berkobar-kobar', menyala dengan Api Pentakosta Ketiga tentu tidak tahan untuk tidak memberitakan injil sekalipun mengalami aniaya, tekanan, intimidasi dan penderitaan seperti yang dialami oleh Yeremia.
"Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup." (Yeremia 20:7-9)

2. Amanat Agung adalah Pemberitaan Injil dengan Kuasa Allah.
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah..." (Matius 28:18-19)
"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,..."

Dalam Matius 28, Tuhan Yesus mengutus murid-murid pergi dengan memberikan satu jaminan kepada murid bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya, dan DIA menyertai kita yang pergi melaksanakan Amanat Agung-Nya.
Dalam Markus 16, kuasa itu dinyatakan dengan tanda-tanda yang menyertai murid-murid yang pergi memberitakan injil, yakni : mengusir setan-setan demi nama-Ku, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, memegang ular, dan sekalipun minum racun maut tidak akan mendapat celaka; meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Janji ini bukanlah sekedar janji, tapi Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya melalui Roh Kudus yang diterima murid-murid pada saat Pentakosta.
"Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." (Ibrani 2:4)

Pentakosta yang pertama sedemikian dahsyatnya kuasa Allah dinyatakan dalam pemberitaan Injil, terlebih di era pentakosta ketiga yang jauh lebih dahsyat. Sebab jika pentakosta pertama adalah masa permulaan pelaksanaan amanat agung, maka di era pentakosta ketiga ini adalah masa penyelesaian amanat agung Tuhan Yesus. Penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus memerlukan pentakosta yang ketiga, yang akan melibatkan generasi Yeremia, yakni generasi anak-anak muda yang berkobar dengan Api Roh Kudus, cinta mati-matian dengan Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan melakukan kehendak Tuhan pada jaman Now yaitu menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.


Thursday, April 4, 2019

COOL WBI April 2019, MENJAGA API ROH KUDUS TETAP MENYALA


MENJAGA API ROH KUDUS TETAP MENYALA

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
- Roma 12 : 11  -


PENDAHULUAN
Masuk tahun 2019 kita mendapatkan visi Kelahiran yang baru. Kelahiran yang baru berarti hubungan kita sama Tuhan semakin diperbaharui, Kasih kita kepada  Tuhan semakin menggebu-gebu, semakin dalam. Wanita, semua ini karena Roh Kudus. Ia yang membuat kita semakin haus dan lapar akan-Nya, selalu ada hubungan yang terbangun Antara kita dengan Tuhan. Dalam Imamat 6 : 8 – 13, Tuhan berkata kepada para Imam, agar api tetap menyala di atas mezbah tidak boleh dibiarkan padam. Wanita, kita adalah para imam itu (Baca 1 Petrus 2 : 9). Oleh sebab itu mari pastikan Api Tuhan terus menyala dalam kehidupan kita, janganlah sampai padam atau dibiarkan padam. Dan biarlah hidup kita terus menjadi mezbah yang selalu memberikan persembahan hidup, yang kudus dan  yang berkenan kepada Tuhan (Roma 12:1).

ISI
Bagaimana caranya agar api Roh Kudus tetap menyala dalam kehidupan kita ? Ada beberapa cara yaitu :
1. Hidup Intim Dengan Tuhan (Imamat 6:9)
Wanita, untuk membangun hubungan intim dengan seseorang harus dimulai dari rasa kasih atau cinta. Cinta itu nyata, bisa dirasakan dan merupakan pengalaman pribadi. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan sangat nyata dan sangat pribadi. Oleh sebab itu, mari bangunlah rasa kasih kita, cinta kita dengan semakin mengenal pribadiNya melalui kebenaran FirmanNya. Hidup intim berarti kita membangun hubungan semakin dalam, karena api cintaNya Tuhan terus menyala dalam hati kita. Oleh sebab itu, kita harus terus menjaga api cinta kita dengan Tuhan agar terus menyala semalam-malaman, artinya tidak dibiarkan padam oleh keadaan apapun. Terus hidup dalam kebenaran firmanNya, dalam doa, pujian dan penyembahan agar api Roh Kudus terus dan tetap menyala dalam hidup kita.

2. Hidup Kudus Dihadapan Tuhan dan Manusia ( Imamat 6:10)
Dikatakan bahwa seorang Imam harus mengenakan kain lenan untuk menutupi auratnya saat menjaga api di atas mezbah. Dalam alkitab, kain lenan selalu dikaitkan dengan kekudusan. Wanita, kita sudah diselamatkan oleh kuasa darah Tuhan Yesus dan dikuduskan. Tugas kita sebagai Imamat yang Rajani yaitu untuk hidup menjaga kekudusan yaitu dengan melekat dengan firmanNya. Sebab Firman Tuhan itu Kudus dan dapat terus mengoreksi kehidupan kita. Dengan hidup kudus maka kita sedang menjaga api Roh Kudus tetap menyala.

3. Buanglah Semua Dosa (Imamat 6:10-11)
Jauhilah abu dari mezbah setelah pembakaran artinya hidup kita tetap terjaga, dan tidak membiarkan dosa menempel, justru kita harus membuanganya. Galatia 5 : 19 – 21 mengingatkan agar kita membuang segala sampah-sampah yang mengotori hidup agar tidak ada yang mengkhamirkan hidup kita dan Api Roh Kudus terus menyala.

PENUTUP
Wanita, jagalah terus Api Roh Kudus terus menyala dalam hidup kita. Saat api itu tersu menyala maka kita dapat menjadi alatNya untuk membawa jiwa-jiwa yang belum bertobat menjadi milik Kristus. Lakukan ketiga hal diatas, dan jadilah berkat bagi semua orang yang ada disekelilingmu.

COOL UMAS April 2019, KUASA MELAKUKAN MUJIZAT


KUASA MELAKUKAN MUJIZAT

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”
- Yohanes 14:12  -


PENDAHULUAN
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Dia banyak melakukan mujizat-mujizat yang luarbiasa dan Dia pun berkata bahwa kita juga akan melakukan yang sama denganNya, bahkan lebih besar dari pada itu.

ISI
Bagaimana caranya agar kita dapat menerima kuasa dan melakukan mujizat seperti yang Tuhan Yesus lakukan? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, yaitu :

1. Percaya Kepada Tuhan (Markus 11:22)
Untuk mendatangkan mujizat, kita harus percaya kepada Tuhan. Percaya berarti kita memiliki keyakinan yang didasarkan bukan pada perasaan atau pikiran namun didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan. Roma 9:6a “Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal.”

2. Memperkatakan Firman Tuhan  (Markus 11:23)
Iman dan percaya pada Firman Tuhan harus disertai dengan ucapan atau perkataan. Saat kita memperkatakan Firman maka akan seperti benih yang ditabur. Benih itu akan menjadi sesuatu yang seperti yang kita ucapkan. Firman yang diperkatakan selain menguatkan iman kita, itu juga menjadi senjata dan kuasa yang luarbiasa. Jadi iman bukan hanya keyakinan dalam hati tapi iman yang diekspresikan dan diperkatakan. Amsal 18:24 berkata Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

3. Mengampuni ( Markus 11:25-26)
Umas, kuasa Tuhan tidak bisa berlaku saat kita masih menyimpan kesalahan orang lain dalam hati. Matius 5:23-24 “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Tuhan sudah mengingatkan kepada kita bahwa kita harus pergi berdamai dulu. Berdamai berarti kita rela memberikan pengampunan kepada orang yang membuat kita tersakiti, walalu mungkin orang tersebut yang salah. Itulah pengampunan. Kita tidak bisa sendiri hanya Roh Kudus yang sanggup memampukan sejauh kita membuka hati dan rela untuk memberikan pengampunan. Saat kita tidak mengampuni maka Bapa di Sorga juga tidak akan mengampuni kita. Oleh sebab itu, mari lakukan kebenaran firman Tuhan ini, maka kuasa mujizat itu pun akan mengalir dalam hidup kita. Karena setiap penghambat sudah di bersihkan. Yakobus 5:16 berkata “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”


PENUTUP
Umas, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung karena Tuhan sudah menjanjikan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari apa yang sudah Dia lakukan di dunia ini. Umas engkau menerima kuasa mujizat saat engkau percaya kepada Tuhan, Saat engkau mulai memperkatakan kuasa Firman dan saat engkau hidup dalam pengampunan.

Tuesday, April 2, 2019

Umum 2019 April #1 - Merespon Panggilan Tuhan Atas Indonesia


MERESPON PANGGILAN TUHAN ATAS INDONESIA

Sejak bulan November 2018, kita diberkati dengan lagu tema Indonesia Warrior Bride Revival (IWBR) yang mengingatkan kita akan adanya panggilan Tuhan atas bangsa, generasi dan diri kita yang selayaknya kita responi dengan mengatakan : "Ini aku, utuslah aku" (Yesaya 6:8).

Betapa kita sangat bersyukur atas anugerah dan perkenanan TUHAN memakai hidup kita untuk jadi berkat bukan hanya untuk lingkup yang kecil (keluarga) saja, tetapi juga bagi bangsa.

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yesaya 49:6).

Secara profetis, ayat ini menunjuk kepada Tuhan Yesus (Mesias) sebagai Hamba Allah yang membawa keselamatan bukan hanya bagi Israel tapi juga bangsa-bangsa. Namun jangan lupa, kita gereja-Nya juga meneruskan misi Kristus (Missio Christi) untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, termasuk didalamnya bagi bangsa Indonesia.

Apa yang dapat kita lakukan untuk memenuhi panggilan atas Indonesia dan menjadi berkat bagi bangsa ini?

1. Berdoa bagi Indonesia
Tidak ada hambatan dan halangan bagi siapapun untuk menjadi berkat atas Indonesia. Mungkin ada diantara anggota COOL yang berpikir: "Saya ini siapa? Saya punya apa? Apa yang bisa saya lakukan untuk Indonesia?"

Anda tidak perlu menjadi pengusaha, politisi, ilmuan, aparatur pemerintahan atau yang lainya terlebih dahulu untuk dapat menjadi berkat bagi bangsa! sekalipun dalam sisi itu kita memiliki keterbatasan, namun kita mempunyai 'senjata rohani' yang tidak terbatas yang dapat dipakai untuk menjadi berkat, yakni DOA. Simak dan renunhkanlah apa yang Firman Tuhan nyatakan berikut ini:

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yeh 22:30)
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Taw 7:14)

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1 Tim 2:1-4)

Siapapun dapat menjadi berkat bagi Indonesia dengan senantiasa mendoakan dan berjaga-jaga atas Indonesia dalam doa! Investasikan 5-10 menit waktu anda setiap hari untuk berdoa bagi Indonesia.

2. Menggunakan Hak Pilih Anda dalam Pilpres dan Pileg.
Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, dimana setiap warga negara yang sesuai dengan persyaratan undang-undang, memiliki hak suara atau hak pilih dalam proses penentuan pemimpin bangsa dan juga legislatif dan perwakilan daerah untuk masa kerja 5 tahun mendatang.

Kita harus menanggapi hal ini bukan hanya sebagai "hak" yang boleh kita gunakan atau tidak kita gunakan, melainkan sebagai sebuah panggilan bangsa, panggilan TUHAN atas kita untuk memberkati bangsa ini. Penggunaan hak pilih kita dalam pemilu menjadi salah satu bagian dari usaha kita dalam mensejahterahkan bangsa dan kota dimana kita tinggal (Yer 29:7).

Karenanya, pada tanggal 17 April 2019 nanti pastikan Anda menggunakan hak pilih/suara Anda dalam pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif. Jangan golput! Pemerintah sengaja meliburkan hari pemilihan (hari pemungutan suara) bukan agar kita bisa memiliki hari libur untuk jalan-jalan atau bersenang-senang dengan keluarga, melainkan agar kita menggunakan hak pilih/suara kita dengan datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan memilih sesuai dengan tuntunan TUHAN, sebab itu jangan lupa untuk berdoa.

Tidak sulit untuk dapat menjadi berkat bagi Bangsa, bahkan hal yang kita anggap sederhana sekalipun ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Dengar dan responi panggilan TUHAN atas bangsa kita!

Youth April 2019 #2 - Keberanian Memberitakan Firman Tuhan


MILIKI KEBERANIAN MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN
(COURAGE VS FAINT HEARTEDNESS PART 2)

Bahan Bacaan
Kis. 4:31, ”Mereka sekalian dipenuhi dengan roh kudus dan membicarakan firman Allah dengan penuh keberanian.”

Penjelasan Materi
Youthers, setiap kita sebagai pengikut Kristus memiliki kuasa, seperti yang Firman Tuhan katakan pada Kis. 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”  Kuasa yang kita miliki dari Roh Kudus harusnya membawa kita untuk menjadi saksi Kristus melalui hidup kita, dan untuk menjadi saksi, kita harus memiliki keberanian untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita sehari-hari kepada orang-orang di sekitar kita.

Ketika kita sudah diurapi untuk pelayanan generasi, kita harus siap memberitakan Kabar Baik kepada semua orang. Untuk itu orang-orang muda harus mulai terbiasa untuk berbicara kepada banyak orang, untuk sharing kepada sesamanya mengenai pertolongan Tuhan dalam hidupnya, untuk membagi kesaksian betapa luar biasa Tuhan mengubahkan hidupmu sampai sekarang ini, untuk memberi semangat, nasihat dan motivasi berdasar Firman Tuhan ketika ada orang lain yang curhat/konseling dengan kita. Ingat baik Youthers, bahwa kita sebagai generasi Yeremia harus berani muncul untuk berbicara mengenai kebenaran kepada generasinya maupun di depan orang-orang tua.

Mungkin kita berkata dalam hati, bahwa kita tidak layak untuk menjadi saksi Tuhan, kita merasa lemah, tidak mampu berkata-kata, penakut, pemalu dan perasaan negative lainnya. Youthers, yakinilah bahwa hal itu sebuah bisa diubahkan oleh Roh Kudus jika kita izinkan Ia mengendalikan hidup kita. Mari kita belajar dari kisah Petrus, Alkitab mencatat tiga kali ia menyangkal Yesus, setelahnya ia berubah menjadi seorang yang pasif dan dipenuhi rasa bersalah. Namun sesuatu merubahnya secara drastis, seperti yang diceritakan dalam Kis. 2:14-40, bahwa setelah Roh Kudus turun, Petrus dengan penuh keberanian memberitakan kebenaran, sehingga banyak orang percaya kepada Tuhan. Kita dapat mengerti di sini, bahwa sejak Roh Kudus turun ke atas dirinya, ia dipenuhi dengan kekuatan dan keberanian untuk bersaksi bagi Yesus.

Kita juga dapat belajar dari keberanian para murid Kristus memberitakan Firman Tuhan, dalam bahan bacaan kita di Kisah Rasul 4 ini, mereka berdoa demikian, "Berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu", disaat para imam dan penguasa bersatu untuk menghentikan misi mereka. Rintangan ini bisa saja mereka pakai sebagai alasan untuk berhenti melakukan misi mereka, namun justru mereka memohon keberanian kepada Tuhan untuk melanjutkan misi mereka.

Youthers, di dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan sudah seharusnya kita mencari dan menemukan keberanian hanya di dalam Tuhan. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan keberanian kita, maka rintangan yang kita temui bukan penghalang tetapi justru semakin mendorong semangat kita untuk terus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang di sekeliling kita.

Bahan Diskusi
Keberanian Ilahi seperti apa yang sudah pernah kita lakukan? Apa hasil dari keberanian tersebut?

Youth April 2019 #1 - Keberanian Ilahi Dalam Diri Yesus


KEBERANIAN ILAHI DALAM DIRI YESUS
(COURAGE VS FAINT HEARTEDNESS PART 1)

Bahan Bacaan
2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”

Penjelasan Materi
Youthers, Yesus adalah sosok teladan sempurna dalam segala hal di kehidupan ini, termasuk dalam hal keberanian.  Menurut KBBI, kata berani mempunyai arti hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, tidak takut (gentar, kecut). Keberanian yang dimiliki seseorang, mampu menguatkan dan membantu mereka untuk bertekun, membela apa yang benar dan bagi kita orang percaya, tentunya keberanian membantu kita tetap tenang dan setia kepada Tuhan sewaktu mengalami cobaan.

Mari kita melihat bagaimana Alkitab menceritakan keberanian Ilahi yang dimiliki Yesus:
1.  Keberanian Yesus di Bait Suci (Lukas 2:41-52)
Kerika berusia 12 tahun, Yesus menunjukkan keberanian ketika dia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengarNya saat itu, sangat heran akan kecerdasanNya dan jawaban yang diberikanNya. Alim-alim ulama yang disebutkan dalam Alkitab adalah Guru-guru agama yang kenal betul Hukum Musa juga tradisi Yahudi. Tetapi, hal itu tidak membuat Yesus gentar, justru Ia terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka Perlu Youthers ketahui, bahwa ini bukan sekadar pertanyaan anak kecil, melainkan pertanyaan sulit yang membuat para guru itu berpikir keras. Alhasil, semua yang mendengarkan, termasuk para guru, merasa takjub akan pengertian dan jawaban-jawabannya. Di sisni kita dapat melihat keberanian Yesus dalam membela kebenaran Firman Allah

2. Keberanian Yesus selama pelayanannya
Selama masa pelayanannya, Yesus memperlihatkan keberanian dengan berbagai cara. Misalnya, ketika  Imembeberkan kepada orang-orang bahwa para pemimpin agama telah menyesatkan mereka dengan ajaran palsu, Ia juga terus mengabarkan Injil meskipun ditentang (Yoh. 5:15-18; 7:14) dan sebanyak dua kali Yesus membersihkan bait suci dengan berani mengusir mereka yang mencemari ibadat sejati di sana. (Mat. 21:12, 13; Yoh. 2:14-17).

3. Keberanian Yesus pada hari terakhir kehidupannya di bumi
Di taman Getsemani, sewaktu Yesus akan ditangkap, Ia berani memberitahukan siapa dirinya kepada para prajurit yang hendak menangkapnya. Meski hidupnya terancam, Ia melindungi murid-muridnya dengan meminta para prajurit (Yoh. 18:1-8), dan sewaktu ditanya di hadapan Mahkamah Agung Yahudi, Yesus berani menyatakan bahwa diriNya Kristus dan Putra Allah. Ia tidak takut, sekalipun imam besar mencari-cari alasan untuk membunuhnya. (Mrk. 14:60-65) Yesus tetap mempertahankan integritas kepada Allah sampai titik darag penghabisan dalam hidupnya

Bahan Diskusi:
Apa yang dapat anda pelajari dari kisah keberanian Yesus dalam Alkitab?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH