Sunday, December 9, 2018

Umum Desember 2018 #2 - Sang Raja Damai


SANG RAJA DAMAI

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”(Yesaya 9:5)

Tahun ini keluarga besar GBI Jl. Jend. Gatot Subroto merayakan Natal dengan mengusung tema “Lahirnya Sang Raja Damai” yang terambil dari nats Alkitab sesuai bacaan kita diatas. Sebuah tema yang sangat tepat dengan kondisi Bangsa kita yang telah beberapa kali mengalami terpaan ‘goncangan’ baik bencana alam maupun kecelakaan transportasi yang merenggut banyak nyawa, dimana dampaknya bukan hanya kerugian secara materiil saja tetapi juga secara psikis, baik mereka yang mengalami kejadian tersebut secara langsung, maupun yang mendengar berita tersebut. Ditambah lagi dengan situasi dan kondisi di tahun politik menjelang Pileg dan Pilpres 2019.
Dalam salah satu perkataan-Nya, Tuhan Yesus Sang Raja Damai menyatakan : “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27).
Kata “Damai” baik dalam bahasa Ibrani shâlôm  (Yesaya 9:5) maupun bahasa Yunani eirēnē  (Yoh 14:27)  memiliki arti yang serupa. Dimana kata “damai” yang dimaksud bukan hanya soal keadaan atau situasi yang aman, tenang, penuh perdamaian, melainkan juga berbicara tentang kesejahteraan, baik dalam hal kesehatan maupun kelimpahan, sesuai dengan janji-Nya, “…Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10).
Bagaimana respon kita terhadap pesan natal ini?

1.  Kita perlu berdoa agar Sang Raja Damai lahir di dalam setiap hati setiap orang yang belum menerima-Nya.
“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Tim 2:1-4)

Selain berdoa untuk mereka, kita juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyampaikan kabar baik tentang lahirnya Sang Raja Damai, apa yang telah DIA perbuat di kayu salib agar semua orang diselamatkan.
“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (Roma 10:13-15)

2. Bagi kita semua yang sudah menerima Tuhan Yesus, kita jaga supaya damai sejahtera terus memenuhi hidup kita, tetap berdamai dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. 
“Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,…” (Yesaya 48:17-18).

Agar kita terus menerus dipenuhi dengan damai sejahtera TUHAN, sesuai dengan ayat diatas, kita harus memperhatikan perintah-perintah TUHAN yang mengajar dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh.

Selamat Natal 2018 dan menyambut tahun baru 2019. Tuhan Yesus memberkati!

Youth Desember 2018 #2 - KASIH-NYA MENGUBAHKAN


KASIH-NYA MENGUBAHKAN

Bahan Bacaan
Yohanes 3:16,“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Penjelasan Materi
Youthers, Pada Minggu 1 kita sudah mengulas mengenai makna kelahiran Yesus, yaitu untuk menyatakan kasihNya kepada umat manusia melalui karya penyelamatan. Di Minggu kedua ini, kita akan memahami bersama bagaimana karya penyelamatanNya mampu mengubahkan hidup setiap kita sebagai orang percaya. Ya, kasih Krisus yang begitu besar kepada kita anak-anakNya, akan memampukan kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.. Ada kekuatan dibalik sebuah kasih. Karena dikasihi, seseorang bisa berubah ke arah yang lebih baik. Ketika kita dikasihi oleh Tuhan, maka kekuatan kasih itu dapat membuat hal-hal yang tidak baik, hal yang buruk, hal yang tidak berkenan dalam diri kita di hadapanNya, diubahkan menjadi hal-hal yang baik, yang indah dan yang berkenan di hadapanNya Sudahkah kita mengalami perubahan ini karena kasih Kristus kepada kita?

Ketahuilah Youthers, bahwa dikasihi Tuhan bukanlah sesuatu hal yang pasif, melainkan sesuatu hal yang sifatnya “aktif”. Ketika hidup kita dipenuhi kasih Kristus, maka kasih itulah yang mengontrol dan menguasai hidup kita. Lihat saja Paulus, sebegitu kuat pengaruh kasih Tuhan, membuat dia yang begitu benci terhadap orang Kristen, sampai-sampai membunuh mereka, ternyata berubah seketika karena kasih Tuhan. Kasih Tuhan atas Paulus tidak hanya mengubahkan hidupnya tetapi juga memperlengkapinya dengan hikmat, sehingga ia bisa mengajar dan menulis surat kepada banyak jemaat tentang anugrah dan kasih Tuhan kepada banyak orang di berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Pertanyaannya, bagaimana respon kita terhadap kasih Tuhan yang begitu besar terhadap kita? Mari kita renungkan Youthers bahwa setiap hal yang boleh kita lalui, segala berkat, promosi, kesehatan , keluarga, sahabat harta benda dan hal apapun dalam seluruh hidup ini kita dapatkan hanayalah karena kasih Tuhan saja. Jika hidup kita mau diubahkan oleh kasih Tuhan, maka, pertama, kita harus memiliki kesadaran bahwa kita ini memang dikasihi oleh Tuhan, jangan pernah berpikir Tuhan tidak sayang, Tuhan tega, Tuhan tidak adil. Jangan! Kedua, miliki kesadaran bahwa kita tidak bisa hidup tanpa kasih Tuhan. Dengan melakukan kedua hal ini maka hidup kita akan senantiasa dperbaharui dan diubahkan karena kasih Tuhan. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yohanes 4:16)

Bahan Diskusi: Oleh karena kasih Tuhan, apa saja hal-hal dalam hidup kita yang sudah berubah menjadi lebih baik?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH