Thursday, March 5, 2020

Umum Maret #2 - DATANGLAH KERAJAAN-MU!


DATANGLAH KERAJAAN-MU!
“Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

Sesuai dengan tuntunan TUHAN yang disampaikan oleh Gembala Sidang/Pembina kita, dalam tahun Pey ini kita banyak memperkatakan Firman TUHAN dan Janji TUHAN karena kita percaya. Salah satu yang kita perkatakan dalam doa kita adalah : “Datanglah Kerajaan-Mu, Maranatha, Tuhan Yesus datang segera karena kami merindukan kedatangan-Mu!”
Jika mau jujur, tidak sedikit dari orang percaya (Kristen) yang katanya mencintai Tuhan Yesus, namun memperkatakan doa tersebut diatas. Malahan mungkin yang muncul dalam pikiran kita adalah Tuhan Yesus akan datang dalam jangka waktu yang masih lama.
Sehubungan dengan doa tersebut diatas, paling tidak ada 3 (tiga) hal yang harus kita pahami sebagai murid Tuhan Yesus yang terhisab dalam kelompok COOL, yakni;

1. Memperkatakan dalam doa “Datanglah Kerajaan-Mu!” sama halnya dengan kita berdoa “Datanglah TUHAN YESUS!”
Tidak mungkin ada kerajaan jika tidak ada rajanya. Demikian juga dengan Kerajaan Allah, itu sebabnya, jika kita berdoa datanglah Kerajaan-Mu, sama artinya kita berdoa agar Tuhan Yesus datang segera, menjadi Raja dan memerintah atas dunia ini.
“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.” (2 Pet 1:16-18)

2. Memperkatakan dalam doa “Datanglah Kerajaan-Mu!’ dapat dilakukan secara konsisten karena ada kerinduan yang besar akan TUHAN YESUS.
Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa mereka yang berdoa agar Tuhan Yesus dan Kerajaan Allah datang segera adalah orang yang putus pengharapan dan mengalami penderitaan dalam kehidupan yang sekarang ini. Tidak dapat dipungkiri, mungkin saja ada yang seperti itu, ada juga yang berdoa secara demikian hanya sekedar mengikuti liturgi atau sekedar ‘membeo’ pemimpin rohaninya, namun semua alasan tersebut tidak akan membuat kita melakukannya secara konsisten. Hanya hati yang memiliki kerinduan yang besar akan kedatangan TUHAN YESUS yang dapat mendorong kita berdoa secara konsisten.
“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Tim 4:8)
“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” (Wahyu 3:10).

3. Memperkatakan dalam doa “Datanglah Kerajaan-Mu!” dapat dilakukan secara konsisten oleh mereka yang berjaga-jaga dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
Orang Kristen yang tidak siap, yang tidak hidup berjaga-jaga menyongsong kedatangan TUHAN YESUS, yang hidup secara ‘sembrono’ tidak akan mungkin bisa memperkatakan dalam doa; “Datanglah Kerajaan-Mu” secara konsisten. Sebab kedatangan TUHAN adalah hari yang besar dan dahsyat. Hari penghukuman bagi mereka yang hidup dalam dosa, tapi hari menerima upah dan mahkota bagi mereka yang berjaga-jaga dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup  yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” (2 Petrus 3:9-13).
Mari kita perkatakan dalam doa kita : Datanglah Kerajaan-Mu! Dengan hati yang penuh kerinduan kepada TUHAN YESUS serta senantiasa hidup berjaga-jaga sesuai dengan Firman-Nya. Maranatha! (DL)

Wednesday, March 4, 2020

Umum Maret #1 - SEMAKIN SERUPA DENGAN GAMBARAN YESUS 

SEMAKIN SERUPA DENGAN GAMBARAN YESUS "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Kor 3:18)

Gembala Sidang/Pembina menyampaikan bahwa pesan utama dari Tuhan Yesus untuk kita adalah supaya kita menjadi semakin serupa dengan gambar-Nya. Semakin serupa dengan gambaran Yesus. Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Alkitab. Bahwasanya keserupaan itu sudah ditentukan sejak semula (Roma 8:29) Paling tidak ada 3 aspek keserupaan yang kita alami:

1. Keserupaan dalam Karakter dan Moral Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:26-27).

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan dengan salah satu editornya Dr. French L. Arrington memberikan catatan sebagai berikut: Laki-laki dan wanita keduanya diciptakan menurut "gambar" dan "rupa" Allah.
Berdasarkan gambar ini, mereka dapat menanggapi dan bersekutu dengan Allah dan secara unik mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya. Mereka harus melakukannya dengan mengenal dan menaati-Nya (Kej 2:15-17).

(a) Manusia memiliki keserupaan moral dengan Allah, karena mereka tidak berdosa dan kudus, memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar (bd. Ef 4:24). Mereka hidup dalam persekutuan pribadi dengan Allah yang meliputi ketaatan moral (Kej 2:16-17) dan hubungan yang intim. Ketika Adam dan Hawa berdosa, keserupaan moral dengan Allah ini tercemar (Kej 6:5). Dalam proses penebusan, orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan moral itu lagi (bd. Ef 4:22-24; Kol 3:10).

(b) Adam dan Hawa memiliki keserupaan alamiah dengan Allah. Mereka diciptakan sebagai makhluk yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri, dan kuasa untuk memilih (Kej 2:19-20; Kej 3:6-7; 9:6).

(c) Sampai batas tertentu susunan jasmaniah laki-laki dan wanita itu menurut gambar Allah. Hal ini tidak berlaku untuk hewan. Allah memberikan kepada manusia gambar yang dengannya Dia akan tampil kepada mereka (Kej 18:1-2) dan bentuk yang akan dipakai Anak-Nya kelak (Luk 1:35; Fili 2:7; Ibr 10:5). (d) Penciptaan manusia dalam rupa Allah tidak berarti bahwa mereka adalah ilahi. Manusia diciptakan pada tingkat yang lebih rendah dan tergantung kepada Allah (Mazm 8:6).

2. Keserupaan dalam proses pengudusan (sanctification) kita. "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya," (Filipi 3:10).

Serupa dalam kematian-Nya berarti mengambil bagian dalam penderitaan Kristus dengan menyangkal diri, menyalibkan manusia lama, dan menderita karena Kristus dan kerajaan-Nya. Orang percaya harus mati bagi dosa dan diri sendiri dan hidup bagi Allah. Hidup sejati didahului oleh kematian terhadap kehidupan lama! dan ini kita alami dalam proses pengudusan (sanctification).

3. Keserupaan dalam Tubuh Kemuliaan "yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya." (Filipi 3:21).

Setelah keserupaan dalam kematian-Nya yang kita alami dalam fase sanctification (pengudusan), maka orang percaya yang masuk dalam fase glorification (pemuliaan) dimana kita akan mengenakan tubuh yang sama dengan yang dikenakan oleh Tuhan Yesus, yakni Tubuh Kemuliaan/Kebangkitan.

Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. (1 Kor 15:49-53) Mari kita terus masuk dalam dimensi yang baru dimana kita akan makin diubahkan menjadi serupa dengan Kristus. Maranatha! (DL)

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH