Friday, November 1, 2019

Youth November 2019 #2 - BELAJAR DARI KERENDAHAN HATI YESUS SEBAGAI HAMBA



BELAJAR DARI KERENDAHAN HATI YESUS SEBAGAI HAMBA
(HUMILITY VS PRIDE PART 2)        
             
Bahan Bacaan
Flp 2:7b, “…mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” 

Penjelasan Materi:
Youthers, pada Minggu kedua ini, kita masih membahas beberapa contoh sikap hati dan tindakan yang Yesus lakukan untuk menunjukkan kerendahan hatiNya, yaitu hati sebagai hamba.
Yesus Mengambil Rupa Seorang Hamba

Youthers, saat Yesus merendahkan diriNya menjadi manusia, Ia memilih menjadi yang paling rendah, yaitu mengambil rupa seorang hamba.

  Seorang hamba itu identik dengan sikap melakukan semua hal untuk kemuliaan dari tuannya dan bukan untuk mendatangkan kemuliaan bagi dirinya sendiri, begitulah yang ditunjukan oleh Yesus.  Yesus mengajarkan kepada  kita bahwa semua hal yang Ia lakukan di dunia adalah untuk memuliakan Bapa yang di Surga.

  Seorang hamba itu tidak pernah mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Perhatikan Firman Tuhan dalam Luk 17:9-10, “Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." Begitu pula Yesus, Yesus adalah seorang manusia yang tak berdosa tetapi Ia melayani tanpa mengharapkan imbalan.

  Seorang hamba pasti mau melayani orang lain. Dalam Lukas 22:24-26, Yesus menasihatkan para murid bahwa yang terbesar di antara mereka adalah mereka yang mau melayani dan bukan dilayani. Pada masa-masa terakhir hidupNya, Yesus membasuh kaki murid-muridNya sebagai lambang kerelaanNya untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain. Selain berarti kerelaan untuk tidak dikenal, kerendahan hati juga berarti kerelaan untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain. Kita wajib saling melayani satu dengan yang lain dalam kerelaan bila ingin hidup dalam kerendahan hati.

Youthers, Yesus merupakan teladan utama kita dalam mempelajari hidup dalam kerendahan hati. Selama hidupNya di dunia ini, Yesus selalu berjalan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapa. Oleh karena itu pelayananNya membawa pengaruh yang begitu besar dan membawa dampak luar biasa bagi orang-orang disekelilingNya.

Bahan Diskusi : Pelajaran apa yang dapat anda petik dari teladan Yesus dalam mengambil rupa sebagai seorang hamba?

Youth November 2019 #1 - BELAJAR DARI KERENDAHAN HATI YESUS



BELAJAR DARI KERENDAHAN HATI YESUS
(HUMILITY VS PRIDE PART 1)        
             
Bahan Bacaan
Mat 11:29, "belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Penjelasan Materi:
Youthers,  bicara soal kerendahan hati, hal itu erat kaitannya dengan penyerahan dan ketergantungan total kepada Tuhan. Dalam sepanjang pelayananNya di bumi, Yesus berhasil memberi contoh kehidupan yang penuh dengan kerendahan hati untuk ditiru oleh murid-muridnya. Berdasar bahan bacaan kita hari ini, mari kita pelajari tentang bagaimana kelemahlembutan dan kerendahan hati Yesus, agar kehidupan kita mendapat ketenangan dan kemenangan. Berikut adalah beberapa contoh sikap hati dan tindakan yang Yesus lakukan untuk menunjukkan kerendahan hatiNya:

Yesus Mengosongkan diriNya
Youthers, perhatikan Firman Tuhan dalam Flp 2:5-7, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”  Ayat ini menjelaskan bagaimana Yesus yang datang dalam wujud manusia, tetap menjalankan kewajibanNya sebagai manusia dan tidak meninggikan dirinya sebagai Tuhan. Walaupun Yesus merupakan anak Raja dari segala Raja, namun tanggalkan semua hak istimewaNya di Sorga, mengosongkan diriNya untuk diutus ke dunia,  lahir di kandang yang hina sebagai anak tukang kayu yang mana pada masa itu, bukan pekerjaan yang dipandang terhormat oleh orang-orang di zamanNya.

Yesus Berserah pada Kehendak BapaNya
Dalam kisah Yesus di Taman Getsemani dalam Matius 26:36-46, kita tahu bahwa meskipun Yesus meminta pada BapaNya untuk mengambil cawan pahit itu dariNya, Ia merendahkan diriNya dihadapan Tuhan dan dengan kerelaan hati berserah untuk melakukan kehendak Tuhan bahkan sampai mati di kayu salib (Flp 2:8). Youthers,  ini adalah sebuah bentuk kerendahan hati yang penting yang ditunjukan Yesus. Kerendahan hati Yesus dan sikap berserah pada kehendak Tuhan inilah yang mendorongnNya untuk menyerahkan hidupNya di kayu salib sehingga kita dapat menerima anugrah keselamatan.

Bahan Diskusi :
Pelajaran apa yang dapat anda petik dari teladan Yesus dalam mengosongkan diriNya dan berserah kepada kehendak BapaNya?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH