Tuesday, October 1, 2019

COOL Umas September 2019 - MEMPERSIAPKAN UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN


MEMPERSIAPKAN UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN

“dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan umat yang layak bagi-Nya ”

-Lukas 1:17-


PENDAHULUAN
Umas, untuk mempersiapkan diri sebagai umat yang layak bagi Tuhan tentu kita harus dipulihkan terlebih dahulu, Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan”. Apabila hati kita sudah dipulihkan maka hidup kita akan berubah dan damai sejahtera Tuhan akan memenuhi kita sehingga kita diberikan kemampuan untuk mempersiapkan diri sebagai umat yang layak bagiNya.

ISI
Bagaimana cara untuk mempersiapkan diri menjadi umat yang layak bagi Tuhan ?
1.  Jadikan Tuhan sebagai Raja (Mazmur 47:3)
Dia Raja maha besar, semua apapun didunia ini adalah oleh Dia dari Dia sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang menduduki hati kita, hanya Yesus yang ada didalam hatimu menuntun setiap langkahmu sehingga setiap tindakan yang kita lakukan tidak menyimpang. Jika Dia yang terutama dalam hidup kita maka setiap tindakan dan rencana kita Tuhan yang menguasai sepenuhnya, karena saat kita mengandalkan Tuhan dalam segala hal maka Tuhan membuat segala sesuatunya berhasil dan beruntung.
2.   Jadikan Firman Tuhan berkuasa menyelamatkan jiwa (Mazmur 119:1-3)
Berbahagialah setiap orang yang hidup tidak bercela, yang hidup menurut Firman Tuhan. Berbahagia orang yang memegang peringatan-peringatanNya yang mencari Dia dengan segenap hati. Umas ! kehidupan kita harus menjadi teladan yaitu teladan sebagai pelaku Firman Tuhan karena Firman Tuhan yang berkuasa menyelamatkan jiwa setiap kita. Umas harus menjadi orang yang memberikan dampak positif, menjadi umat yang layak.
3.   Membangun komunikasi (Yakobus 1:19-20)
Kita terbuka mendengarkan dengan rendah hati dan tidak cepat dalam berkata-kata, kita harus lemah lembut dalam perkataan dan banyak belajar untuk menerima orang lain dengan segala kelemahan dan perbedaan yang ada. Dihari-hari terakhir ini kita harus semakin memiliki dan membangun komunitas yang baik dengan siapapun. Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang Tuhan sudah dekat! Umas, jadilah teladan dalam perkataan kita saat berkomunikasi sehingga menjadi berkat bagi anak, cucu, menantu, keluarga dan semua orang dengan tujuan menjadi umat yang layak. Mereka bersukacita memuji Tuhan melihat keteladanmu.

PENUTUP
Umas, kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat! Marilah kita berlomba-lomba untuk mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan sehingga kita semua bersama-sama masuk ke dalam kerajaan Surga.

Sunday, September 29, 2019

Youth September 2019 #4 - MENJADI PRIBADI YANG TAHU BERTERIMA KASIH KEPADA SESAMA


MENJADI PRIBADI YANG TAHU BERTERIMA KASIH KEPADA SESAMA

(GRATITUDE VS UNTHANKFULNESS  PART 4)       

Bahan Bacaan

Kejadian 40:23, “Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya”

Penjelasan Materi

Youthers, dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita pernah bertemu dengan orang-orang yang seolah tidak tahu berterima kasih kepada kita/kepada orang lain yang baru saja menolongnya? Atau bahkan diri kita sendirilah yang pernah menjadi “orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu membalas budi”? Ada banyak faktor yang membuat orang menjadi pribadi yang tidak tahu berterima kasih, misalnya karena kurangnya didikan orangtua, karena tabiat lama orang tersebut yang tidak suka berterima kasih ketika sudah dibantu orang lain, karena tidak memberi diri dipimpin Roh Kudus juga karena pergaulan buruk yang membuatnya menjadi terpengaruh dan masih banyak faktor lainnya.

Kita sudah pelajari bersama dalam Minggu 1, bagaimana Yesus memberi teladan hidupNya dalam hal berterima kasih, berucap syukur kepada Bapa dan sesamaNya. Maka sudah seharusnya kita dapat mencontoh sikap hidup Yesus seperti itu dengan tahu menempatkan diri kita di hadapan Tuhan dan sesama, tahu berterima kasih kepada orang lain yang sudah membantu kita terlebih mengucap syukur kepada Tuhan atas setiap pertolongan yang diberikanNya atas kita.

Youthers, kita harus melatih diri kita untuk selalu mengingat pertolongan, pemberian dan bantuan dari siapapun baik dalam bentuk materi, tenaga maupun dukungan moral spiritual, apalagi jika mereka melakukannya dengan tulus. Berusahalah untuk membalas dengan pantas Youthers, jangan sekali-kali kita melupakan kebaikan orang kepada kita. Membalas tidak selalu harus dalam bentuk materi, jika memang kita tidak memiliki materi yang cukup, akan tetapi kita bisa membalas dengan sikap yang baik, kepedulian kita ketika menolongnya dikala ia membutuhkan bantuan, juga dengan mendoakannya tiap hari atau dengan perkataan membangun yang membangkitkan semangat, motivasi dan kerohaniannya.

Seperti yang firman Tuhan katakan dalam Filipi 1:3 “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.” Latar belakang  Rasul Paulus mengatakan hal ini, adalah ketika ia sedang mengalami kesukaran di Filipi, ia ditahan secara ilegal, dicambuk, dihina dan dipenjara sebelum akhirnya ia dipaksa untuk meninggalkan kota. Namun, Rasul Paulus tetap mengatakan,  “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.”. Youthers, dari hal ini kita dapat memetik pelajaran untuk berorientasi pada hal-hal baik yang dilakukan orang lain kepada kita. Mari kita memusatkan perhatian pada hal-hal yang membuat kita mengucap syukur pada kebaikan hati orang lain dan tahu berterima kasih kepadanya.

Bahan Diskusi : Sudahkah kita mengingat kebaikan orang lain dan tahu berterima kasih kepadanya?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH