Sunday, June 9, 2019

Youth Juni 2019 #1 - YESUS PENUH PENGAMPUNAN SEKALIPUN SERING MENGALAMI PENOLAKAN



YESUS PENUH PENGAMPUNAN SEKALIPUN SERING MENGALAMI PENOLAKAN
(FORGIVENESS VS REJECTION  PART 1)

Bahan Bacaan
Markus 6:4, "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."

Penjelasan Materi
Youthers, Yesus bergaul karib dengan semua orang. Ia tidak pernah mengkotak-kotakkan manusia dari harta, rupa dan jabatan semata. Yesus terkenal sebagai Pribadi yang penuh pengampunan di tengah orang-orang Yahudi pada zamanNya yang dengan mudah menolak dan mengucilkan orang berdosa, bahkan Ia sendiri pun ditolak. Ya, dalam masa pelayananNya, Yesus sering mendapatkan penolakan dan penganiayaan dari orang Yahudi yang membencinya. Lalu bagaimana Yesus menyikapinya?

Youthers, perhatikan Matius 11:20-26 mengenai kisah “Yesus mengecam beberapa kota”, dikisahkan sekalipun Yesus memberi kecaman terhadap kota-kota yang menolakNya (Mat 11:20-24), Ia tetap berdoa untuk mereka (Matius 11:25-26). Perhatikan pula Markus 6:1-6, “Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.. Lalu mereka menolak Dia. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.. Ia merasa heran karena mereka tidak percaya. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.” Ya, bahkan di tempat asalnya sendiri , Yesus masih juga mengalami penolakan. Penduduknya terlalu meremehkan Yesus, karena mereka hanya berfokus pada latar belakang Yesus yang berasal dari keluarga sederhana tanpa keistimewaan apapun. Bahkan hal ini sudah dinubuatkan Nabi Yesaya yang berkata tentang Yesus dalam  Yesaya 53:3, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.”

Youthers, satu hal yang dapat kita petik dari kisah penolakan yang dialami Yesus adalah sekalipun tantangan dan penolakan berulang kali dialami oleh Yesus, namun Ia tetap menggenapkan rencana Allah atas hidupNya. Yesus mengampuni setiap mereka yang menolakNya, Ia tidak membenci dan mendendam, melainkan terus melanjutkan panggilan hidupNya. Sampai sekarang Yesus masih mengalami penolakan oleh banyak orang termasuk oleh orang orang Yahudi yang menantikan mesias lain menurut konsep mereka sendiri, tetapi jangan sampai kita sendiri yang “menolak Yesus” karena sikap hidup yang tidak berkenan dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Bahan Diskusi: Bentuk penolakan apa yang kita pernah alami dan bagaimana cara kita mengatasinya?

Umum Juni 2019 #1 - Pengakuan Yang Berdampak pada Keselamatan


PENGAKUAN YANG BERDAMPAK PADA KESELAMATAN

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

Mengaku, adalah sebuah kata kerja yang mudah untuk diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan. Mengaku melibatkan sebuah penyangkalan diri, keterbukaan dan kejujuran. Dalam pengakuan seseorang harus membuka  dirinya yang merupakan area privat (pribadi).
Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Rasul Paulus memyampaikan pernyataan yang sangat powerful tentang pengakuan yang berdampak pada keselamatan yang kekal.
Pengakuan seperti apa yang berdampak pada keselamatan kita? Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan. Ada 2 (hal) yang kita pelajari terkait dengan pengakuan ini :

1. Pengakuan adalah sebuah deklarasi pernyataan iman.
Dalam bahasa aslinya, kata 'mengaku' dalam ayat ini homologeo yang memiliki arti antara lain berarti berjanji, menyatakan secara terbuka, mengaku. Artinya mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan harus dilakukan secara jelas, tegas, bukan sekedar dalam hati kecuali mereka yang menyandang disabilitas.
Itu sebabnya ketika kita dulu menjadi orang percaya atau kalau kita ingin menuntun orang kedalam pertobatan dan kelahiran baru, kita menuntun orang tersebut untuk mengucapkan pengakuan tersebut dengan bersuara, paling tidak sampai telinga kita sendiri mendengar.
Dalam Kisah Para Rasul 2:38 dinyatakan :
"Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
Terkait dengan pengakuan sebagai pernyataan secara terbuka, maka mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan tidak terlepas dari baptisan air. Baptisan air adalah pernyataan, deklarasi secara terbuka dari pengakuan percaya kita.

2. Pengakuan lahir dari hati yang percaya akan Firman Tuhan.
Ibrani 10:9 yang menjadi nats bahasan kita tentu tidak terlepas dari ayat yang sebelumnya :
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Roma 10:8).
Dengan demikian, pengakuan yang kita nyatakan melalui mulut kita merupakan pernyataan iman dan pernyataan Firman yang berasal dari hati yang percaya akan Firman Tuhan.
Kedua aspek tersebut diatas merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup setiap orang yang merespon kasih dan karya Tuhan Yesus yang menebus dan menyelamatkan kita. (DL)


PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH