Tuesday, October 16, 2018

Youth September Minggu 4, 2018


Minggu 4

BERKAT TUHAN DIBALIK PEREMUKAN HATI (4)

Bahan Bacaan
Mazmur 147:3, “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati  dan membalut luka-luka  mereka”

Penjelasan Materi
Youthers, setelah dari Minggu 1 s/d Minggu 4 kita telah memahami bersama bagaimana Tuhan bekerja dibalik peremukan hati setiap anak-anakNya dan ada berkat yang menanti kita dibalik respon kita yang benar dalam proses peremukan hati tersebut. Jadi kini kita telah mengerti bahwa saat mengalami proses peremukan, artinya Tuhan mau menaikkan level kerohanian kita lebih besar lagi, maka dari itu jangan kita bersungut-sungut, menyalahkan Tuhan, menyalahkan keadaan atau orang lain. Tetapi yang harus kita lakuklan adalah tetap bersyukur dan bersukacita seperti yang Firman Tuhan katakan dalam 1 Tesalonika 5:16-18, “ Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal,  sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Dan pada Minggu ke-4 ini Youthers, kita akan menutup dengan sebuah penugasan penting untuk memebrikan pelayanan kepada mereka yang hancur hatinya dan remuk jiwanya. Kita yang terlebih dulu dipulihkan, dimenangkan, diberi pengertian oleh Tuhan dan diubahkan paradigmanya, maka kita jugalah yang harus menjangkau mereka yang mengalami peremukan hati. Ada banyak anak-anak muda di luar sana terancam jiwanya karena berbagai masalah yang ia hadapi. Dari mulai masalah keluarga, dengan teman-teman sekolah/kampusnya, konflik batin pribadi, masalah dengan pasangan, masalah sosial dan lainnya. Jika mereka tidak dilayani, ditolong, dibimbing, diarahkan dan dimentoring, maka mereka akan menuju pada kebinasaaan oleh karena ketidaktahanan diri dan kelemahan iman dalam menjalani proses peremukan.

Untuk itulah Youthers, kita harus menginvestasikan waktu kita lebih banyak untuk anak-anak muda disekitar kita yang sedang dalam proses hidup yang berat. Kuatkan mereka dan arahkan mereka untuk mengandalkan Tuhan serta beri pemahaman kepada mereka bahwa dibalik proses peremukan ini ada berkat Tuhan menanti asal kita mau meresponinya dengan benar tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Percaya bahwa Tuhan sangat serius dengan pemulihan luka yang mendalam dari anak-anak-Nya, terutama kehancuran hati mereka. Jika kita mau datang kepada Tuhan, membuka hati terhadap jamahanNya, maka kita pasti akan menerima pemulihan yang sempurna dari Tuhan

Bahan Diskusi
Apakah kita pernah punya pengalaman mendampingi/mementori anak-anak muda yang mengalami peremukan hati/pergumulan hidup yang berat? Bagaimana cara kita menanganinya?

Monday, October 15, 2018

Youth September Minggu 3, 2018


Minggu 3
BERKAT TUHAN DIBALIK PEREMUKAN HATI (3)

Bahan Bacaan
Mazmur 51:19, "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." 

Penjelasan Materi
Youthers, jika kita boleh memilih antara hidup dalam peremukan hati atau hidup senang tanpa ada masalah berarti, pastinya kebanyakan orang akan memilih yang kedua. Ya, memang “tampaknya” lebih menyenangkan jika hidup tanpa beban berat dibanding hdiup dengan banyak pergumulan. Tetapi satu hal yang harus kita pahami Youthers, bahwa pergumulan hidup kita itu  Tuhan izinkan terjadi untuk membentuk kedewasaan rohani kita dan karakter kita agar menjadi semakin serupa dengan Kristus. Jadi jangan pernah berkecil hati atas peremukan hati yang kita alami, karena selalu ada berkat dibalik itu yang akan kita dapati

Berikut adalah dua alasan kenapa kita harus memiliki peremukan hati:
1.   Peremukan mengundang hadirat Tuhan.
Peremukan adalah dititik di mana kita sadar bahwa kita adalah manusia yang tidak layak, tidak pantas dalam hal apapun, tetapi hanya Tuhan yang layak dan Tuhanlah sendirilah yang membuka tingkap langit dan berkat atas kita. Keremukan akan membuat kita sadar kalau selama ini mungkin kita hanya berfokus pada diri kita sendiri dan bukan pada Tuhan. Jika kita mau lebih kritis, cobalah periksa doa-doa kita, bukankah kebanyakan dari kita datang kepada Tuhan dengan daftar pergumulan. Doa-doa kita berfokus pada diri kita sendiri bukan berfokus pada Tuhan?

Ingat Youthers, ketika Tuhan secara Ilahi mengambil yang kita punya. Berapa yang kita punya? Seberapa lama kita mempunyainya? Jika itu Tuhan ambil, semata-mata untuk membuat kita berfokus pada Dia. Jangan kita meremehkan hal ini, karena ketika kita diremukkan, itu mendorong dan menarik kita kembali kepada Tuhan. Ketika kita mengalami ini, kita mengalami hadiratNya lebih dari karunia dan berkat

2.   Peremukan menghadirkan kuasa Tuhan
Ketika sepenuhnya remuk, kita baru sadar di situ bahwa kehidupan yang berhasil kita jalani semata-mata bukan karena kuat dan gagah kita tapi karena Roh Tuhan. Youthers, pahami bahwa salah satu bahaya terbesar dalam pelayanan adalah kesombongan, Alkitab berkata dalam Yakobus 4:6, "Allah menentang orang yang congkak , tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”  Bahaya dalam pelayanan Kekristenan adalah rasa pantas mendapatkan, rasa pantas diberkati, rasa pantas untuk mendapatkan lebih, padahal seharusnya kita tidak pantas berpikir demikian. Jika kita terjebak pada pola pikir seperti itu, maka siap-siaplah Tuhan akan membawa kita pada proses keremukan hati. Supaya kita menyadari bahwa Tuhan sedang membentuk karakter kita dan rindu melimpahkan kuasanya atas kita.

Bahan Diskusi
Apa kesombongan terbesar kita yang seringkali kita pertahankan?

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH