Thursday, September 5, 2019

Umum September 2019 #1 - Menjaga Pikiran



MENJAGA PIKIRAN

"Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?" (Matius 9:4)

Umumnya pengajaran yang sering kita dengar adalah menjaga hati, namun ternyata ada kaitan yang sangat erat antara hati dan pikiran.

"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat." (Matius 15:19)

Otak memang merupakan pusat berpikir, baik logik, maupun terkait dengan seni dan keindahan, namun ternyata segala bentuk pikiran (perenungan), pergumulan, strategi, dan lain-lain terkoneksi erat dengan hati kita. Tentu hati yang dimaksud bukanlah 'heart' (jantung), atau 'liver' (organ hati), melainkan pusat dari pikiran, perasaan dan kehendak manusia (psuche).

Dampak buruk dari tidak menjaga pikiran, selain dari Matius 15:19 diatas adalah antara lain :

a. Pikiran yang sia-sia
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia (Efesus 4:17)
b. Pikiran yang senantiasa tertuju pada perkara duniawi, sehingga sulit memikirkan perkara-perkara rohani.
"Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi." (Filipi3:19)

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, minimal ada 4 (empat) cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga pikiran kita :

1. Menjadi manusia baru
"supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:23-24)
Dengan menjadi manusia baru dalam Kristus (2 Kor 5:17), pikiran dan roh kita dibaharui, sebagaimana janji Tuhan di tahun kelahiran yang baru ini (Yehezkiel 36:26-27).

2. Minta dipenuhi dengan damai sejahtera Allah
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:7)
Damai sejahtera Allah bisa kita dapatkan berlimpah-limpah, jika kita memperhatikan dan melakukan perintah TUHAN (Yesaya 48:18).

3. Penuhi pikiran kita dengan Firman Tuhan
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12)

4. Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif yang sesuai dengan Firman Tuhan
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8).

Mari kita jaga pikiran kita sesuai dengan Firman-Nya. Amin. (DL)

Wednesday, August 21, 2019

Youth Agustus 2019 #4 - Menjadi Manusia Yang Konsisten



MENJADI MANUSIA YANG KONSISTEN & TEGUH PENDIRIAN
(DEPENDABILITY VS INCONSISTENCY  PART 3)

Bahan Bacaan
Ulangan 28 : 13-14, “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya”


Penjelasan Materi
Youthers, dalam bacaan kita di atas, Tuhan berjanji akan menjadikan kita “kepala” dan bukan “ekor” dan akan membuat kita semakin “naik” dan bukan “turun”, dengan satu syarat apabila kita mendengarkan perintah Tuhan dan berlaku setia serta tidak menyimpang dari kebenaranNya. Hal ini berbicara tentang konsistensi, kesetiaan dan kesungguhan hati kita di hadapan Tuhan.

Tuhan rindu agar kita memiliki karakter, pendirian dan sikap yang on the track, tidak menyimpang dari ajaran Firman Tuhan. Ia ingin agar kita menjadi pribadi yang setia dan konsisten dalam dalam kehidupan, serta memiliki iman yang kokoh meski mendapat tekanan. Jika Youthers, ingin menguji konsisten tidaknya seseorang, maka kita dapat melihat dari perkara sederhana dalam kehdiupan sehari-hari, misalnya bagaimana seseorang menghormati orang tuanya, gembalanya, atasannya, pasangannya. Ciri orang dengan pribadi yang konsisten, pastinya tidak akan berkompromi atau mengambil jalan pintas dalam segala sesuatu untuk membawa keuntungan bagi dirinya sendiri apalagi sampai “menabrak” kebenaran Firman Tuhan. Orang yang konsisten tidak berpindah-pindah arah, sekalipun banyak orang yang menggodanya untuk merubah arah.

Mari kita belajar dari kisah hidup Paulus, perhatikan dalam Galatia 6:14,“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, ……” Dari kehidupan Paulus, kita dapat menangkap adanya konsistensi yang kuat dan kokoh kepada Tuhan. Hal itu membuat, sekalipun hal tidak mengenakkan terjadi diluar dirinya  tetapi hal itu tidak menekannya, karena dia berakar kuat dalam kepercayaan pada Tuhan. Paulus mengajarkan kita untuk hidup bertumpu di landasan yang bersumber pada Tuhan saja, sudahkah kita melakukannya?


Bahan Diskusi :
Diskusikan pengalaman pribadi dan orang lain yang berubah dari pribadi konsisten menjadi tidak konsisten atau sebaliknya? Apa factor yang membuat orang tersebut berubah

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH