Sunday, September 29, 2019

Youth September 2019 #2 - MENJADI PRIBADI YANG TAHU BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN


MENJADI PRIBADI YANG TAHU BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN

(GRATITUDE VS UNTHANKFULNESS  PART 3)        

Bahan Bacaan

Lukas 17 :17,” Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”

Penjelasan Materi:

Youthers, bahan bacaan kita di kutip dari perikop tentang kesepuluh orang kusta yang disembuhkan. Dikisahkan lebih lanjut bahwa Yesus mencela sembilan orang yang tidak datang kembali untuk mengucap syukur karena sudah disembuhkan. Hanya satu orang saja yang datang kembali kepadaNya setelah disembuhkan dari sakit kusta. Mengapa Yesus menanyakan keberadaan kesembilan orang tersebut? Hal itu karena sembilan orang tersebut adalah orang Israel yang notabennya adalah umat kepunyaan Allah, umat pilihan Allah yang diharapkan justru menjadi teladan, yang seharusnya tahu berterima kasih atas kesembuhan yang mereka terima dari Yesus, sedangkan si kusta yang notabennya adalah orang Samaria, bangsa bukan umat kepunyaan Allah (Luk. 17:16) justru dialah yang datang kepada Yesus setelah disembuhkan.

Youthers, mari kita merenung sejenak, bukankah kisah sembilan orang kusta yang tidak datang lagi kepada Yesus setelah disembuhkanNya terkadang kita sama seperti diri kita sendiri? Mungkin kita gencar mencari Tuhan dan berteriak minta tolong kepadaNya saat merasa tak berdaya, saat semua usaha sudah dilakukan namun tidak kunjung berhasil atau saat sakit keras dan dokter sudah angkat tangan, dan ketika pertolongan Tuhan datang, ketika kita menerima sesuatu yang luar biasa, mendapat jawaban doa, mendapatkan berkat dan mujizat dari Tuhan, saat kita disembuhkan dari penyakit, saat beban berat kita diluputkan oleh Tuhan, saat bisnis/karier kita berkembang, saat kita memiliki banyak uang dan saat kita merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan lainnya, barulah kita bersyukur dan menganggap ini sebagai mukjizat dari Tuhan. Akan tetapi, di luar itu semua, justru kerap kali kita beranggapan bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini seperti masih bisa bernafas setiap hari, apalagi hal-hal yang baik dan menyenangkan adalah hal biasa sehingga kita lupa menaikkan syukur kepada Tuhan dan lupa pada komitmen kita saat kita mengerang dalam doa kepada Tuhan di masa-masa sulit. Youthers, jika demikian, kemudian kita menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih dan tidak tahu membalas budi.

Youthers, kita menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih jika kita tidak datang kembali kepada Tuhan dan mengucap syukur mencari Tuhan lebih dari sebelumnya saat kita berdoa padaNya.

Bahan Diskusi : Apakah kita pernah menjadi pribadi yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan? Ceritakan pengalaman itu!

Umum September 2019 #2 - Giat dalam mempercepat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali



GIAT DALAM MEMPERCEPAT KEDATANGAN TUHAN YESUS YANG KEDUA KALI



"yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah..."(2 Petrus 3:12a)



Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah sebuah keniscayaan sebagaimana dinyatakan dalam janji-Nya : "Aku datang segera." (Wahyu 3:11; 22:7,12).

Tidak ada yang tahu kapan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, namun dalam beberapa kesempatan, Dia memberitahukan tanda-tanda kedatangan-Nya kepada murid-murid. Salah satunya diungkapkan-Nya dalam Matius 24:14, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Sesuai dengan ayat tersebut diatas, salah satu tanda kedatangan-Nya adalah jika Injil Kerajaan sudah diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Logikanya, semakin cepat Injil diberitakan di seluruh dunia, semakin cepat kesudahan segala sesuatu tiba.

Bagaimana kita mempercepat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali?



1. Menyelesaikan Amanat Agung

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20)

Dua unsur utama dalam Amanat Agung adalah Penginjilan (memberitakan Injil) dan Pemuridan (menjadikan murid), artinya jiwa-jiwa baru bukan hanya menerima keselamatan karena kelahiran baru tapi juga dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dengan menjadi murid Yesus, sebab hanya mereka yang menjadi murid saja yang nanti akan diangkat pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali (Kis 1:11). Untuk itu setiap jiwa baru yang datang ke gereja harus masuk dan bergabung dalam kelompok COOL. Sebab dalam kelompok COOL itulah proses pemuridan terjadi secara intens.



2. Menjadi Messanger of The Third Pentecost

Seperti yang disampaikan oleh Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina, menyelesaikan Amanat Agung tidak bisa dengan kekuatan sendiri, tetapi memerlukan pentakosta ketiga. Seperti yang terjadi pada pentakosta yang pertama dimana Roh Kudus memperlengkapi murid dengan kuasa (Kis 1:8) dan dalam kurun waktu 100 tahun, 70% dari dunia yang dikenal, yaitu daerah dalam kekuasaan Romawi menjadi Kristen. Namun Amanat Agung belum selesai. Pada pada 1906 saat Roh Kudus dicurahkan di Azuza Street, yang kita kenal dengan pentakosta kedua, 30% dari kekristenan saat ini, 70% nya dimulai dari peristiwa pencurahan Roh Kudus tersebut.

Sekarang kita berada di era pentakosta ketiga, pencurahan Roh Kudus yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jadilah pembawa pesan pentakosta ketiga, beritakan tentang pencurahan Roh Kudus yang dahsyat, bangkitkan generasi Yeremia, doakan mereka yang belum dibaptis Roh Kudus agar lebih banyak orang percaya dibangkitkan menjadi pasukan penuai. Amin. (DL)

PENTAKOSTA KE 3

PENTAKOSTA KE 3

SENIMENULISISIHATITUHAN

JADWAL IBADAH

JADWAL IBADAH